Kamis 26 Maret 2020, 12:39 WIB

Ibunda Presiden Sosok Perempuan Low Profile dan Egaliter

Aries Wijaksena | Nusantara
Ibunda Presiden Sosok Perempuan Low Profile dan Egaliter

Istimewa
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat melayat ke rumah Sudjiatmi Notomiharjo, ibunda Presiden Joko Widodo.

 

GUBERNUR Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa melayat ke rumah duka Ibunda Presiden Joko Widodo, Sudjiatmi Notomiharjo, di Jalan Pleret Raya, Kelurahan Sumber, Banjarsari, Solo, Kamis (26/3). Khofifah yang menempuh perjalanan darat tersebut tiba sekitar pukul 08.15 WIB. 

"Ini bentuk penghormatan terakhir saya, mewakili Pemprov Jawa Timur dan seluruh masyarakat Jawa Timur kepada beliau. Mari kita doakan semoga beliau husnul khotimah  diterima seluruh amal ibadahnya  dan diampuni segala dosa serta khilaf semasa hidup," ungkap Khofifah.

Khofifah yang datang mengenakan busana muslim berwarna hitam ini mengatakan dirinya punya kenangan tersendiri dengan Ibunda Presiden Joko Widodo tersebut. Menurutnya, Ibu Sudjiatmi, atau yang dipanggil Eyang Noto adalah sosok perempuan yang hatinya di masjid,   sangat low profile dan egaliter. Pembawan diri tersebut jauh sebelum Joko Widodo menjadi Presiden Indonesia dan tidak berubah setelah menjadi ibu dari puteranya yang telah menjadi Presiden. 

"Saya pernah sowan ke ndalem beliau. Dan beliau masih di masjid, ketika beliau sampai justru malah meminta saya untuk berdoa. Tolong Mbak Khofifah yang berdoa.  Saat itu saya menolak dengan halus. Tetapi beliau dawuh lagi minta  saya yang berdo'a karena saya ketua Umum Muslimat NU. Maka sayapun akhirnya mimpin do'a.  Artinya, ada sifat yang low profile dari seorang Eyang Noto. Dan sifat tersebut juga dimiliki oleh  Pak Jokowi yang terkenal sangat low profile," cerita Khofifah. 

"Almarhumah yang saya kenal juga sangat rajin sholat berjama'ah di masjid dan jika datang ke sebuah kota yang dicari juga masjid . Insya Allah husnul khotimah," tambah dia.

Selain itu, lanjut Khofifah, Sudjiatmi juga senantiasa menyempatkan hadir di sejumlah pengajian yang digelar Muslimat NU maupun Aisyiah. 

"Beliau tidak membeda-bedakan, semua diayomi. Beliau sangat mumpuni sebagai  sosok panutan bagi semua kalangan masyarakat. Terutama kaum perempuan Indonesia," ujarnya.

Seusai takziah, sekitar pukul 09.00 Khofifah langsung bergegas meninggalkan rumah duka menuju Kota Surabaya, Jawa Timur untuk melanjutkan tugas menerima BPKP dan tim gugus tugas   percepatan pencegahan penyebaran covod-19. (A-2)

Baca Juga

MI/Belviani Sianturi

Maui Masuk Kota Pematangsiantar Kesehatannya Diperiksa

👤Apul Iskandar Sianturi 🕔Selasa 07 April 2020, 15:30 WIB
SEMUA kendaraan umum mulai hari ini wajib berhenti di pintu masuk Kota Pematangsiantar, pengemudi dan penumpang dicek...
MI/Bayu Anggoro

Anggota F-NasDem DPR Sumbang APD ke Pesisir Selatan

👤Yose Hendra 🕔Selasa 07 April 2020, 15:28 WIB
Menurut Satria, berdasarkan laporan hari ini, jumlah penghuni Rumah Isolasi ODP covid-19 Pesisir Selatan tersebut sudah berkurang dan...
MI/Lilik Dharmawan

Dana Atasi Korona di Banyumas Tersisa Rp16 Miliar

👤Lilik Dharmawan 🕔Selasa 07 April 2020, 15:23 WIB
Menurutnya, dari anggaran senilai Rp50 miliar, telah digunakan sebesar Rp34 miliar untuk berbagai upaya pencegahan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya