Senin 30 Maret 2020, 06:40 WIB

Tak Memenuhi Standar, Belanda Tarik Masker Buatan Tiongkok

Deri Dahuri | Internasional
Tak Memenuhi Standar, Belanda Tarik Masker Buatan Tiongkok

AFP/File/ STR
Para pekerja di sebuah pabrik masker di Handan, Provinsi Hebei, Tiongkok.

 

PEMERINTAH Belanda telah menarik puluhan ribu masker yang diimpor dari Tiongkok. Semula puluhan ribu masker tersebut didistribusikan untuk mengatasi wabah virus korona. Tetapi puluhan ribu masker buatan Tiongkok itu tidak memenuhi standar kualitas. 

Kementerian Kesehatan Belanda mengatakan pihaknya menerima pengiriman masker buatan Tiongkok pada 21 Maret.

Saat dilakukan pengecekan, masker asal Tiongkok terbukti  tidak memenuhi standar ketika mereka diperiksa.  Namun saat pengecekan dilakukan, sebagian masaker dari Tiongkok telah didistribusikan kepada para tenaga medis.

"Akhirnya sisa masker impor ditangguhkan dan tidak didistribusikan. Pengujian kedua juga mengungkapkan bahwa masker tidak memenuhi norma kualitas. Sekarang telah diputuskan untuk tidak menggunakan masker tersebut (produk Tiongkok)," kata pejabat Kementerian Kesehatan Belanda.

Pemerintah Belanda mengatakan pihaknya akan melakukan pengujian masker yang datang dari negara lain. Stasiun televisi Belanda NOS melaporkan pemerintah Belanda telah menarik setengah dari 1,3 juta masker asal Tiongkok dengan nama FFP2. Selain itu, dilaporkan bahwa masker tersebut tidak menutup dengan rapat serta filternya tidak layak.

Negara lain juga mengeluh

Belanda bukan satu-satunya  negara yang mengeluhkan produk medis buatan Tiongkok. Pekan lalu, Spanyol akan mengembalikan lebih dari 600 juta alat ujit tes cepat atau rapid testing kits yang dibeli dari sebuah perusahaan Tiongkok.

Euronews melaporkan bahwa alat uji  cepat yang diimpor dari Tiongkok hanya memiliki kemampuan deteksi 30%.

Menteri Kesehatan Turki juga mengeluhkan hal serupa selama pada jumpa pers yang digelar pada  Jumat (27/3). Pejabat kesehatannya mengatakan sampel kit uji cepat dari sebuah perusahaan Tiongkok tidak memenuhi standar efektivitas yang ditetapkan.

Menteri Kesehatan Prancis Olivier Veran juga mengumumkan dia telah memesan lebih dari satu miliar masker yang sebagian besar dari Tiongkok yang digunakan untuk memerangi pandemi virus korona. Namun terkait rendahnya kualitas produk masker buatan Tiongkok, belum diketahui apakah  Prancis akan membatalkan pesanannya. (AFP/Aljazeera/Siencemag/OL-09)

Baca Juga

AFP

Juni, Bioskop di Prancis Bakal Dibuka Kembali

👤Astri Novaria 🕔Jumat 29 Mei 2020, 22:55 WIB
Philippe mengatakan bioskop akan diizinkan untuk dibuka kembali di mana saja di seluruh Prancis pada 22 Juni (atau 24 Juni karena rilis...
AFP

Brasil Catat Rekor Tertinggi Kasus dan Kematian Korona

👤Nur Aivanni 🕔Jumat 29 Mei 2020, 22:35 WIB
Dikutip dari France24, Jumat (29/5), negara di Amerika Selatan itu memiliki jumlah kasus covid-19 terbesar kedua di dunia, yaitu 438.238,...
AFP/YONHAP

Korsel Tutup Sekolah Lagi setelah Lonjakan Terbesar Kasus

👤Haufan Hasyim Salengke 🕔Jumat 29 Mei 2020, 20:50 WIB
Ribuan siswa sebelumnya pada Rabu kembali ke sekolah. Namun hanya sehari kemudian 79 kasus baru dicatat, angka harian tertinggi dalam dua...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya