Jumat 27 Maret 2020, 18:37 WIB

Masyarakat Diimbau tidak Termakan Hoaks Seputar Covid-19

Mediaindonesia.com | Humaniora
Masyarakat Diimbau tidak Termakan Hoaks Seputar Covid-19

Dok.mi
Untuk meredam penyebaran virus korona, semua pihak harus bersatu.

 

PANDEMI virus korona (covid-19) yang kini terjadi di banyak negara dan juga di Tanah Air memang membuat takut sebagian besar masyarakat. Ironisnya dalam situasi sulit ini masih saja ada oknum yang suka menyebar berita bohong alias hoax.

Alhasil hal itu membuat panik masyarakat. Apalagi kabar hoax itu terjadi hampir di semua aspek, mulai dari kabar jumlah korban, makanan, sampai obat penangkal virus korona.

Baca juga: Virus Korona Bisa Mati karena Sinar Matahari: Hoaks

Salah satu pihak yang pihak yang merasa dirugikan dengan kabar hoax itu yakni produsen obat Soho Global Health. Itu sebabnya mereka menyatakan bahwa informasi yang beredar bahwa Imboost menyebabkan reaksi imun yang berlebihan terhadap virus sehingga merusak organ tubuh adalah keliru.

Diungkapkan Raphael Aswin Susilowidodo, Vice President Research & Development and Regulatory Soho Global Health, kabar kontra indikasi penggunaan suplement Immuno-bosting pada pasien covid-19 tidak memiliki rujukan klinis yang valid. 

Ia menjelaskan Echinace purpurea bermanfaat sebagai immunomodulator, yang dapat mengatur kerja sistem imun tubuh. Zat itu juga berfungsi  menyesuaikan kebutuhan tubuh ketika sehat dan infeksi.

"Pada tubuh orang sehat Echinacea meningkatkan kerja imun tubuh seperti fagositosis, natural killer cell yang diperlukan tubuh untuk mengeliminasi benda asing  yang masuk seperti virus," ujarnya.

Adapun bagi orang yang infeksi, peran modulasi Echinacea lebih ke arah untuk menghambat pembentukan IL-6, sehingga jumlah sitokin pro-inflamasi dapat dikurangi. Hal itu untuk menekan risiko terjadinya komplikasi pada infeksi tsb.

"Jadi zat ini aman untuk dikonsumsi dan bermanfaat bagi daya tahan tubuh, jika di gunakan sesuai dengan aturan pakai."

Pada kesempatan yang sama, dokter spesialis penyakit dalam,  Agus Joko Susanto menyatakan sistem imun tubuh manusia sangat kompleks. Sistem imun menurut dia terbagi dalam sistem imun inate dan adaptif.

Sistem imun akan berada dalam kondisi homeostasis (seimbang) selama tubuh manusia sehat.  Sementara imunomodulator terbagi tiga, yaitu sebagai imunostimulator, imunsupresor dan imunoregulator.

Ketiganya saling mengontrol dan saling menyeimbangkan. Apabila jumlah salah satunya rendah,  jumlah imunomudulator lain akan naik, begitu pun sebaliknya hingga kondisi tubuh mencapai homeostasis.

“Kekhawatiran sistem imun akan over stimulasi bila diberikan imunostimulan dari luar tidak sepenuhnya benar, karena ketiga hal tersebut di atas yang akan mengatur untuk menuju homeostasis,” ujar Agus. (RO/A-1)

Baca Juga

Ilustrasi

Ini Produk Pilihan bagi yang Intolerasi Laktosa

👤Antara 🕔Selasa 02 Juni 2020, 23:58 WIB
Orang yang memiliki intoleransi laktosa bisa melatih diri minum susu secara bertahap hingga akhirnya tubuh...
MI/Syarief Oebaidillah

Dukung Pembatalan Haji, SATHU Ingin Minta Penjelasan Detail Menag

👤Syarief Oebaidillah 🕔Selasa 02 Juni 2020, 22:44 WIB
SATHU ingin mendapatkan penjelasan secara detail mengenai pembatalan tersebut dari Menteri Agama Fachrul...
Ilustrasi

Waspada Dampak Psikologis Pandemi, Dari Cemas hingga Bunuh Diri

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Selasa 02 Juni 2020, 22:14 WIB
Pandemi menciptakan dampak berganda dari sisi psikologis, selain ancaman penyakit yang menimbulkan rasa cemas dan panik, ada yang dilanda...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya