Kamis 26 Maret 2020, 11:00 WIB

Perusahaan Global Mulai Berhitung di Tengah Pandemi Covid-19

Ghani Nurcahyadi | Ekonomi
Perusahaan Global Mulai Berhitung di Tengah Pandemi Covid-19

Dok. Lanxess
Kantor Lanxess

 

PANDEMI Covid-19 secara global ikut meruntuhkan proyeksi ekonomi dunia. Sejumlah perusahaan pun mulai menghitung beban yang harus ditanggung disaat perekonomian melambat akibat wabah yang sudah berlangsung selama 3 bulan itu.

Perusahaan bahan kimia khusus asal Jerman, Lanxess AG memprediksi pandemi Covid-19 akan menahan laju pertumbuhan EBITDA prapegecualian tahun ini setelah mendapat momentum pada pencatatan tahun lalu yang mencapai 1.019 miliar euro atau naik 3.3% dibanding 2018.

Chairman of tbe board of Managemen Lanxess AG Matthias Zachert memprediksi, tahun ini, EBITDA prapengecualian perusahaannya berada pada level 900 juta-1 miliar Euro.

"Untuk kuartal pertama 2020, Lanxess mengantisipasi biaya sekitar 20 juta euro dari pandemi virus korona," kata Zachert dalam keterangan tertulisnya.

Zachert menilai, tahun ini, pertumbuhan di segmen perlindungan konsumen (customer protection) akan kembali jadi motor pertumbuhan Lanxess tahun ini. Dalam segmen ini, unit bisnis Lanxess diantaranya, Saltigo, Liquid Purification Technologies, dan Material Protection.

Baca juga : Terus Naik, Harga Emas Antam Capai Rp 924 Ribu/Gram

Portofolio produk pada segmen itu mencakup bahan aktif untuk industri pertanian dan farmasi, penolak serangga dan disinfektan, serta teknologi pemrosesan dan pembersihan air.

"Produk consumer protection kami ditandai dengan pertumbuhan yang menarik dan stabil. Di saat yang sama, keahlian kami bertahun-tahun di pasar yang ketat memberikan keunggulan kompetitif," ujar Zachert.

Di sisi lain, tahun ini Lanxess juga akan memulai uji kelayakan teknologi baterai lewat kerja sama dengan Standard Lithium. Lanxess menyediakan bahan baku bromin dari hasil ekstraksi larutan garam yang kemudian diolah oleh Standard Lithium menjadi baterai. Fasilitas percontohan sudah beroperasi awal Maret 2020.

"Di tahun 2020, kami akan semakin mengabdikan diri pada bisnis perlindungan konsumen dengan margin tinggi dan aplikasi-aplikasi baru di bidang teknologi baterai," tukas Zachert.

Di sisi lain, hasil keuntungan tahun lalu rencananya akan dikonversi Lanxess dengan membagikan dividen sekitar 0,95 euro per lembar saham pada Mei mendatang. Dividen itu lebih tinggi 6% dibanding tahun sebelumnya. (RO/OL-7)

Baca Juga

MI/ARYA MANGGALA

Tarif Baru Wajib Pajak Badan Bisa Diberlakukan

👤Wan/E-1 🕔Minggu 05 April 2020, 07:50 WIB
Untuk masa pajak April 2020, dihitung berdasarkan laba fiskal yang dilaporkan pada SPT Tahunan 2019, tetapi sudah menggunakan tarif baru,...
Dok Setkab

Pemerintah telah Antisipasi Maraknya PHK

👤Suryani Wandari Putri Pertiwi 🕔Minggu 05 April 2020, 07:45 WIB
Pemegang kartu prakerja menerima total bantuan Rp3.550.000. Rinciannya, insentif Rp600 ribu selama empat bulan, biaya survei senilai...
MI/ROMMY PUJIANTO

Hari Ini, Donasi LG untuk Covid-19 Tiba di Indonesia

👤Suryani Wandari Putri Pertiwi 🕔Minggu 05 April 2020, 07:30 WIB
Perusahaan elektronik asal Korea Selatan, LG, merealisasikan janji untuk memberikan bantuan bagi penanggulangan wabah  virus korona...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya