Senin 30 Maret 2020, 21:28 WIB

Cegah Covid-19, Penyaluran Bansos Terapkan Physical Distancing

Ihfa Firdausya | Humaniora
Cegah Covid-19, Penyaluran Bansos Terapkan Physical Distancing

Dok. Kemensos
Penyaluran bansos oleh Kemensos yanh terapkan Physical distancing

 

KEMENTERIAN Sosial memastikan untuk menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan yang dilakukan, baik di tingkat pusat maupun daerah.

Salah satunya lewat penerapan jarak fisik (physical distancing) dalam penyaluran bantuan sosial ke masyarakat.

Menteri Sosial Juliari P. Batubara menyebut, penerapan physical distancing penting diperhatikan dalam kegiatan penyaluran bantuan sosial yang bisa menjadi konsentrasi massa. Salah satunya penyaluran bantuan sosial Program Sembako.

“Pencairan bansos Program Sembako ini kan berpotensi mengundang banyak orang. Saya minta para pendamping bekerja sama dengan unsur-unsur di daerah, termasuk dengan pemerintah daerah untuk memastikan protokol physical distancing bisa diterapkan. Supaya kegiatan yang bermaksud baik, yakni menyerahkan bansos kepada masyarakat, tidak malah menimbulkan resiko kesehatan,” kata Mensos dalam keterangan resminya.

Mensos menyebut ketentuan tentang physical distancing berjalan dengan baik dalam penyaluran bansos di sejumlah daerah. Antara lain di Kabupaten Mamuju Tengah, Provinsi Sulawesi Barat, dalam pencairan Program Sembako yang menerapkan ketentuan physical distancing.

Baca juga : Tingkatkan Imunitas Tubuh dengan Kurangi Konsumsi Gula

Bekerja sama dengan petugas dinas sosial, para pendamping sosial bansos pangan mencegah warga berbondong-bondong menuju e-Warong. Kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dilakukan penjadwalan secara bergilir menggunakan nomor urut.

“Kita bagikan nomer kepada KPM kapan bisa mencairkan bantuan. Tujuannya agar KPM tidak berbondong bondong sehingga terjadi kerumunan. Ini sesuai anjuran pemerintah pusat terkait physical distancing,” kata Kepala Dinas Sosial Kabupaten Mamuju Tengah Asmirah Djamal.

Terdapat 3.200 KPM Program Sembako di Kabupaten Mamuju Tengah dan 17 e-Warong. Pendamping Program Sembako juga turut berperan aktif agar pencairan ini berjalan lancar dan sesuai ketentuan physical distancing.

Selain menerapkan physical distancing, para pendamping juga mengimbau agar setiap e-Warong menyediakan sarana kebersihan seperti tangki air, sabun untuk mencuci tangan, dan juga hand sanitizer untuk menjaga kebersihan.

Untuk daerah yang secara geografi sulit menjangkau e-warong, para pendamping Program Sembako berkoordinasi dengan Dinas Sosial setempat melakukan sistem jemput bola.

Baca juga : Tumbuhnya Gerakan Tolong-Menolong di Masa Social Distancing

Sehingga, tak satu pun KPM tidak terpenuhi haknya dalam mengakses program bantuan di masa sulit ini.

"Untuk mereka yang secara geografis sulit menjangkau e-Warong, kita antarkan bantuan sembakonya," kata Koordinator Daerah Program Sembako Kabupaten Mamuju Tengah Sulbat Fahri Mansyur.

Selain itu, edukasi untuk senantiasa menjaga kebersihan diri, etika batuk-bersin, dan anjuran untuk tidak bersalaman juga diberikan kepada para KPM.

Sebelumnya, Kementerian Sosial memastikan menaikan nilai bantuan program sembako dari Rp150.000 menjadi Rp200.000 selama 6 bulan ke depan (Maret-Agustus). Tujuannya agar masyarakat dengan ekonomi terbawah tetap bisa memenuhi kebutuhan pokoknya di masa kesulitan ekonomi yang ditimbulkan oleh wabah Covid-19.

Dengan naiknya indeks Program Sembako, diharapkan masyarakat ekonomi terbawah mampu mencukupi kebutuhan gizi harian keluarga dan meningkatkan daya tahan tubuh untuk menangkal efek negatif dari virus korona. (OL-7)

Baca Juga

ANTARA/Syaiful Arif

Kemenag Siapkan Protokol Kesehatan untuk Pesantren

👤Fachri Audhia Hafiez 🕔Sabtu 30 Mei 2020, 12:45 WIB
Penyusunan protokol kesehatan dilakukan guna menghindari warbah covid-19 merebak di lingkungan...
Ist/Dok.MI

Ikatan Pesantren Indonesia Tunggu Protokol Kesehatan Normal Baru

👤Antara 🕔Sabtu 30 Mei 2020, 12:10 WIB
Sebelumnya, Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi mengatakan pemerintah sedang mengkaji untuk kembali membuka pesantren secara...
MI/Dwi Apriani

Sebanyak 63 Ribu Desa Telah Terima BLT

👤Theofilus Ifan Sucipto 🕔Sabtu 30 Mei 2020, 12:00 WIB
"Jumlah ini artinya sudah 85% dari total 74.953...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya