Sabtu 28 Maret 2020, 15:49 WIB

Sumut tidak Masuk Daerah Transmisi Lokal Virus Korona

Yoseph Pencawan | Nusantara
Sumut tidak Masuk Daerah Transmisi Lokal Virus Korona

Antara
Personel Polda Sumut menyemprotkan cairan disinfektan dengan mobil water canon di Kota Medan, Sumatra Utara, Selasa (24/3).

 

GUGUS Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 menyatakan Provinsi Sumatra Utara kini belum termasuk dalam wilayah penularan wabah korona.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumatra Utara Aris Yudhariansyah mengatakan, berdasarkan data Kementerian Kesehatan, Sumut belum masuk dalam kategori local transmition terkait dengan wabah korona.

Local transmition yakni wilayah yang disebut dalam situation report 43 Covid-19 oleh World Health Organization (WHO), sebagai wilayah penularan Coronavirus disease 2019 (covid-19) di lokasi tempat pasien itu berada.

Baca juga: Positif Korona, Anggota FPDIP DPRD Jawa Barat Wafat

"Provinsi Sumatra Utara belum termasuk dalam wilayah tersebut," ujar Aris, Sabtu (28/3).

Menurut dia, saat ini sudah ada tujuh provinsi yang masuk dalam wilayah local transmition, yaitu wilayah yang dianggap berbahaya covid-19.

Baca juga: Tekan Sebaran Covid-19, Sejumlah Ruas Jalan di Sidoarjo Ditutup

Ketujuh provinsi yang termasuk wilayah local trasmition yakni Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DKI Jakarta, Jawa Timur, Kalimantan Barat, dan Sulawesi Selatan.

Transmisi lokal (local transmition) adalah situasi pasien tertular virus saat berada di Indonesia dan tidak memiliki riwayat perjalanan ke luar negeri atau ke negara penularan virus korona yang tinggi.

Baca juga: Politisi Gerindra Wafat di RSUD Bahteramas Kendari

Ini berbeda dengan imported case yang mana kasus infeksi virus penularannya terjadi di luar lokasi penderita.

Misalnya, penderita Covid-19 tertular pada saat berada di luar negeri, kemudian diketahui sakit setelah masuk ke Indonesia. Imported case terjadi setelah pasien melakukan perjalanan dari luar negeri.

Sampai Jumat (27/3),  pukul 17.00 WIB, Gugus Tugas Sumut mencatat kumulatif pasien berstatus Covid-19 positif di provinsinya sebanyak 9 orang, atau masih sama banyak dengan sehari sebelumnya.

Adapun Pasien Dalam Pengawasan (PDP) mengalami pengurangan 6,5% menjadi sebanyak 71 orang dari hari sebelumnya yang mencapai 76 orang. Sebanyak tiga pasien PDP bahkan sudah dipastikan sembuh dari sakit.

Penurunan juga terjadi pada jumlah masyarakat berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP). Dari sebanyak 3.080 pada hari sebelumnya, menjadi 2.995 orang.(X-15)

 

Baca Juga

MI/Dwi Apriani

Kampung Tangkal Covid-19 di Musi Banyuasin Diperbanyak

👤Dwi Apriani 🕔Sabtu 11 Juli 2020, 10:30 WIB
Pemkab Musi Banyuasin memperbanyak Kampung Tangkal Covid-19 untuk memutus mata rantai covid-19 dan membantu ketahanan pangan...
MI/Muhammad Zen

Laris Manis, Layanan Klaim Jaminan Daring BP Jamsostek

👤Dwi Apriani 🕔Sabtu 11 Juli 2020, 10:05 WIB
Terdapat 33.941 antrean online untuk di Lapak Asik BP Jamsostek Sumbagsel selama periode 23 Maret sampai dengan 30 Juni...
Ist

Gubernur Kepulauan Babel, Erzaldi Rosman, Resmi Gugat UU Minerba 

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 11 Juli 2020, 09:34 WIB
UU  No. 3 Tahun 2020 tentang Perubahan UU No 4 Tahun 2009 dinilai menegasikan kewenangan pemerintah provinsi dalam penyelengaraan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya