Selasa 31 Maret 2020, 15:00 WIB

Pemerintah Diminta Segera Tutup Akses Keluar-Masuk Jabodetabek

Insi Nantika Jelita | Politik dan Hukum
Pemerintah Diminta Segera Tutup Akses Keluar-Masuk Jabodetabek

MI/Panca Syurkani
Anggota Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) NasDem, Martin Manurung

 

KETUA Dewan Pimpinan Pusat Partai NasDem Martin Manurung meminta pemerintah segera menghentikan akses keluar dan masuk wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek). Hal ini melihat semakin meluasnya penyebaran Covid-19 ke berbagai daerah.

Pernyataan Martin ini menanggapi sikap Istana Kepresidenan yang menolak rencana Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk memberlakukan karantina wilayah.

Baca juga: Tujuh Personel Polisi Positif Covid-19

Melalui juru bicara Presiden Jokowi, Fadjroel Rachman, pemerintah pusat menyatakan bahwa kebijakan saat ini hanya pembatasan sosial berskala besar, bukan karantina wilayah.

"Kita tidak persoalkan istilah karantina wilayah dan lain sebagainya. Kita minta arus manusia keluar dan masuk Jabodetabek untuk dihentikan sementara," ujar Martin dalam keterangan resminya kepada Media Indonesia, Jakarta, Selasa (31/3).

Menurut Martin, jika penghentian arus merupakan wewenang pemerintah pusat, ia minta pemerintah pusat untuk segera melakukannya.

"Siapapun yang punya wewenang untuk itu, segera lakukan, jika kita tidak mau melihat orang sakit bergelimpangan di daerah karena kapasitas dan tenaga medis di daerah tidak sanggup melayani mereka," tegas Martin.

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI ini juga meminta pihak istana dan pemerintah DKI untuk tidak menghabiskan waktu dalam perdebatan penggunaan kata istilah penanganan.

Sebab apapun namanya, kata Martin, penanganan harus segera dilakukan dengan cepat dan tepat, mengingat semakin banyaknya korban yang terinfeksi dan berjatuhan. "Hal itu tidak bisa dengan imbauan, harus ada ketegasan pemerintah untuk melaksanakannya," pungkasnya.

Baca juga: Gaya Persuasif Polri Dinilai Tepat Bubarkan Kerumunan

Pasien positif Covid-19 di Tanah Air semakin bertambah. Hingga Senin (30/3) sore, total jumlah pasien mencapai 1.414 orang. Jumlah ini bertambah sebanyak 129 pasien dalam waktu 24 jam terakhir.

Begitupun dengan data pasien meninggal bertambah 8 orang dalam 24 jam terakhir, dengan total keseluruhan menjadi 122 orang. Dari seluruh data tersebut, Jabodetabek merupakan epicentrum pandemi Covid-19 di Indonesia. (OL-6)

Baca Juga

MI/Saskia A

Istana Ubah Tradisi HUT Kemerdekaan

👤Pra/P-3 🕔Selasa 07 Juli 2020, 06:04 WIB
Kita tetap harus menunjukkan bahwa kita adalah negara besar yang kukuh secara ekonomi, sosial, dan budaya. Meskipun kita lakukan secara...
MI/USMAN ISKANDAR

Rekapitulasi Elektronik Paling Efektif

👤Indriyani Astuti 🕔Selasa 07 Juli 2020, 05:55 WIB
Penggunaan rekapitulasi elektronik (rekap-E) dapat memotong proses penghitungan suara yang biasanya memakan waktu berhari-hari mulai...
Dokumentasi MI/M Soleh

Kejaksaan Buru Djoko ke Malaysia

👤Rifaldi Putra Irianto 🕔Selasa 07 Juli 2020, 05:16 WIB
Proses pembuatan KTP elektronik Djoko Tjandra yang berlangsung sekitar 30 menit saja diduga ganjil dan berpotensi malaadministrasi hingga...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya