Senin 30 Maret 2020, 08:40 WIB

Bantu APD, Rektor UII Bikin Pelindung Wajah

Agus Utantoro | Nusantara
Bantu APD, Rektor UII  Bikin Pelindung Wajah

Mi/Agus Utantoro
Rektor UII Fathul Wahid dibantu istrinya membuat alat pelindung wajah untuk APD yang dibagikan gratis ke rumah sakit.

 

KELANGKAAN APD (Alat Pelindung Diri) bagi para tenaga medis yang menangani pasien Covid-19, menjadi perhatian seorang Guru Besar Universitas Islam Indonesia. Tak ingin hanya sampai pada tingkat prihatin, Prof. Fathul Wahid, MSc. Ph.D, mencari peluang menciptakan alat pelindung diri yang dapat dibuat dan kemudian  dimanfaatkan oleh tenaga medis baik di pusat layanan kesehatan, rumah sakit maupun tempat lainnya yang memerlukan.

"Mau membuat coverall, tidak ada mesin jahit. Jadi harus memilih jenis APD yang tidak memerlukan mesin jahit," kata Prof. Fathul Wahid, Minggu (29/3).

Akhirnya, tertuju pada pelindung wajah atau face shield. Jenis face shield medis yang dipilih ini relatif sederhana dan mudah pembuatannya. Face shield atau alat pelindung wajah ini, dibuat dari mika bening.

"Ada beberapa pilihan ketebalan. Namun, saya mendapat saran, yang kami pakai yang ketebalannya 0,3 milimeter, namun bisa juga menggunakan yang berukuran lebih tebal, 0,5 milimeter," terangnya. 

Fathul Wahid menjelaskan, untuk mengefisienkan penggunaan mika, maka potongan dibuat berukuran 28 X 28 centimeter.Selain mika, bahan lainnya adalah busa ketebalan 2 centimeter, elastik lebar 3 centimeter, keling kancing. Bersama isteri, anak dan kemenakan, Fathul Wahid setiap hari mengisi waktu-waktu luangnya membuat alat pelindung wajah. 

"Sehari, rata-rata kami bisa menghasilkan 100 alat pelindung wajah atau face shield," katanya.

Dikatakan, mika dan bahan lainnya sudah siap, peralatan sudah ada untuk merangkai face shield ini hanya membutuhkan waktu paling lama lima menit. Jika dihitung, imbuhnya, harga bahan untuk pembuatan satu face shield atau alat pelindung wajah ini ternyata hanya sekitar Rp5.000 per unit. Meski di luar alat pelindung wajah ini dijual dengan harga yang lebih tinggi lagi.

Alat pelindung wajah atau face shield ini, dimaksudkan untuk melindungi wajah khususnya masuknya percikan droplet lawan bicara dengan tenaga medis. Sebab selama ini diyakini penyebaran virus korona dari orang ke orang melalui percikan droplet. Fathul Wahid yang sehari-harinya adalah Rektor Universitas Islam Indonesia lebih lanjut memastikan, pembuatan alat pelindung wajah ini  tidak sulit. Bahkan Fathul Wahid kemudian membagikan video tutorial cara membuat alat pelindung wajah melalui akun youtube.com https://youtu.be/sPTzuEOKGyo.

Alat pelindung wajah buatan Fathul Wahid bersama keluarga ini kemudian diberi label Tim57 ini, kini sudah banyak dipakai oleh tenaga medis di sejumlah puskesmas dan rumah sakit tidak hanya di Yogyakarta tetapi juga di luar DIY.Berapa harga per unit? Fathul Wahid menegaskan, sama sekali tidak diperjual belikan. 

baca juga: Blora Tambah Ruang Karantina dan Siapkan Anggaran Rp16 Miliar

"Kami donasikan kepada rumah sakit atau layanan kesehatan lainnya yang memerlukan," terang Fachrul,  

Ia juga berharap, dengan membagikan video tutorial ini, akan lebih banyak lagi masyarakat yang ikut peduli terhadap upaya pencegahan penyebaran virus korona. (OL-3)

Baca Juga

MI/Martinus Solo

TPP ASN Kabupaten Sorong Akan Dipotong Untuk Cegah Covid-19

👤Martinus Solo 🕔Kamis 04 Juni 2020, 09:05 WIB
Tunjangan penambah penghasilan (TPP) ASN Kabupate Sorong akan dipotong untik membantu warga terdampak...
MI/Tosiani

Kelompok Tani Temanggung Digerakkan Bisnis Pertanian Lewat Online

👤Tosiani 🕔Kamis 04 Juni 2020, 09:00 WIB
Novi, pengurus Pastakaran menyebutkan, sebelum dijual online omzet yang didapat tiap kelompok rata-rata antara Rp300 ribu sampai Rp2 juta...
MI/Gabriel Langga

Pemkab Sikka Klaim Belum Ada Transmisi Lokal Korona

👤Gabriel Langga 🕔Kamis 04 Juni 2020, 08:55 WIB
Jubir Satgas Covid-19 Kabupaten Sikka, Petrus Herlemus mengatakan belum adanya transmisi lokal  berdasarkan hasil swab 25 orang...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya