Kamis 26 Maret 2020, 21:24 WIB

15.000 Relawan Mahasiswa Jalani Pelatihan Hadapi Covid-19

Atikah ishmah Winahyu | Humaniora
15.000 Relawan Mahasiswa Jalani Pelatihan Hadapi Covid-19

Antara/Mohammad Hamzah
Pemnuatan APD oleh SMK yang akan digunakan oleh tenaga penanganan Covid-19

 

SEBANYAK 15.000 mahasiswa mendaftar sebagai sukarelawan dalam penanganam pandemo virus koroma Covid-19 di Indonesia. Gerakan sukarelawan itu merupakan kerja sama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia (ISMKI).

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim pun mengapresiasi dukungan yang sangat besar dari para mahasiswa.

“Ini sangat luar biasa. Gerakan ini bisa terwujud karena motivasi kuat para mahasiswa kesehatan dan bidang-bidang lain yang ditunjang semangat gotong royong memberikan kontribusi secara sukarela bagi masyarakat demi memerangi pandemi yang mengancam masa depan Indonesia,” kata Nadiem dalam pernyataan resmi, Kamis (26/3).

Nadiem menjelaskan, bantuan sukarela para mahasiswa bidang kesehatan dan bidang-bidang terkait lain merupakan bagian penting dalam membantu pemerintah menangani wabah Covid-19.

Relawan mahasiswa akan bertugas untuk melakukan program-program preventif dan promotif melalui komunikasi, informasi, dan edukasi kepada masyarakat terkait Covid-19.

Baca juga :https://mediaindonesia.com/read/detail/299143-cegah-korona-warga-diimbau-jaga-kualitas-air-dan-udara

Relawan mahasiswa juga dapat membantu pemerintah daerah melakukan pelacakan (tracing and tracking), membantu pelayanan call center di pusat maupun daerah serta pusat-pusat layanan Covid-19.

“Mari kita tunjukkan bahwa anak-anak muda Indonesia secara sukarela berani dan bisa menyelamatkan nyawa-nyawa masyarakat Indonesia. Mari bersama kita taklukkan pandemi Covid-19. Mari kita tunjukkan bahwa institusi-institusi pendidikan bisa bergerak menjadi ujung tombak melawan pandemi ini," imbuhnya.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendikbud Nizam menambahkan, selain mengajak mahasiswa bidang kesehatan secara sukarela, Kemendikbud juga mendorong dan berkolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi negeri untuk menyiapkan Fakultas Kedokteran dan Rumah Sakit Pendidikan sebagai sub center tes Covid-19.

Rumah Sakit Pendidikan di bawah Kemendikbud juga disiapkan untuk merawat pasien Covid-19 sesuai kapasitas masing-masing.

“Saat ini terdapat 13 Fakultas Kedokteran dan 13 Rumah Sakit Pendidikan yang ditunjuk Kementerian Kesehatan sebagai laboratorium untuk tes Covid-19,” jelas Nizam.

Lebih lanjut, Nizam mengungkapkan, pelatihan pembekalan bagi relawan mahasiswa akan dilangsungkan selama tiga hari dengan pemateri dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Kementerian Kesehatan dan para dokter senior.

Pelatihan ini menjadi bagian sangat penting agar para relawan paham dan bertindak sesuai protokol yang diberikan.

"Pelatihan menghadapi Covid-19 ini sangat penting untuk menjaga keamanan dan meningkatkan kompetensi relawan dengan baik. Meskipun lewat daring, pelatihan tetap berjalan optimal dan diharapkan nanti relawan mahasiswa akan berjalan sesuai prosedur yang diberikan," tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, Perwakilan WHO Navaratnasamy Paranietharan mengatakan, kondisi dunia saat ini semakin buruk akibat wabah Covid-19. Pandemi yang tersebar secara global menyerang hampir setiap negara di dunia.

"Dunia harus siap menghadapi pandemi berskala besar, yang terbesar yang pernah terjadi selama satu abad ini. Pesan bagi mahasiswa yang akan menjadi relawan bahwa diharapkan menggunakan kesempatan ini untuk mendapatkan pelajaran berharga dan membantu masyarakat," ungkap Paranietharan.

Baca juga : Baznas Berdayakan Pengemudi Ojol di tengah Wabah Covid-19

Dia menambahkan, WHO telah melakukan eksperimen dalam skala besar untuk menangani Covid-19.

WHO membagi percobaan metode penanganan/pengobatan ke dalam empat kelompok besar di mana Indonesia masuk dalam metode penanganan tersebut. Dengan demikian, masyarakat diharapkan akan mendapatkan perawatan sesuai kondisinya.

"Selama masa menjadi relawan, mahasiswa harus mampu menjaga diri. Ambil langkah pencegahan dan penanganan yang tepat selama mengikuti aktivitas. Jika merasakan tekanan selama masa pengabdian, bicaralah kepada dosen atau profesor di tempat kalian agar dapat menenangkan diri," terangnya.

Paranietharan juga meminta para relawan tetap tenang, menjaga kesehatan, dan tetap berpikir positif.

"Kami ingin Anda tetap aman. Jadi silakan mengambil langkah-langkah perlindungan dasar yang diperlukan seperti sering cuci tangan, melakukan strategi yang tepat, siapapun yang sakit harap menjauhkan diri, berusaha menjaga jarak secara fisik. Ini adalah langkah-langkah penting untuk menjaga diri anda tetap aman dan sehat," tutupnya. (OL-7)

Baca Juga

MI/Ramdani

Ahli: Covid-19 Akan Berlalu, Tapi Tetap Jaga Jarak Sosial

👤Rudy Polycarpus 🕔Sabtu 28 Maret 2020, 23:03 WIB
Berdasarkan analisanya, pandemi corona tidak akan berlangsung berbulan-bulan seperti prediksi banyak...
Antara

Pemprov DKI Dapat Tambahan 15 ribu APD

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Sabtu 28 Maret 2020, 21:24 WIB
"Kita setiap hari membutuhkan seribu. Itu kemarin. Bisa jadi nanti karena ada perkembangan jumlah yang dibutuhkan lebih besar,"...
Antara

Ganjar: Jika Sayang Keluarga, Jangan Pulang Kampung

👤Rudy Polycarpus 🕔Sabtu 28 Maret 2020, 20:06 WIB
Menurut Ganjar, pulang kampung saat pandemi korona ialah tindakan nekat karena membahayakan orang lain, terutama orang lanjut...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya