Kamis 26 Maret 2020, 02:11 WIB

IMF: Virus Korona Pukul Keras Perumbuhan Ekonomi Afrika Sub Sahar

Antara | Internasional
IMF: Virus Korona Pukul Keras Perumbuhan Ekonomi Afrika Sub Sahar

AFP
IMF

 

PENYEBARAN virus korona ke Afrika sub-Sahara akan memukul keras pertumbuhan ekonomi di kawasan itu, dengan gangguan langsung terhadap mata pencaharian masyarakat, kondisi finansial yang lebih ketat, berkurangnya perdagangan dan investasi, dan penurunan tajam harga komoditas, menurut Dana Moneter Internasional (IMF).

Dalam sebuah unggahan di situs IMF, para pejabat tinggi di Departemen Afrika IMF mengatakan mereka telah menerima permintaan untuk pembiayaan darurat dari lebih dari 20 negara di kawasan itu dan memperkirakan setidaknya 10 negara segera mengajukan permohonan serupa.

Pada Selasa (24/5), IMF mengumumkan bahwa Ghana telah meminta pinjaman darurat cepat-dicairkan untuk memerangi pandemi virus korona.

Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva pada Senin (23/3) mengatakan sekitar 80 negara telah meminta pinjaman untuk fasilitas darurat, di mana sekitar US$50 miliar tersedia, dengan setidaknya 20 permintaan lain akan diajukan.

"Di seluruh kawasan, pertumbuhan akan terpukul keras. Persisnya betapa keras masih sulit untuk dikatakan. Tetapi jelas bahwa perkiraan pertumbuhan kami dalam prospek regional April akan jauh lebih rendah," tulis Direktur Departemen Afrika IMF Abebe Aemro Selassie, dan Kepala Misi IMF untuk Sierra Leone Karen Ongley dalam unggahan itu.

Selama krisis keuangan global lebih dari satu dekade lalu, negara-negara Afrika terhindar dari dampak ekonomi, karena banyak yang kurang terintegrasi dengan pasar keuangan global dan rantai pasokan, tulis Selassie dan Ongley.

Tingkat utang juga lebih rendah, dan negara-negara memiliki lebih banyak ruang untuk meningkatkan pengeluaran guna mendorong pertumbuhan.

Dalam menghadapi pandemi virus corona, sejumlah negara telah menutup perbatasan dan membatasi pertemuan publik, yang akan mengurangi banyak pekerjaan berbayar.

"Bagi masyarakat yang paling rentan di kawasan ini, 'jarak sosial' tidak realistis. Gagasan bekerja dari rumah hanya mungkin bagi segelintir orang," tulis Selassie dan Ongley.

Gangguan terhadap mata pencaharian akan berarti lebih sedikit pendapatan, lebih sedikit pengeluaran, dan lebih sedikit pekerjaan. Perbatasan tertutup berarti perjalanan dan pariwisata akan mengering, bersama dengan perdagangan dan pengiriman.

Penutupan sebagian dari ekonomi utama berarti bahwa permintaan global akan turun, yang selanjutnya mengganggu rantai pasokan dan perdagangan. Dan kondisi keuangan global yang lebih ketat akan membatasi akses ke keuangan dan menunda investasi dan proyek pengembangan, tulis mereka

Dengan harga minyak turun 50 persen sejak awal 2020, dampak pada eksportir minyak di Afrika akan sangat besar. (OL-12)

 

Baca Juga

FP/JAIME REINA

Spanyol Berencana Perpanjang Karantina Hingga 21 Juni

👤Antara 🕔Minggu 31 Mei 2020, 23:05 WIB
Langkah itu akan jadi karantina wilayah terakhir yang diberlakukan di Spanyol mengingat jumlah pasien positif telah turun...
Antara

Parlemen Thailand Setujui Dana Rp849,96 T untuk Dampak Pandemi

👤Antara 🕔Minggu 31 Mei 2020, 22:11 WIB
Parlemen Thailand menyetujui tiga rancangan undang-undang tentang paket bantuan ekonomi senilai 1,9 triliun baht (sekitar Rp849,96...
Antara

Malaysia Kembali Operasikan Penuh Mesin ATM Mulai Besok

👤Antara 🕔Minggu 31 Mei 2020, 22:04 WIB
PEMERINTAH Malaysia kembali memutuskan untuk membuka operasi mesin ATM selama 24 jam mulai Senin (1/6) setelah sebelumnya hanya...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya