Jumat 27 Maret 2020, 05:43 WIB

Kasus Covid-19 di Indonesia Diramalkan Capai 34 Ribu

Marcheilla Ariesta | Humaniora
Kasus Covid-19 di Indonesia Diramalkan Capai 34 Ribu

AFP/BAY ISMOYO
Pekerja menyemprotkan cairan disinfektan di komplek perumahan untuk mencegah penyebaran virus korona.

 

SEBUAH studi dari London School of Hygiene dan Tropical Medicine mengatakan kasus infeksi virus korona (Covid-19) yang diumumkan di Indonesia belum semua. Menurut studi tersebut, hanya 2% dari infeksi virus korona di Indonesia yang telah dilaporkan.

“Berarti, jumlah infeksi virus di Indonesia bisa mencapai lebih dari 34.000 kasus. Jumlah ini lebih tinggi dari kasus yang tercatat di Iran, yakni 27.000,” sebut hasil studi itu.

Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melakukan simulasi penyebaran virus korona atau Covid-19. Beberapa skenario digambarkan dalam simulasi itu.

Baca juga: Pilar-Pilar Sosial Gigih Edukasi Pencegahan Covid-19 di Daerah

"Dari hasil simulasi forkopimda, DKI Jakarta paling banyak terpapar oleh virus ini. Skenario terburuk adalah bisa mencapai 6.000-8.000 orang positif," kata Pangdam Jaya Mayjen TNI Eko Margiyono dalam video konferensi pers di Jakarta, Kamis (26/3).

Sementara The Guardian, Kamis (26/3, melaporkan jika sebelumnya juga ada studi dari Universitas Harvard yang menganalisa lalu lintas udara dari Wuhan, kota di Tiongkok yang merupakan pusat awal virus menyebar. Dalam analisa yang disampaikan Februari lalu tersebut, disebutkan jika seharusnya Indonesia sudah ada yang terkena infeksi.

Namun, kala itu, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengatakan analisa itu 'menghina' dan menyatakan Indonesia sedang dalam siaga tinggi. Namun, pada 2 Maret lalu, pertama kalinya Indonesia mengumumkan kasus Covid-19.

Meski demikian, menurut para peneliti itu, adalah perkiraan kasar berdasarkan analisis awal dan belum ditinjau lebih lanjut.

Saat ini, Indonesia memiliki 893 pasien kasus virus korona yang tersebar di seluruh wilayah di negeri ini. Dari angka tersebut, 78 dilaporkan meninggal dunia dan 35 lainnya sembuh.

Angka kematian tersebut yang tertinggi di seluruh Asia Tenggara. Laporan mengatakan demografi suatu negara dapat memengaruhi angka kematian dari Covid-19, walaupun belum ada studi mengenai hal itu.

"Tingkat keparahan sangat berkorelasi dengan usia, yang berarti kita perlu memperhitungkannya agar lebih akurat," kata penulis utama studi itu, Timothy Russell.

Ibu kota Jakarta menjadi wilayah terparah dengan ratusan kasus, disusul Banten dan Jawa Barat. Kasus-kasus tampaknya tersebar, bahkan hingga ke provinsi paling timur Indonesia.

Akses ke layanan kesehatan berkualitas terbatas di provinsi. Indonesia memiliki 321.544 tempat tidur rumah sakit, yang setara dengan sekitar 12 tempat tidur per 10.000 orang. Angka tersebut jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan Korea Selatan yang memiliki 115 tempat tidur per 10.000 orang.

Saat ini, Indonesia menggunakan wisma atlet yang dibangun untuk Asian Games 2018 sebagai rumah sakit darurat. Diharapkan tempat itu akan mampu merawat 24.000 pasien.

Gubernur Jakarta Anies Baswedan telah menyatakan keadaan darurat di ibu kota. Dia mendesak sektor usaha dan kelompok agama untuk mengambil tindakan menghentikan penyebaran virus.

Semua tempat wisata dan hiburan telah ditutup, dan transportasi umum juga terbatas. Pemerintah sudah menjanjikan pengujian cepat dan mendesak masyarakat untuk tinggal di rumah. Sekarang ini, proses uji cepat sedang diluncurkan di tiga provinsi tertinggi dengan menggunakan alat bantuan dari Tiongkok dan Korea Selatan. (OL-1)

Baca Juga

Antara

Achmad Yurianto Ingatkan Penggunaan Masker Untuk Semua

👤Ihfa Firdausya 🕔Minggu 05 April 2020, 17:55 WIB
Juru bicara pemerintah untuk penanganan covid-19 Achmad Yurianto menegaskan penggunaan masker untuk semua harus...
Antara

Kemenkes Sebut PSBB Lebih Ketat Atur Kegiatan Penduduk

👤Ihfa Firdausya 🕔Minggu 05 April 2020, 17:45 WIB
Sekjen Kemenkes Oscar Primadi dalam teleconference di Gedung BNPB hari ini (5/4) menyebut PSBB diharapkan lebih ketat mengatur masyarakat...
Ilustrasi

Menag Dorong Percepatan Pembayaran dan Pendistribusian Zakat

👤Syarief Oebaidillah 🕔Minggu 05 April 2020, 17:24 WIB
Menteri Agama Fachrul Razy mendorong Baznas dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) untuk mempercepat pembayaran dan pendistribusian zakat harta (mal)...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya