Jumat 27 Maret 2020, 16:00 WIB

Covid-19 Dapat Bertahan Hingga 5 Hari di Sepatu

Melalusa Susthira K | Weekend
Covid-19 Dapat Bertahan Hingga 5 Hari di Sepatu

Unsplash/ Phil Shaw
Sepatu yang terbuat dari plastik atau bahan sintetis juga disebutnya dapat membawa virus hidup selama berhari-hari.

VIRUS SARS-CoV-2 penyebab covid-19 diketahui dapat menempel di banyak permukaan, termasuk gagang pintu, kotak kardus, sakelar lampu, hingga troli belanja. Namun spesialis penyakit menular baru-baru ini mengungkapkan bahwa SARS-CoV-2 dapat bertahan hidup hingga lima hari di sol sepatu. Hal itu disinyalir karena alas kaki kemungkinan membawa virus sehabis dipakai di daerah ramai seperti supermarket, bandara, atau angkutan umum.

Selain sol sepatu diketahui memang menjadi tempat berkembang biaknya bakteri, jamur, ataupun virus, namun permukaan bagian atas sepatu, tali, maupun hak sepatu juga dapat terpapar virus SARS-CoV-2 yang dibawa di udara dari partikel kecil tetesan saluran pernapasan (droplet) orang yang terinfeksi covid-19.

Menurut spesialis penyakit menular Mary E. Schmidt, virus SARS-CoV-2 dapat bertahan hidup di sol sepatu berbahan karet, kulit, maupun PVC selama lima hari atau lebih. Sepatu yang terbuat dari plastik atau bahan sintetis juga disebutnya dapat membawa virus hidup selama berhari-hari, namun ia mencatat diperlukan lebih banyak penelitian.

Meskipun demikian, spesialis kesehatan masyarakat Kansas City, Carol Winner, menyebut sampai saat ini belum ada bukti yang menunjukkan virus dapat tertular dari sepatu, karena letaknya yang jauh dengan saluran pernapasan. Sebaliknya ia menggarisbawahi agar individu lebih fokus pada kebersihan pribadi dan rutin mencuci tangan, dan menyarankan agar melepas sepatu sebelum memasuki rumah.

"Jika Anda dapat meninggalkannya (sepatu) di garasi atau di pintu masuk Anda, itu akan ideal. Tidak ada bukti untuk mengatakan bahwa coronavirus masuk ke dalam rumah dari sepatu. Secara pragmatis, (sepatu) berada di bagian tubuh yang paling jauh dari wajah kita, dan kita tahu bahwa risiko penularan terbesar adalah dari orang ke orang, bukan sepatu ke orang," terangnya kepada HuffPost.

Orang yang tidak bekerja dari rumah (work from home) dan harus menempuh perjalanan bekerja, seperti petugas kesehatan atau karyawan toko, disarankan untuk menggunakan sepatu yang memang hanya digunakan untuk bekerja. Selain itu Mary E. Schmidt juga menyarankan bahwa individu yang memakai sepatu berbahan kain atau kanvas untuk mencucinya dengan air panas dan sabun, sedangkan sepatu kulit atau bot dibersihkan dengan lap desinfektan. Selain itu, cucilah tangan cuci tangan setiap kali menyentuh sepatu kerja. (M-1)

Baca Juga

Unsplash

Faktor Gen Ternyata Memengaruhi Sensitivitas Seseorang

👤Bagus Pradana 🕔Kamis 04 Juni 2020, 01:48 WIB
Penelitian melibatkan 2.800 responden yang merupakan anak kembar (baik identik maupun tidak...
Unsplash/ Roberto Valdivia

Dianggap Atasi Cemas, Studi Tunjukkan Ganja Berakibat Sebaliknya

👤Fathurrozak 🕔Rabu 03 Juni 2020, 18:30 WIB
Konsumsi ganja yang mengandung tetrahidrokanabinol (THC) berkonsentrasi tinggi secara rutin, justru dapat menyebabkan meningkatnya...
Unsplash/Mimi Thian

Agar Stres WFH Tidak Berlanjut ke Risiko Stroke

👤Fetry Wuryasti 🕔Rabu 03 Juni 2020, 15:30 WIB
Risiko stres tetap mengintai saat WFH terutama karena makin kaburnya batasan antara jam kerja dengan waktu...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya