Kamis 26 Maret 2020, 18:53 WIB

Terkait Covid-19, Pengamat: Tokoh Jangan Sesatkan Publik

Antara | Humaniora
Terkait Covid-19, Pengamat: Tokoh Jangan Sesatkan Publik

ANTARA/Laily Rahmawaty
Pengamat sosial dari Universitas Indonesia dan penggiat literasi digital, Dr Devie Rahmawati,SSos,MHum.

 

PENGAMAT sosial dari Universitas Indonesia dan penggiat literasi digital, Devie Rahmawati, berharap tidak ada tokoh yang malah menyesatkan publik terkait wabah virus korona atau Covid-19 yang telah menjadi bencana kemanusiaan yang menelan banyak korban.

Menurut Devie, wabah virus korona bukan hanya tantangan berhubungan dengan penyakit, Indonesia yang telah menerapkan kebijakan social distancing ternyata tidak berjalan mulus dan justru menimbulkan persoalan baru yakni penyakit sosial, seperti maraknya hoaks dan ketegangan sosial di masyarakat.

"Belajar dari even politik terdahulu, di mana banyaknya beredar informasi yang tidak dapat dipertanggungjawaban, yang kemudian berujung pada konflik individual bahkan sosial, maka situasi ini tidak boleh berulang lagi di masa-masa darurat korona," kata Devie Rahmawati, dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kami (26/3).

Baca juga : Peduli Korona, Permata Sumbang 1 Miliar untuk Tenaga Medis

Untuk itu, menurut Devie, diperlukan upaya bersama untuk mengatasi berbagai tantangan sosial dari bencana korona.

Ia meminta para tokoh masyarakat yang terdiri dari aparat negara, tokoh agama, politisi, profesional korporat, hingga para pengajar di berbagai jenjang pendidikan diharapkan bisa meyakinkan masyarakat tentang pentingnya melakukan "physical distancing" sehingga masyarakat dapat terhindar dari serangan virus korona.

"Mengingat, pandemi Cocid-19 telah membuat banyak jatuh korban jiwa. Untuk itu, para tokoh masyarakat seyogyanya dapat menjadi kiblat dan kompas bagi penyampaian informasi yang positif, konstruktif dan empiris berdasarkan data-data yang benar," kata Devie Rahmawati.

Dia menjelaskan secara sosial, masyarakat Indonesia memiliki karakter patron klien atau masyarakat yang berada di hierarki sosial tertinggi memiliki kekuatan untuk didengarkan masyarakat luas.

Oleh karenanya, kata Devie, diharapkan para patron (tokoh) di masyarakat tidak menyampaikan informasi hoaks bahkan pernyataan yang menyesatkan.

"Caranya mudah, para patron ini harus merujuk pada satu informasi yang akurat yaitu yang berasal dari pemerintah," kata Devie.

Dia juga berharap sebagai patron, tentu saja, tidak cukup hanya sekedar menyampaikan pernyataan, tetapi dibutuhkan aksi nyata berupa tetap tinggal di rumah, lalu tidak lagi menghadiri atau bahkan menyelenggarakan kegiatan-kegiatan yang mengundang massa dalam jumlah besar.

"Para patron tersebut juga diharapkan proaktif untuk memoderasi arus lalu lintas informasi di berbagai saluran media sosial seperti WA/Instagram/Facebook/Twitter dan sebagainya. Para tokoh harus selalu siap melakukan koreksi ketika sebuah informasi yang diteruskan oleh masyarakat ternyata belum valid atau bahkan tidak ilmiah," katanya.

Devie menjelaskan bahwa studi–studi ilmiah menunjukkan ketika dalam sebuah kelompok, ada minimal satu orang saja yang berani mengkoreksi sebuah misinformasi maupun disinformasi, maka hal tersebut cukup membuat anggota kelompok lainnya untuk tidak berani mengirimkan informasi yang tidak benar ke orang lain. (Antara/OL-09)

Baca Juga

MI/Permana

Maudy Koesnaedi Dari Zaenab ke Bu Broto

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Jumat 30 Oktober 2020, 03:00 WIB
AKTRIS Maudy Koesnaedi, 45, dipilih sebagai pemeran utama film Losmen Bu Broto yang diangkat dari serial televisi legendaris di era...
Akun YouTube Sekretariat Presiden/Medcom.id

Keteladanan Rasulullah Pandu Indonesia Maju

👤Try/Ant/Hld/Fer/MR/HS/X-6 🕔Jumat 30 Oktober 2020, 02:56 WIB
Barang siapa yang melepaskan kesusahan saudaranya, maka Allah akan melepaskan kesusahannya nanti pada hari...
AFP

Gwen Stefani Tunangan dengan Blake Shelton

👤MI 🕔Jumat 30 Oktober 2020, 02:40 WIB
MUSISI Gwen Stefani, 51, mengumumkan pertunangannya dengan penyanyi country Blake Shelton melalui akun...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya