Kamis 26 Maret 2020, 21:44 WIB

Keamanan Garda Terdepan Penanganan Covid-19 Harus Jadi Perhatian

Putra Ananda | Politik dan Hukum
Keamanan Garda Terdepan Penanganan Covid-19 Harus Jadi Perhatian

Dok. Sekretariat MPR
Wakil ketua MPR Lestari Moerdijat

 

WAKIL Ketua MPR Lestari Moerdijat meminta pemerintah agar terus meningkatkan aspek keamanan terhadap frontliner yang terlibat dalam penanganan Covid-19.

Memasuki tahap rapid test di sejumlah daerah, menurut Rerie sapaan akrab Lestari, juga meningkatkan risiko terhadap para frontliner seperti tenaga medis, tim pengamanan, petugas rumah sakit dan sejumlah tenaga garda depan yang berada di lingkungan suspect Covid-19 dirawat.

"Bisa dibayangkan semakin luasnya sasaran pemeriksaan, itu artinya semakin besar potensi bersinggungannya para frontliner ini dengan para suspect, orang dalam pengawasan atau pasien dalam pengawasan," jelas Rerie.

"Berita kematian sejumlah dokter dan paramedis yang menangani suspect Covid-19, diskriminasi terhadap para tenaga medis, serta sejumlah tenaga keamanan yang terpapar virus korona saat bertugas, menjadi keprihatinan tersendiri bagi Kita semua,“ ujarnya lagi.

Apalagi, jelasnya, dalam data yang dikeluarkan oleh laman web worldometers pada 24 Meret lalu, Indonesia menduduki peringkat empat dunia dalam rasio kematian pasien positif corona. Posisi pertama ditempati oleh negara San Marino dimana rasio kematiannya 11,2%, yakni dari 187 pasien positif corona, 21 meninggal dunia. Posisi kedua ditempati oleh Italia dengan 69.176 pasien positif, 6.820 meninggal (9,8%).

Baca juga : Didesak Potong Gaji, Pimpinan KPK: Anggaran Pemerintah Cukup

Di posisi ketiga adalah Iraq dengan rasio kematian 8,5%, yakni dari 316 pasien positif Covid-19, 27 meninggal. Berdasarlan data dari 24 provinsi, Indonesia di posisi ke empat dengan rasio kematian 8%, yakni dari 686 positif Covid-19, 55 meninggal dunia.

Angka tersebut mengkhawatirkan di tengah para ahli memprediksi penyebaran Covid-19 akan mencapai puncaknya pada April ini.

Menurut Rerie, statistik yang dirilis oleh worldometers terhadap fenomena penyebaran Covid-19 itu patut menjadi perhatian semua kalangan. Sebab, eskalasi penularan virus belum menunjukkan tanda-tanda menurun.

Sejak diumumkan kasus pertama Covid-19 pada 2 Maret yang lalu, penyebarannya sangat cepat . Bukan lagi terpusat di kota-kota besar tapi juga sudah menyebar di kota-kota kecil di Pulau Jawa.

Rasio kematian Covid-19 ini tidak bisa dilepaskan dari kualitas perawatan pasien sesaat setelah divonis positif, di samping sistem imunitas pasien itu sendiri.

"Menekan rasio kematian Covid-19 tergantung bagaimana kesiapan semua pihak dalam menyediakan perawatan pasien positif dengan standar yang baik. Hal ini juga tidak hanya menjadi tugas pemerintah. Masyarakat dalam hal ini harus berperan. Masyarakat harus mampu menjaga diri dan lingkungannya, dan dengan demikian angka terpapar bisa ditekan dan pasti akan menekan angka kematian juga,” ujar legislator Partai NasDem itu.

Selain itu, Rerie juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bahu-membahu membantu pemerintah agar dapat menyiapkan jumlah tenaga medis yang memadai, fasilitas kesehatan yang mumpuni, hingga persediaan Alat Perlindungan Diri (APD) yang cukup hingga masa darurat yang ditentukan pemerintah berakhir.

Rerie mengapresiasi langkah pemerintah dalam pemenuhan kebutuhan dasar dalam menangani wabah Covid-19 ini.

“Pemerintah sudah membebaskan pajak alat kesehatan penanganan korona, juga terus menambah tenaga medis di wilayah-wilayah yang tertular wabah korona tertinggi. Dan yang paling penting juga pemerintah telah menyediakan insentif bagi masing-masing pelaksana tugas,” ujarnya.

Menekan penularan Covid-19 dengan social distancing adalah bagian sangat penting dari skenario pemerintah untuk memutus rantai penularan Covid-19 dalam skala besar. Social distancing terbukti berhasil menekan penularan di berbagai negara.

Jepang, misalnya, menerapkan social distancing sejak kasus pertamanya pada Februari 2020. Jepang juga tercatat menjadi negara yang mampu menekan rasio kematian hanya 3%.

Keberhasilan Jepang ditopang dengan perawatan pasien yang baik, kesadaran penuh dari semua warga untuk melakukan social distancing, hingga kesigapan penanganan kasus baru Covid-19.

Sama dengan Jepang, menurut Rerie, Indonesia sangat mampu menekan penularan Covid-19 asal semua pihak berdisiplin melakukan social distancing dengan penuh kesadaran. Semangat kemanusiaan secara bersama-sama, menurut Rerie, akan mengurangi penularan.

“Ketika pemerintah meningkatkan standar penanganan pasien positif korona maka akan memperkecil rasio kematian sekaligus juga meningkatkan harapan hidup pasien. Juga masyarakat ketika melakukan social distancing secara tertib dan disiplin akan mengurangi pasien yang terpapar korona. Setiap dari kita berkontribusi untuk melawan wabah korona,” ujarnya.

Baca juga : Sempat Bertamu ke Ombudsman, Komisioner KPU Langsung Tes Covid-19

Pada bagian lain, Rerie menyoroti data terkait penyebaran virus korona yang dirilis Reuters. Kantor berita yang berbasis di London itu menilai Indonesia bisa menjadi pusat pandemi baru dari virus Corona ini.

Menurut Reuters, Indonesia terlambat menghadapi lonjakan kasus virus korona sehingga tidak mampu menghadapi wabah.

Bahkan studi Pusat Pemodelan Matematika untuk Penyakit Menular yang berbasis di London yang dirilis pada Senin lalu memperkirakan bahwa hanya 2 persen dari infeksi virus Corona di Indonesia yang dilaporkan.

"Saya rasa pemerintah perlu menjelaskan dan menanggapi munculnya sejumlah analisa dari berbagai pihak ini. Sehingga tidak terjadi kebingungan dan kita semua memahami kondisi saat ini, termasuk menerima pertimbangan yang mendasari langkah yang diambil pemerintah," jelas Rerie.

Di samping itu, Rerie juga meminta pemerintah melakukan evaluasi atas langkah-langkah dan kebijakan yang telah diambil berkenaan dengan penanganan wabah COVID-19, dan mendorong pemerintah untuk mengambil langkah-langkah lanjutan dan bahkan langkah radikal bila diperlukan. (RO/OL-7)

Baca Juga

Medcom.id/Fachri Auhdia Hafiez

Rasuah akibat Birokrasi

👤Cahya Mulyana 🕔Senin 26 Oktober 2020, 05:02 WIB
Dari catatan KPK, besaran uang pelicin untuk memperjuangkan dana transfer daerah mencapai 1% dari total...
DOK DTJEN BINA MARGA

Kementerian PUPR Tetap Lanjutkan Pembangunan Jalan Tol

👤Gan/S1-25 🕔Senin 26 Oktober 2020, 04:56 WIB
Target jangka panjang, pemerintah ingin waktu tempuh jalan tol bisa tereduksi hingga 1,5 jam per 100 km. Rencana itu bisa tercapai jika...
Medcom.id

Pengesahan UU Cipta Kerja Beri Kepastian

👤Dhk/Cah/P-1 🕔Senin 26 Oktober 2020, 04:42 WIB
Hanya Pasal 46 yang dikeluarkan dari naskah UU Cipta Kerja lantaran pasal itu dalam proses di Panja DPR sebelumnya disepakati untuk...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya