Minggu 29 Maret 2020, 10:40 WIB

Pemkab Sukabumi Sterilisasi Akses Masuk di Perbatasan

Benny Bastiandy | Nusantara
Pemkab Sukabumi Sterilisasi Akses Masuk di Perbatasan

Antara
Petugas mengukur suhu tubuh warga sebelum melaksanakan Salat Jumat di masjid Agung Sukabumi, Jawa Barat, Jumat 27/3/2020

 

Pemerintah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat akan berupaya mensterilkan aksesmasuk mobilisasi massa dari luar daerah ke wilayahnya. Upaya itu diyakini bisa menjadi satu di dari berbagai langkah untuk menangkal penyebaran virus korona.

Bupati Sukabumi, Marwan Hamami mengatakan peningkatan pengawasan keluar-masuk orang dari dan ke wilayah Sukabumi tak terlepas dari kekhawatiran pihaknya bakal terbawanya virus covid-19 oleh masyarakat yang kontak dengan masyarakat dari zona merah covid-19. Pengawasan difokuskan di titik-titik perbatasan, yaitu Sukabumi dengan Cianjur, Bogor, dan Banten.

"Kita awasi. Kita cermati orang yang masuk ke Sukabumi dari beberapa wilayah perbatasan. Kita sterilkan orang-orang yang masuk dan juga kendaraannya," kata Marwan, Minggu (29/3).

Menurut Marwan, deteksi dini pada orang yang dicurigai membawa virus covid-19 perlu dilakukan mengingat sifat penyebarannya sangat cepat. "Mudah-mudahan (upaya) ini bisa menurunkan. Kalau sudah masuk Sukabumi, akan lebih sulit lagi nanti karena sulit terdetekasi keberadaan orangnya," tegas Marwan.

Sementara menyikapi wacana larangan tradisi mudik saat lebaran, Marwan pesimistis akan bisa dilaksanakan maksimal.

"Mudik mah sulit kalau orang kita. Dilarang mudik oge, engke nyumput-nyumput. (Dilarang mudik juga percuma nantinya bakal sembunyi-sembunyi). Tapi kita upayakan mensterilkan akses masuknya ke Sukabumi," pungkas Marwan.

Baca juga: Pasien Positif Korona di Sukabumi mulai Membaik

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi, Harun Alrasyid menambahkan tradisi mudik jadi bahasan saat dilaksanakan telekonferensi dengan Gubernur Jawa Barat. Tahap awal, kata Harun, Kabupaten Sukabumi mulai memberlakukan sterilisasi terhadap masyarakat dari luar daerah yang masuk ke wilayah tersebut.

"Sterilisasi ini dilakukan di titik-titik perbatasan dengan daerah lain," jelas Harun, Minggu (29/3).

Terlebih, lanjut Harun, sebagian besar orang dalam pemantauan (ODP) yang ada di Kabupaten Sukabumi merupakan warga yang terdeteksi baru tiba dari daerah terkategori zona merah. Hingga Sabtu (28/3), jumlah ODP di Kabupaten
Sukabumi sebanyak 696 orang. Jumlah ini melonjak dibandingkan pada Jumat (27/3) sebanyak 202 orang.

Sedangkan jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) hingga Sabtu (28/3) terdata sebanyak 15 orang atau berkurang dari sebelumnya sebanyak 16 orang. Sementara pasien terkonfirmasi positif covid-19 sebanyak 1 orang.

"Sebagian besar ODP di Kabupaten Sukabumi merupakan pendatang dari zona merah. Jumlah ODP akan meningkat ketika jumlah PDP bertambah," tuturnya.

Bagi ODP, ucap Harun, mereka sudah diminta mengisolasi diri secara mandiri selama 14 hari. Jika mengalami gejala-gejala dicurigai, maka statusnya jadi PDP. "Mereka terus dipantau petugas surveilans," pungkasnya. (OL-14)

Baca Juga

MI/Nurul HIdayah

BMKG Perkirakan Banjir Rob Berkurang Dua Hari ke Depan

👤Ihfa Firdausya 🕔Minggu 07 Juni 2020, 15:12 WIB
Banjir rob diperkirakan akan berkurang dua hari ke depan. Hal ini disebabkan bergesernya fase bulan purnama dan menurunnya kecepatan angin...
ANTARA

Doni Minta Warga Kalsel yang Ikut Tablig di Gowa Melaporkan Diri

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 07 Juni 2020, 15:00 WIB
Kesadaran untuk memeriksakan diri merupakan kunci untuk mencegah penularan Covid-19 di...
dok pemprov jatim

Tim Covid-19 Hunter Jatim Tes 1.279 PDP dan OTG

👤RO/Micom 🕔Minggu 07 Juni 2020, 14:44 WIB
Tes masif untuk OTG dan PDP ini dilakukan guna menyisir lebih cepat mereka yang memiliki potensi tinggi terkonfirmasi positif...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya