Minggu 29 Maret 2020, 23:00 WIB

India Kewalahan Terapkan Lockdown Korona

Haufan Hasyim Salengke | Internasional
India Kewalahan Terapkan Lockdown Korona

Bhuvan BAGGA / AFP
Warga India memadati terminal bus Anand Vihar untuk pulang kampung setelah diberlakukan lockdown.

 

KEBIJAKAN India untuk menerapkan karantina wilayah (lockdown) sebagai penanganan pandemi virus korona telah menyebabkan jutaan orang telantar dan tanpa makanan.

Karantina wilayah secara nasional di India terbesar di dunia akibat pandemi virus korona baru (covid-19) menimbulkan kekacauan pada ribuan pekerja migran di ibu kota New Delhi.

Akibat sedikit pilihan transportasi, ribuan orang, kebanyakan pekerja harian laki-laki muda dan juga keluarga, telah menempuh perjalanan pulang pergi selama kurun waktu 21 hari yang dimulai pada Rabu.

Ribuan pekerja berupah harian dan buruh migran lainnya memadati perbatasan Delhi-Uttar Pradesh, Sabtu (28/3), dengan harapan mencapai rumah mereka di daerah-daerah yang jauh pada hari ke-4 dari lockdown 21 hari yang diumumkan pemerintah.

Para pekerja mulai melarikan diri dari New Delhi setelah Perdana Menteri Narendra Modi mengumumkan lockdown, yang secara efektif membuat jutaan orang India hidup dari pendapatan harian.

Proyek-proyek konstruksi, layanan taksi, tata graha, dan pekerjaan sektor informal lainnya terhenti secara tiba-tiba.

Seorang pekerja meninggal pada hari Sabtu setelah dia berusaha berjalan sejauh 270 mil (270 km) kembali ke rumah. demikian seorang pejabat polisi mengatakan kepada kantor berita Reuters.

Karantina 15.000 Orang

Setidaknya 15.000 orang diduga telah terpapar virus covid-19 dari seorang pemimpin agama Sikh berada di bawah karantina ketat di India utara, setelah pria itu meninggal karena virus mematikan itu.

Guru spiritual berusia 70 tahun bernama Baldev Singh kembali dari perjalanan ke pusat wabah di Eropa, Italia dan Jerman, sebelum ia pergi berceramah di lebih dari selusin desa di Negara Bagian Punjab.

Setidaknya 19 orang yang berinteraksi dengan pengkhotbah itu telah dinyatakan positif mengidap covid-19, kata Vinay Bublani, seorang wakil komisaris polisi setempat.

Hasil pemeriksaan masih menunggu untuk lebih dari 200 orang lain. Kasus ini telah memicu salah satu peringatan paling serius di India terkait pandemi.

“Yang pertama dari 15 desa ini ditutup pada 18 Maret, dan kami pikir ada 15.000 hingga 20.000 orang di desa-desa yang dikunci,” kata Gaurav Jain, seorang hakim senior untuk Distrik Banga, tempat tinggal Singh.

Sementara itu, jumlah korban meninggal akibat virus korona (covid-19) di Italia melewati 10.000 orang, Sabtu (28/3) waktu setempat. Sebanyak 889 kematian baru yang dilaporkan sehari setelah negara itu mencatat 969 kematian pada Jumat.

Italia sekarang tampaknya akan memperpanjang tindakan penutupan bisnis yang melemahkan ekonomi dan secara emosional membuat stres dan larangan pertemuan publik melewati batas waktu 3 April.

Jumlah kematian akibat wabah virus korona di Inggris telah meningkat menjadi 1.019 naik dari 759 orang sehari sebelumnya, menurut angka pemerintah yang dirilis, Sabtu (28/3).

 “Pada pukul 17.00 pada 27 Maret 2020, 1.019 pasien di Inggris yang dites positif virus korona (covid-19) telah meninggal,” kata Kementerian Kesehatan, sementara lebih dari 17.000 orang lainnya telah terinfeksi virus tersebut.(AlJazeera/IndiaToday/AFP/I-1)

 

Baca Juga

Dok Medcom

Mahasiswa Asing di AS Terancam Diusir

👤Basuki Eka Purnama 🕔Selasa 07 Juli 2020, 06:15 WIB
Kementerian luar negeri AS tidak akan mengeluarkan visa bagi mahasiswa yang seluruh mata kuliahnya dilakukan secara...
AFP

Beijing Siap Hadapi Ancaman Washington di Laut China Selatan

👤MI 🕔Selasa 07 Juli 2020, 02:10 WIB
TIONGKOK menuduh Amerika Serikat (AS) memiliki motif tersembunyi ketika mengirim dua kelompok kapal induk ke Laut China...
AFP

PM Baru Prancis Segera Rilis Kabinet

👤MI 🕔Selasa 07 Juli 2020, 01:45 WIB
PERDANA Menteri Perancis yang baru, Jean Castex, akan segera mengumumkan pemerintahan baru hasil...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya