Senin 30 Maret 2020, 15:27 WIB

Warga Cipinang Melayu Bantah Ada Lockdown, Ini Penjelasannya

Tri Subarkah | Megapolitan
Warga Cipinang Melayu Bantah Ada Lockdown, Ini Penjelasannya

MI/Andry Widyanto
Polisi berbincang dengan warga di jalan yang ditutup seng dan besi di kawasan RW 04, Kelurahan Cipinang Melayu, Jakarta, Minggu (29/3).

 

VIDEO seorang pria yang mengatakan bahwa daerah Cipinang Melayu, Kalimalang, di-lockdown sempat viral pada Minggu (30/3) kemarin. Polres Metro Jakarta Timur lantas menangkap pria berinisial HR tersebut karena diduga telah membuat dan menyebarkan berita bohong atau hoaks.

Ketua Kampung Siaga Bencana DKI Jakarta sekaligus warga Cipinang Melayu, Tirta Yuda, membenarkan ada penutupan jalan untuk sementara waktu di wilayahnya.

Baca juga:Polda Metro Gelar Simulasi Karantina Tanpa Tutup Jalan

Namun jalan yang ditutup hanyalah akses untuk masuk ke RW 04. Artinya mobilitas di Jalan Inspeksi Kalimalang sendiri masih berlangsung dengan normal.

"Sekarang masih ditutup sementara, tapi bukan lockdown murni," kata Tirta kepada Media Indonesia, Senin (30/3).

Menurut Tirta, penutupan akses jalan menuju RW 04 merupakan inisiatif Ketua RW setelah salah satu warganya diduga menjadi orang dalam pengawasan (ODP) virus korona (covid-19). Namun, Tirta menegaskan penutupan jalan itu masih memberikan kesempatan orang untuk keluar masuk.

"Pak RW mengambil tindakan untuk membatasi ruang gerak. Boleh keluar masuk, tapi satu pintu. Orang yang masuk terkontrol, didata siapa mau ketemu siapa, dibikin kaya cluster," terang Tirta.

Penutupan akses jalan tersebut, lanjut Tirta, juga dilakukan atas kerja sama dengan PT Wijaya Karya sebagai operator Tol Becakayu. Ia menjelaskan apabila masyarakat ingin masuk ke RW 04, dapat melalui Jembatan Kuning.

Baca juga:Polri Terus Godok Simulasi Karantina Wilayah Jakarta

"Jalan yang ke Universitas Borobudur masih bisa masuk. Jembatan Universitas Borobudur masih bisa difungsikan, tapi bisanya masuk ke arah timur, ke arah baratnya yang ke RW 04 nggak bisa," pungkasnya.

Sebelumnya, Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Arie Ardian menyebut pihaknya telah menangkap dan memintai keterangan HR.

Dalam video yang sempat viral tersebut, HR menyebut bahwa akses Cipinang Melayu sudah ditutup secara permanen alias lockdown. Ia merekam video tersebut di depan gedung Universitas Borobudur.

"Semua pintu ditutup sudah tidak bisa untuk akses keluar masuk. Sudah ditutup untuk permanen samai batas waktu yang tidak bisa ditentukan," kata HR dalam video tersebut.

Baca juga:Sikap PDIP Tolak Karantina Wilayah Bingungkan Masyarakat

Atas perbuatannya, HR dijerat dengan Pasal 14 Undang-Undang No 1 Tahun 1946 dan UU No 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. (Tri/A-3)

Baca Juga

ANTARA/Galih Pradipta

Pemprov DKI Didesak Tiadakan HBKB

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Jumat 03 Juli 2020, 04:30 WIB
Kegiatan luar ruang yang dihadiri puluhan ribu orang dikhawatirkan malah akan menjadi sumber penyebaran baru Covid-19 karena protokol...
123rf.com

Jack Lapian Diperiksa Pencemaran Nama Baik Pendiri Kaskus

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Kamis 02 Juli 2020, 22:37 WIB
Polisi telah menetapkan Sekjen Cyber Indonesia Jack Boyd Lapian dan Titi Sumawijaya Empel (TSE) sebagai tersangka pencemaran nama baik...
AFP

Anies Diminta Jangan Tebang Pilih Tindak Hiburan Malam

👤 Insi Nantika Jelita 🕔Kamis 02 Juli 2020, 22:35 WIB
Aziz mengakui ada tempat hiburan malam seperti diskotek atau bar yang berkedok menjadi restoran selama masa pembatasan sosial berskala...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya