Selasa 31 Maret 2020, 15:56 WIB

Duh, Jiwasraya Baru Bisa Bayar Rp470 Miliar Ke Nasabah

Hilda Julaika | Ekonomi
Duh, Jiwasraya Baru Bisa Bayar Rp470 Miliar Ke Nasabah

Antara/Muhammad Iqbal
Meneg BUMN Erick Thohir (kanan) bersama Dirut Jiwasraya Hexana Tri Sasongko (kiri)

 

PT Asuransi Jiwasraya akhirnya membayarkan klaim asuransi Jiwasraya untuk pemegang polis tradisional. 

Namun jumlah yang dibayarkan baru sangat kecil dibandingkan kewajiban yang sudah jatuh tempo yakni Rp12,4 triliun. Jiwasraya saat ini baru bisa membayarkan hanya Rp470 miliar.

Direktur Utama Jiwasraya Hexana Tri Sasongko mengatakan akibat keterbatasan dana, pembayaran tahap pertama ini juga dilakukan bagi sebagian besar pemegang  polis tradisional. 

“Mengingat ketersediaan dana yang sangat terbatas, maka pembayaran tahap pertama di akhir Maret 2020 dilakukan untuk sebagian polis tradisional yang telah diverifikasi berdasarkan jumlah nominal klaim dan lamanya penundaan pembayaran,” ujar Hexana melalui konferensi yang dilakukan secara virtual di Jakarta, Selasa (31/3).

Lebih lanjut Hexana mengatakan pembayaran ini dilakukan kepada pemegang polis yang memang sudah jatuh tempo dan sudah diverifikasi. Pembayaran polis diprioritaskan pada pemegang pertanggungan  yang relatif kecil.

Adapun sumber pembayaran sebesar Rp470 miliar ini diperoleh dari likuidasi aset-aset finansial yang masih nisa dilikuidasi.

Menurutnya, pembayaran ini sudah merupakan bentuk itikad baik dan komitmen dari pemegang saham dalam hal ini Kementerian Keuangan dan pengelola BUMN yakni Kementerian BUMN, untuk melakukan pembayaran kewajiban pada pemegang polis. 

Ia pun menceritakan bahwa Perseroan telah lama mengalami mis-manajemen dalam hal pengelolaan investasi dan desain produk yang mengakibatkan kesulitan likuiditas. Sehingga berujung pada ketidakmampuan membayar klaim pemegang polis sejak tahun 2018.

Selanjutnya, untuk pembayaran pemegang polis tradisional lainnya dan pemegang polis saving plan baru akan dilakukan setelah adanya ketetapan. Di antaranya, ketetapan mengenai tahapan, besaran, jadwal, dan jangka waktu pembayaran yang tengah dalam pembahasan bersama antara Perseroan, Pemegang Saham (Kementerian BUMN dan Kementerian Keuangan), dan Regulator.

“Atas komitmen Perseroan dan Pemegang Saham (Kementerian BUMN dan Kementerian Keuangan), selanjutnya pemegang polis diharapkan untuk tetap bersabar,” ujarnya. (E-1)

Baca Juga

Istimewa

Tips agar Bisnis Berkelanjutan Dalam Pandemik Covid-19

👤Muhammad Fauzi 🕔Selasa 02 Juni 2020, 21:50 WIB
PANDEMIK Covid-19 membawa perubahan dalam bisnis kedepan. Khususnya dalam perilaku konsumen dan...
Dok Setpres

Presiden Bersyukur Perekonomian masih Bertumbuh

👤Nur Azizah 🕔Selasa 02 Juni 2020, 20:42 WIB
Selain aktivitas perekonomian, tempat ibadah pun akan segera dibuka secara...
Antara/Hafidz Mubarak

Luhut: Ekspor Besi dan Baja Bantu Ekonomi Indonesia

👤Despian Nurhidayat 🕔Selasa 02 Juni 2020, 20:36 WIB
Saat ini, sejumlah kontributor utama PDB mengalami pelemahan. Mulai dari perdagangan, pertanian, konstruksi, hingga...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya