Kamis 26 Maret 2020, 10:27 WIB

IHSG Kembali Tembus Level Psikologis 4.000

Despian Nurhidayat | Ekonomi
IHSG Kembali Tembus Level Psikologis 4.000

MI/Adam Dwi
Pengunjung dengan menggunakan masker tampak melintasi papan pergerakan IHSG di gedung Bursa Efek Indonesia.

 

PERGERAKAN indeks harga saham gabungan (IHSG) pada pembukaan perdagangan Kamis (26/3), melesat dengan cukup meyakinkan. IHSG berhasil rebound dan kembali menembus level psikologis 4.000.

Dari pantauan Media Indonesia, pada pukul 09.01 WIB, IHSG naik 4,34% atau 170,90 poin di level 4.108,53. Hasil ini sangat menggembirakan sebab pada penutupan kemarin IHSG terpantau turun 1,30% atau 51,89 poin di level 3.937,63.

Meskipun pada pembukaan ini IHSG cukup meyakinkan, riset Artha Sekuritas menilai pergerakan IHSG diperkirakan masih memiliki kecenderungan melemah. Hal ini dikarenakan belum adanya sentimen ataupun stimulus tambahan dari dalam negeri.

Baca juga: Dampak Korona, IHSG Tertekan dan Rupiah Anjlok

"Penyebaran virus korona (Covid-19) terutama dari dalam negeri yang semakin mengkhawatirkan, masih akan membayangi pergerakan pasar saham hari ini. Volatilitas juga diperkirakan masih akan tinggi," bunyi pernyataan Artha Sekuritas dalam risetnya, Kamis (26/3).

Sementara itu, Pilarmas Investindo Sekuritas beranggapan sebaliknya. Dalam risetnya, mereka berpendapat IHSG memiliki peluang bergerak variatif dengan potensi mengalami penguatan.

Sentimen positif ini berasal dari Amerika Serikat (AS). Pasalnya, Gedung Putih dan Senat AS telah menyepakati dana bantuan senilai US$ 2 triliun, yang dianggap sebagai stimulus terbesar yang digulirkan Negeri Paman Sam.

Baca juga: Perekonomian Global Kisruh, IHSG dan Rupiah Terancam

"Dana tersebut akan diberikan langsung kepada masyarakat melalui asuransi pengangguran, pinjaman usaha darurat bagi usaha kecil dan suntikan untuk fasilitas kesehatan guna melawan efek dari pandemi Covid-19," demikian hasil riset Pilarmas Investindo Sekuritas.

Pemerintah Indonesia diketahui tengah mengkaji beberapa alternatif pada kebijakan kurs untuk menstabilkan nilai tukar rupiah yang mengalami tekanan. Upaya itu termasuk kemungkinan penerapan currency board system, yang bertujuan mematok rupiah terhadap dolar AS pada level tertentu.(OL-11)

Baca Juga

thehouseshop.com

Bukalapak-Mandiri Pasarkan Rumah secara Daring

👤MI 🕔Selasa 14 Juli 2020, 00:35 WIB
UKALAPAK dan Bank Mandiri resmi meluncurkan BukaRumah yang dapat diakses melalui aplikasi...
MI/Adam Dwi

Kebangkitan Properti Pacu Ekonomi Nasional

👤Gana Buana 🕔Selasa 14 Juli 2020, 00:10 WIB
PENERAPAN kebiasaan baru di masa pandemi covid-19 membawa angin segar bagi sektor...
Istimewa

Pemerintah Jamin Tata Kelola Kartu Prakerja Lebih Baik

👤RO/Micom 🕔Senin 13 Juli 2020, 22:54 WIB
Kartu Prakerja tersebut akan diberikan kepada para pekerja yang terkena pemutusan hubungan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya