Jumat 27 Maret 2020, 13:30 WIB

Pengamat: Blokade Perbatasan Cegah Warga Keluar Jakarta

Putri Anisa Yuliani | Megapolitan
Pengamat: Blokade Perbatasan Cegah Warga Keluar Jakarta

ANTARA/Aprillio Akbar
Warga beraktivitas di depan pintu masuk Pasar Tanah Abang yang tutup di Jakarta

 

PENGAMAT kebijakan publik Universitas Trisakti Trubus Rahadiansyah mengungkapkan pemerintah harus mengambil langkah cepat untuk menghalau warga yang hendak eksodus keluar Jabodetabek.

Hal itu harus dilakukan untuk mencegah warga yang berpotensi menjadi pembawa atau carrier virus korona atau Covid-19 menularkan ke warga daerah lain yang masih aman.

Terlebih, saat ini, larangan secara wajib belum dikeluarkan sehingga membuat warga yang berasal dari daerah lain namun bekerja di Jakarta hendak berbondong-bondong mudik lebih awal.

Baca juga: Baznas Bazis DKI Sumbang Makanan dan Hand Sanitizer untuk Warga

"Memang tidak mau ada lockdown. Tapi semestinya untuk yang mau keluar daerah sebaiknya tetap tidak boleh. Caranya, pertama, blokade jalur-jalur perbatasan," kata Trubus saat dihubungi Media Indonesia, Jumat (27/3).

Jalan tol serta jalan-jalan alternatif sebaiknya ditutup total bagi kendaraan pengangkut orang dan hanya diperbolehkan bagi angkutan barang.

Menurutnya, blokade ini paling efektif dibandingkan dengan menaikkan tarif tol. Sebab, semahal apapun tarif dinaikkan, warga akan tetap rela mengeluarkan uang.

Jalur-jalur alternatif harus dijaga juga. Sebab, ia memperkirakan akan banyak pemudik menggunakan sepeda motor.

"Karena mereka mau mudik lebih awal, saat ini PO bus belum banyak selain itu tidak ada mudik gratis. Jadi nanti akan banyak pemudik naik motor," tukasnya.

Sebagai langkah antisipasi, Puskesmas maupun RSUD di daerah harus disosialisasikan agar mau menyediakan fasilitas ruang isolasi bagi warga yang berhasil pulang ke daerah asal.

Jajaran RT, RW, lurah, hingga camat harus turun mengawasi warganya yang baru datang dari kawasan Jabodetabek yang menjadi episenter Covid-19.

"RT harus mengawasi jangan sampai warga yang diisolasi ini kabur atau dikunjungi dekat oleh keluarganya. Petugas kesehatan dan alat kesehatannya juga harus lengkap untuk antisipasi," tandasnya. (OL-1)

Baca Juga

Instagram @paull_21

Ombudsman Sebut Kompol Fahrul Pantas Dicopot

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 03 April 2020, 23:50 WIB
"Anda minta rakyat tertib tapi memberi contoh yang sebaliknya, itu kan bener-bener enggak baik,”...
MI/Insi Nantika

PKS Bantah Pecah Suara Soal Penundaan Pilwagub DKI

👤Insi Nantika Jelita 🕔Jumat 03 April 2020, 22:45 WIB
Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD DKI Jakarta, Mohammad Arifin membantah pihaknya pecah suara soal penundaan pemilihan...
 MI/ANDRI WIDIYANTO

Polisi Dilarang Mudik di Hari Raya karena Covid-19

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Jumat 03 April 2020, 20:45 WIB
Kapolri Jenderal (Pol) Idham Azis mengeluarkan Surat Telegram yang berisikan larangan untuk polisi dan pegawai negeri sipil di lingkungan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya