Sabtu 28 Maret 2020, 10:15 WIB

KLHK Beli Empon-Empon untuk Disalurkan ke Tenaga Medis

Antara | Humaniora
KLHK Beli Empon-Empon untuk Disalurkan ke Tenaga Medis

AFP/OKA HAMIED
Ilustrasi--Pedagang jamu di Yogyakarta menawarkan ramuan jamu yang diberi nama Empon Corona.

 

KEMENTERIAN Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) membeli empon-empon (rimpang) dan berbagai produk hasil usaha petani hutan untuk disalurkan kepada tenaga medis yang bertugas menangani pasien Covid-19.

Produksi Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) yang dibagikan pada tenaga medis dan jurnalis itu antara lain jahe instan, wedang
uwuh, temulawak, madu, minyak kayu putih, gula semut, minuman serta makanan lain yang mengandung banyak vitamin C dan berkhasiat menjaga
daya tahan tubuh.

"Langkah ini sebagai tindak lanjut arahan Bapak Presiden untuk menjaga kondisi masyarakat khususnya usaha kecil, koperasi dan kelompok
tani hutan bisa tetap berproduksi dan menerima pendapatan dari hasil jualan. Sekaligus kita mendukung tenaga medis yang membutuhkan kekuatan
daya tahan tubuh," kata Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya dalam keterangan tertulis yang diterima, Sabtu (28/3).

Baca juga: Upaya Pemerintah Atasi Covid-19 Perlu Diapresiasi

Khusus untuk wilayah DKI Jakarta, disiapkan sebanyak 2.000 paket produk herbal yang disalurkan ke berbagai rumah sakit rujukan pasien Covid-19.

Selain itu, 5.000 paket lainnya juga disediakan lima Balai Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan pada masing-masing wilayahnya, dengan total anggaran mencapai Rp780 juta.

Berbagai produk hasil petani hutan ini diyakini dapat meningkatkan daya tahan tubuh, karena mengandung banyak zat pendorong imunitas tubuh manusia yang diolah dari alam.

Dengan pendampingan melalui Program Perhutanan Sosial, produk para petani hutan tersebut kini sudah dikemas lebih modern dan melalui teknologi pengolahan yang memenuhi standar layak konsumsi.

Produk juga telah diteliti secara ilmiah kandungan antioksidan dan pelbagai zat yang membantu meningkatkan imunitas tubuh manusia dari
serangan mikroogranisme penyebab penyakit.

"Kami terus dorong petani hutan untuk meningkatkan produksi, karena peminatnya juga semakin banyak. Dengan begitu ekonomi rakyat terus bergerak di tengah tantangan menghadapi pandemi Covid-19 ini," pungkas Siti Nurbaya. (OL-1)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Septianda Perdana

Dua Menara Wisma Pademangan untuk Karantina WNI Repatriasi

👤Fachri Audhia Hafiez 🕔Rabu 27 Mei 2020, 09:25 WIB
Sebanyak 1.848 warga diisolasi di Wisma Karantina Pademangan. Sejak dibuka untuk penanganan covid-19, sebanyak 4.175 warga repatriasi dari...
Shutterstock/Medcom.id

Di Zona Merah Siswa dan Guru Tetap Belajar Jarak Jauh

👤Aiw/X-7 🕔Rabu 27 Mei 2020, 07:20 WIB
Keselamatan anak-anak harus menjadi pertimbangan utama saat pemerintah hendak memgambil kebijakan menyangkut...
Istimewa/Medcom.id

Acara Halalbihalal IPDN Abaikan PSBB

👤Che/X-10 🕔Rabu 27 Mei 2020, 07:10 WIB
Acara halalbihalal IPDN di tengah suasana pandemi covid-19 itu berlangsung di Balairung Rudini, yang dihadiri seluruh mahasiswa...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya