Kamis 26 Maret 2020, 11:23 WIB

Korona Membuat Hotel dan Restoran di Jateng Tiarap

Akhmad Safuan | Nusantara
Korona Membuat Hotel dan Restoran di Jateng Tiarap

MI/Akhmad Safuan
Hotel dan restauran di Jawa Tengah mengalami penurunan jumlah pengunjung sejak wabah korona.

 

DAMPAK virus korona memberikan pukulan telak bagi dunia usaha di Jawa Tengah. Terutama di sektor pariwisata, banyak hotel dan restauran yang sepi pengunjung. Sementara pengeluaran untuk operasional tidak mencukupi. Setelah Pemprov Jawa Tengah menutup 55 obyek wisata di 14 kabupaten/kota dan terjadi darurat korona, hotel dan restauran di berbagai daerah terutama di sekitar pantura mengalami kegetiran.

"Saat ini merupakan kondisi sangat berat. Dampak korona ini, dampak korona ini tingkat hunian hunian hotel hanya rata-rata 5% meski masih ada yang mencapai 20%," kata Ketua Badan Pimpian Cabang (BPC) Perhimpunan Hotel Restauran Indonesia (PHRI) Jepara, R Sigit Nugroho, Kamis (26/3).

"Jumlah tamu yang terus menurun berdampak pada pendapatan. Sementara para pengusaha hotel dan restauran harus membayar pajak, listrik, perawatan hotel dan karyawan," tambahnya.

Wakil Ketua Persatuan Hotel dan Restauean Indonesia (PHRI) Jawa Tengah, Bambang Mintosih mengatakan hal serupa. Pendapatan hotel sejak merebaknya kasus covid-19 ini mengalami penurunan cukup drastis. Sebelumnya pemasukan hotel rata-rata Rp2 miliar per bulan menjado Rp500 juta per bulan karena sepinya tamu.

Dari pendapatan hanya Rp500 juta tersebut, lanjut Bambang, pengusaha hotel harus menanggung tagihan listrik per bulan sebesar Rp240 juta dan beban pajak sekitar Rp200 juta. Sehingga untuk biaya operasional dan gaji karyawan tidak menutupi.

Bambang Mintosih menambahkan pihak hotel berupaya membantu mengatasi persoalan korona agar segera mereda seperti penyemprotan disinfektan dan membeli hand sanitizer serta scanning suhu tubuh tamu untuk menjaga kesehatan tamu. PHRI sudah melayangkan surat kepada Gubernur Jawa Tengah, agar diberi keringanan dalam membayar listrik dan pajak bagi industri hotel di Jawa Tengah.

baca juga: Tiga Lansia di Cianjur Tinggal di Rumah Tidak Layak Huni

Sebelumnya Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengungkapkan dampak korona yang terjadi saat ini ada 55 obyek wisata dututup. Jumlah wisatawan di Jawa Tengah juga menurun drastis, yakni wisatawan lokal menurun hingga 72,49% dan wisatawan asing menurun hingga 88,46%.

"Turunnya jumlah wisatawan ini tentu akan berdampak besar bagi hotel dan restauran yang ada," kata Ganjar. (OL-3)

Baca Juga

ANTARA/Novrian Arbi

Polda Sulteng Buru Penembak Polisi

👤M Taufan SP Bustan 🕔Jumat 23 Oktober 2020, 15:58 WIB
Saat itu Wayan tengah melaksanakan tugas berjaga di Pos PJR Kotaraya bersama seorang rekannya. Tiba-tiba ia didatangi seorang pelaku yang...
MI/Cikwan Suwandi

Omset Usaha Olahan Ikan di Karawang Menurun hingga 30 Persen

👤Cikwan Suwandi 🕔Jumat 23 Oktober 2020, 15:55 WIB
DINAS Perikanan Kabupaten Karawang, Jawa Barat mengungkapkan usaha olahan ikan mengalami penurunan penghasilan hingga 30 persen karena...
MI/Surya Sriyanti

Mau Liburan saat Pandemi, Ini Tipsnya

👤Surya Sriyanti 🕔Jumat 23 Oktober 2020, 15:35 WIB
LIBUR panjang sudah menanti dan sudah ada yang menjadwalkan berlibur bersama keluarga maupun handai taulan, namun kondisi pandemi membuat...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya