Kamis 26 Maret 2020, 13:45 WIB

JSIT Dukung Pemerintah Batalkan UN 2020 Karena Covid-19

Selamat Saragih | Humaniora
JSIT Dukung Pemerintah Batalkan UN 2020 Karena Covid-19

Antara
Suasana Ujian Nasional Berbasis Komputer tingkat SMP tahun 2019.

 

JARINGAN Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Indonesia mendukung keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), yang Selasa (24/03/2020), menerbitkan Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020, tentang Pelaksanaan Pendidikan Dalam Masa Darurat Coronavirus Disease (Covid-19), termasuk diantaranya Pembatalan Pelaksanaan UN 2020.

Ketua Umum JSIT Indonesia Mohammad Zahri mengatakan penghapusan UN 2020 di tengah kondisi merebaknya Covid-19 adalah langkah yang sangat tepat dilakukan Mendikbud. 

"Saya menilai langkah yang dilakukan Mas Menteri ini sangat tepat, mengingat kian meluasnya virus Corona di tanah air, sehingga upaya menjaga keselamata jiwa warga sekolah harus diprioritaskan," ungkap dia, Kamis (26/3/2020).

Lebih lanjut, pria asal Surabaya ini menyatakan, pembatalan UN 2020 yang disebabkan wabah korona ini, maka siswa harus tetap belajar jarak jauh atau daring, sehingga memerlukan kreativitas, serta tanggungjawab guru dan sekolah.

"Dampak meluasnya wabah Corona, hingga membuat sekolah memperpanjang masa belajar di rumah, akan mendorong para guru dan kepala sekolah lebih mandiri dan kreatif, untuk merancang pembelajaran jarak jauh atau daring," tegasnya.

Meski UN dibatalkan, lanjut Zahri, Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) yang selama ini didengungkan menjadi pengganti UN pun sebaiknya ditunda dulu untuk tahun ini. Hal ini, menurutnya karena belum ada arahan yang jelas dari pusat.

"AKM yang sebelumnya sempat diwacanakan sebagai pengganti UN di tahun 2021, menurut hemat saya sebaiknya tidak ada untuk tahun ini, karena membutuhkan persiapan yang cukup memakan waktu," tuturnya.

Selain AKM, salah satu rencana yang juga diwacanakan sebagai pengganti Ujian Nasional adalah SK (survey karakter).
Terkait ini, menurut  Zahri, bisa diserahkan ke masing-masing satuan pendidikan sesuai pengembangan karakter yang sudah diterapkan. Dengan begitu, satuan pendidikan akan berlomba-lomba menunjukkan keunikkannya dalam pengembangan karakter yang dibutuhkan masyarakat.

Sementara itu menyikapi kondisi wabah corona yang kian meluas, JSIT Indonesia membentuk Tim Tanggap Bencana Covid-19 yang bertujuan untuk berperan aktif dalam penuntasan wabah virus corona, dengan memfasilitasi adanya pelayanan pendidikan, konseling dan pendampingan bagi siswa dan wali murid serta penguatan kelembagaan bagi sekolah dan guru yang terdampak dengan merebaknya virus Corona ini.

Tim ini nantinya juga akan terlibat aktif memberikan edukasi kepada masyarakat khususnya guru dan wali murid. Edukasi akan dilakukan dengan tetap menjaga protokol pencegahan guna mempercepat penanganan wabah corona yang menimpa bangsa ini. (OL-13)

Baca Juga

INSTAGRAM Amanda Rawles

Amanda Rawles Belanja setelah Karantina Usai

👤Media Indonesia 🕔Senin 06 April 2020, 00:55 WIB
"Gue selama di Australia ini sempet yang harus stay di rumah selama 14 hari, benar-benar enggak boleh keluar," kata pemain Dera...
MI-PIUS ERLANGGA

Rizky Febian Cuek Disebut Dompleng Ayah

👤Media Indonesia 🕔Senin 06 April 2020, 00:45 WIB
Menyandang status sebagai anak komedian Sule membuat penyanyi Rizky Febian, 22, kerap disebut hanya mendompleng popularitas sang...
MI/ Adi Kristiadi

Minim APD, Petugas Medis di Kalsel Terpaksa Pakai Jas Hujan

👤Denny Susanto 🕔Minggu 05 April 2020, 23:30 WIB
Kalau para tenaga medis terpapar korona, lalu siapa yang akan menyembuhkan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya