Kamis 26 Maret 2020, 02:00 WIB

Kuat Dugaan Cuaca Hangat Perlambat Penyebaran Virus Covid-19

Melalusa Susthira K | Weekend
Kuat Dugaan Cuaca Hangat Perlambat Penyebaran Virus Covid-19

AFP/Seth Herald
Sejumlah toko dan restoran di Michigan, AS, menuruti perintah pemerintah setempat untuk menyetop operasi guna menekan penyebaran covid-19.

Virus SARS-CoV-2 penyebab pandemi covid-19 diprediksikan akan melambat penyebarannya ketika suhu dan tingkat kelembaban meningkat. Berdasarkan penelitian baru-baru ini disebutkan bahwa suhu hangat dapat memperlambat penyebaran koronavirus jenis baru tersebut, namun tidak berarti memberantas sepenuhnya.

Para ilmuwan dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) menemukan bahwa 90% transmisi covid-19 yang berlangsung hingga Minggu (22/3), terjadi di daerah-daerah dengan suhu rendah yakni antara 2,9 hingga 17 derajat Celcius dan kelembaban absolut 4 hingga 9 gram per meter kubik (g/m3).

Covid-19 juga melanda negara-negara dengan iklim khatulistiwa dan di belahan bumi selatan yang sedang musim panas. Namun daerah dengan suhu rata-rata di atas 18 derajat Celcius dan kelembaban absolut lebih dari 9 g/m3, jumlah kasus covid-19 hanya menyumbang kurang dari 6% keseluruhan kasus global.

"Di mana pun suhu lebih dingin, jumlah kasus (covid-19) mulai meningkat dengan cepat. Anda melihat ini di Eropa, sekalipun perawatan kesehatan di sana adalah yang terbaik di dunia,” terang seorang ilmuwan komputasi dari MIT yang terlibat dalam penelitian, Qasim Bukhari.

Berbicara kepada New York Times, pola itu disebutnya juga berlaku di Amerika Serikat (AS). Menurut Bukhari covid-19 telah berkembang lebih lambat di negara-negara bagian wilayah selatan AS, seperti Arizona, Florida dan Texas dibandingkan dengan New York, Washington, dan Colorado yang lebih condong ke utara.

Setidaknya dua penelitian lain menunjukkan kesimpulan yang mirip. Salah satunya analisis yang dilakukan oleh peneliti Tiongkok dari Universitas Beihang dan Universitas Tsinghua. Tim peneliti menemukan bahwa sebelum pemerintah Tiongkok mengambil langkah tegas untuk menghentikan penyebaran covid-19 antara 21 dan 23 Januari, kota-kota di wilayah utara Tiongkok yang memiliki suhu dan kelembaban rendah melaporkan tingkat penularan infeksi yang lebih tinggi.

Sebaliknya di kota-kota Tiongkok bagian pesisir tenggara yang memiliki suhu lebih hangat dan lingkungan yang lebih lembab dilaporkan penularan infeksi covid-19 lebih lambat. Sementara itu, analisis lain yang dilakukan oleh para peneliti dari Spanyol dan Finlandia menemukan bahwa covid-19 cenderung menyebar di wilayah dengan kondisi kering dan suhu antara -2 hingga 10 derajat Celcius.

BACA JUGA: Riset Anyar Sebut Virus Covid-19 bisa Bertahan 2 Minggu di Permukaan Benda

Bukhari mencatat bahwa faktor-faktor lain seperti pembatasan perjalanan, physical distancing, serta ketersediaan tes dan beban rumah sakit juga ikut memengaruhi hasil tersebut. Bukhari mengatakan suhu yang lebih hangat kemungkinan akan membuat virus lebih sulit bertahan hidup di udara atau permukaan untuk jangka waktu yang lama misalnya hingga berhari-hari, namun bisa saja masih dapat menular selama berjam-jam.

"Kita masih harus mengambil tindakan pencegahan yang kuat. Suhu yang lebih hangat dapat membuat virus ini menjadi kurang efektif, namun transmisi yang kurang efektif tidak berarti tidak adanya penularan," pungkas Bukhari. (NYTimes/M-2)

Baca Juga

ist

Andy Noya Ajak Warga Berdonasi untuk Korban Terdampak Covid-19

👤Adiyanto 🕔Sabtu 04 April 2020, 20:29 WIB
Andy Noya yang juga pembawa acara Kick Andy ini, akan tampil bersama Menteri Sosial Juliari P Batubara, pada Minggu (5/4) mulai pukul...
Imdb.com

Perbandingan Film Contagion dan covid 19 di Kehidupan Nyata

👤Bagus Pradana 🕔Sabtu 04 April 2020, 16:00 WIB
Para ahli dari seluruh dunia kini berlomba-lomba untuk mempercepat estimasi waktu pengembangan vaksin covid...
Instagram @cripcampfilm

Rekomendasi Film #DiRumahAja: Crip Camp, Revolusi dari Kursi Roda

👤Fathurrozak 🕔Sabtu 04 April 2020, 15:00 WIB
Pasangan Obama menjadi eksekutif produser film dokumenter...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya