Rabu 25 Maret 2020, 16:53 WIB

Stok Pangan di Tengah Pandemi Covid-19 dan Jelang Ramadan Aman

Hilda Julaika | Ekonomi
Stok Pangan di Tengah Pandemi Covid-19 dan Jelang Ramadan Aman

Antara/Muhammad Hamzah
Kebutuhan pokok yang dijual di Pasar Masomba, Palu, Sulawesi Tengah

 

KEMENTERIAN Perdagangan memastikan stok pangan untuk kebutuhan selama Ramadan tahun ini aman. Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Suhanto meminta masyarakat tidak melakukan belanja panik (panic buying).

Ia mengungkapkan, untuk pemenuhan konsumsi daging, pemerintah akan mengimpor daging kerbau sebanyak 170 ribu ton.

"Dalam rangka stabilitasi harga, pemerintah menugaskan BUMN dan Bulog untuk mengimpor daging kerbau sebanyak 170 ribu ton," ujar Suhanto di Jakarta, Rabu (25/3).

Menurut Suhanto saat ini, Bulog tengah memproses izin impor daging kerbau tersebut. Pihaknya berharap sebelum bulan Ramadan tiba, daging impor tersebut sudah masuk ke Indonesia dan bisa menstabilkan harga daging di masyarakat.

"Harapan sebelum Ramadan, daging ini sudah masuk di pasaran dan bisa menstabilkan harga di masyarakat," imbuhnya.

Baca juga : Harga Bawang Putih Masih Tinggi, Pemerintah Beri Relaksasi Impor

Selain daging, Pemerintah pun menjamin pasokan beras untuk masyarakat selama ramadan dan masa pandemi covid-19 ini berlangsung.

Suhanto mengatakan, saat ini sekitar 1,5 juta ton beras sudah tersedia dan siap memenuhi kebutuhan masyarakat. Termasuk pemenuhan bahan pokok lainnya, seperti gula, bawang putih, dan bawang bombay melalui skema impor yang pemerintah lakukan.

Pihaknya mengingatkan masyarakat agak dapat menyambut bulan suci Ramadan dengan tenang. Serta tidak perlu khawatir memikirkan pasokan makanan apalagi sampai melakukan belanja berlebih (panic buying).

"Tidak perlu panic buying karena pemerintah bekerja sama dengan pelaku usaha di Indonesia dan pemerintah setempat akan memasok kebutuhan masyarakat. Kita akan menghadapi Ramadan, bagi yang menjalankan laksanakanlah ibadah dengan tenang tanpa harus memikirkan bahan pokok ini akan kurang," jelasnya. (OL-7)

Baca Juga

Antara/Andreas Fitri Atmoko

Pandemi Covid-19 Momen Percepat Digitalisasi UMKM

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 03:36 WIB
Sektor UMKM diupayakan kembali bergeliat melalui Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas...
Dok pribadi

Gus Ipul Berharap Banyak Pengusaha Berinvestasi di Pasuruan

👤Retno Hemawati 🕔Senin 26 Oktober 2020, 22:45 WIB
Ia juga berharap pengusaha asli Pasuruan bisa berkembang lebih besar menjadi pengusaha skala nasional dan bahkan...
ANTARA

Relaksasi Restrukturisasi Membantu Sektor UMKM

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Senin 26 Oktober 2020, 22:05 WIB
Kondisi perekonomian di masa transisi masih belum terlalu bangkit. Karena di sisi mobilitas dan aktivitas masyarakat masih terbatas dan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya