Kamis 26 Maret 2020, 19:07 WIB

Pantau Pasien Covid-19, Kemenkominfo Gunakan Tracetogether

Ihfa Firdausya | Humaniora
Pantau Pasien Covid-19, Kemenkominfo Gunakan Tracetogether

Antara/Hafidz Mubarak
PetugasĀ memeriksa alat kesehatan di ruang IGD rumah sakit darurat Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran.

 

KEMENTERIAN Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menggunakan aplikasi yang dikembangkan operator telekomunikasi untuk memantau pasien positif virus korona (Covid-19).

Aplikasi bernama Tracetogether akan terpasang pada telepon pintar milik pasien positif Covid-19. Dalam hal ini, untuk memberikan penanganan darurat terhadap pasien.

Melalui aplikasi tersebut, Kominfo dapat melakukan tracing, tracking, dan fencing. Serta, memberikan peringatan jika melewati lokasi isolasi dan dapat me-log pergerakan pasien positif dalam 14 hari ke belakang.

Baca juga: Jubir: Sebaran Covid-19 Didominasi di DKI Jakarta

"Aplikasi ini juga dapat terhubung dengan operator selular lainnya untuk menghasilkan visualisasi yang sama. Berdasarkan hasil tracing dan tracking, nomor sekitar pasien positif Covid-19 yang terdeteksi akan diberikan warning agar segera menjalankan protokol ODP (Orang Dalam Pemantauan)," ujar Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G. Plate, melalui telekonferensi, Kamis (26/3).

Hal tersebut diatur dalam Keputusan Menteri Kominfo Nomor 159 Tahun 2020 tentang Upaya Penanganan Covid-19 Melalui Dukungan Sektor Pos dan Informatika. "Penyelenggaraan tracing, tracking dan fencing melalui infrastruktur, sistem dan aplikasi telekomunikasi ini mendukung surveilans kesehatan, yang dilakukan sesuai regulasi,” jelas Johnny.

Penyelenggaraan surveilans terkait Covid-19 meliputi pengumpulan data, pengolahan data, analisis data dan diseminasi. Keputusan Menteri Kominfo juga menetapkan beberapa hal. Pertama, operator telekomunikasi diimbau menyediakan layanan telekomunikasi dan internet dengan kapasitas dan kualitas baik selama masa darurat.

Baca juga: Status Darurat Bencana Covid-19 Diperpanjang Hingga 29 Mei 2020

Di lain sisi, operator telekomunikasi diharapkan melakukan optimasi, operasional dan pemeliharaan (operation and maintenance) jaringan telekomunikasi. "Termasuk Base Transceiver Station (BTS), beserta alat dan perangkat telekomunikasi lain. Itu dengan tetap mematuhi kebijakan pemerintah terkait pembatasan interaksi dan menjaga jarak aman (physical distancing)," imbuhnya.

Selanjutnya, operator telekomunikasi juga diimbau menyediakan produk dan solusi yang mendukung kebijakan Presiden Joko Widodo untuk bekerja dari rumah, belajar dari rumah dan ibadah di rumah. "Keputusan Menteri ini bersifat khusus. Berlaku hanya untuk keadaan darurat wabah, sampai pemerintah menyatakan keadaan kondusif," tutur Johnny.

Johnny mengatakan pemerintah juga memonitor pergerakan orang di masa darurat dalam rangka physical distancing melalui data telepon pintar (Nomor HP/MSISD-Mobile Subscriber Integrated Services Digital Network Number) berdasarkan data BTS. Peringatan dapat diberikan melalui pesan singkat.(OL-11)

 

Baca Juga

Antara/Novrian Arbi

Aturan Teknis Resmi Berlaku, Begini Cara Daerah Ajukan PSBB

👤Atalya Puspa 🕔Sabtu 04 April 2020, 21:25 WIB
"Ya, sudah diteken Menkes. Jadi Permenkes no. 9 tahun 2020," kata Kepala Biro Hukum dan Organisasi Sekretariat Kementerian...
Dok. BIN

BIN Donasikan Alkes kepada RSUP Persahabatan

👤Cahya Mulyana 🕔Sabtu 04 April 2020, 20:13 WIB
Bantuan itu merupakan langkah nyata dan bentuk kolaboratif dalam membantu penanganan...
Istimewa

Gas Hidrogen Disebut Bermanfaat untuk Bantu Pasien Covid-19

👤Wisnu AS 🕔Sabtu 04 April 2020, 19:23 WIB
Sitokin atau protein kecil berfungsi dalam sistem...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya