Kamis 26 Maret 2020, 09:22 WIB

Tiga Miliar Orang di Dunia Ikuti Lockdown

Deri Dahuri | Internasional
Tiga Miliar Orang di Dunia Ikuti Lockdown

AFP / CESAR MANSO
Petugas medis yang menangani pasien Covid-19 bertepuk disambut warga di luar sebuah rumah sakit di Burgos, Spanyol.

 

LEBIH dari tiga miliar orang di seluruh dunia hidup dalam penerapan lockdown sebagai bagian dari pemerintah dari negara-negara yang mengambil kebijakan dalam melawan pandemi virus korona tipe atau Covid-19. Kini pandemi Covid-19 telah merenggut lebih dari 20 ribu nyawa di seluruh dunia, 

Kini kasus Covid-19 di seluruh dunia telah melampaui 450 ribu kasus. Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres memperingakan bahwa perlu upaya secara global bersama untuk menghentikan penyebaran Covid-19.      

Di Spanyol, jumlah korban meninggal akibat Covid-19 telah melampuai jumlah korban di Tiongkok. Sejak mewabah tiga bulan, Spanyol kewalahan menghadapi penyebaran Covid-19 sebagaimana Italia.   

Hingga Rabu (25/3), jumlah korban meninggal tercatat lebih dari 20.800 orang di 182 negara dan teritori, berdasarkan data yang dihimpun AFP.   

Di sisi lain, pasar saham kembali menguat setelah Kongres AS bergerak lebih dekat untuk melewati paket bantuan $ 2,2 triliun untuk menopang ekonomi AS yang tertatih-tatih.

"Kami ingin negara kami kembali bangkit. Saya tidak akan melakukan apa pun dengan terburu-buru," ucap Trump.

"Menjelang Paskah, kami akan memiliki rekomendasi dan mungkin sebelum Paskah," kata Trump, yang telah menggembar-gemborkan ekonomi AS yang kuat jelang pemilihan presiden AS pada November 2020.

Seruan Sekjen PBB

Sejken PBB Guterres mengatakan dunia perlu menerapkan lockdown dan social distancing bersama untuk membendung pandemi.

"Covid-19 mengancam seluruh umat manusia- dan seluruh umat manusia harus melawan," kata Guterres seraya ia meluncurkan permohonan US$2 miliar untuk membantu kaum miskin di dunia.

"Aksi global dan solidaritas sangat penting. Respons masing-masing negara tidak akan cukup," ucap Guterres.

Warga India menerapkan social distancing sata mengantre di sebuah toko obat di  Allahabad, India.(AFP / Sanjay Kanojia)

Penerapan kebijakan tetap tinggal di rumah atau stay-at-home menjadi terbesar di India karena melibatkan 1,3 miliar jiwa. Di dunia, warga yang harus di-lockdown mencapai 3 miliar orang selama tiga pekan. 

Rusia juga telah mengumumkan kematian dua pasien yang dites positif virus korona pada Rabu (25/3). Kemungkinan korban meninggal di Rusia akan bertambah. .

Presiden Vladimir Putin telah menyatakan minggu depan diliburkann sebagai hari libur umum dan menunda pemungutan suara publik mengenai reformasi konstitusi yang kontroversial. Ia juga mendesak orang untuk mengikuti instruksi yang diberikan oleh pihak berwenang.

Di Inggris, pewaris takhta Pangeran Charles menjadi tokoh terkenal tingkat tinggi yang terinfeksi, meskipun ia hanya menderita gejala ringan. (AFP/OL-09) 

Baca Juga

AFP/Nam Y. Hub

Disarankan Pakai Masker, Trump Ngotot tak Mau Pakai

👤Haufan Hasyim Salengke 🕔Sabtu 04 April 2020, 21:01 WIB
Menurutnya, dia tidak bisa mengenakan masker saat menyapa presiden, perdana menteri, diktator, raja, ratu di Kantor...
Antara

Vietnam Protes Penenggelaman Kapal oleh Tiongkok

👤Antara 🕔Sabtu 04 April 2020, 17:17 WIB
Vietnam dan Tiongkok telah bertahun-tahun terlibat dalam pertikaian tentang bentangan perairan yang berpotensi kaya energi, yang disebut...
AFP

Korban Jiwa Akibat Covid-19 di Inggris Tembus 3.600

👤Haufan Hasyim Salengke 🕔Sabtu 04 April 2020, 17:00 WIB
Dorongan ‘tinggal di rumah’ adalah instruksi, bukan permintaan. Petugas medis setempat meminta setiap orang untuk tidak...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya