Rabu 25 Maret 2020, 15:45 WIB

Miris! Diusir Warga, Petugas Medis Covid-19 Terpaksa Tidur di RS

Selamat Saragih | Humaniora
Miris! Diusir Warga, Petugas Medis Covid-19 Terpaksa Tidur di RS

ANTARA
Seorang petugas medis berada di dekat Ruang Isolasi Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Rumah Sakit Undata, Palu, Sulawesi Tengah,Minggu (15/3)

 

PARA dokter dan petugas medis menjadi garda terdepan dalam melawan penularan virus Covid-19. Namun, hal ini tidak membuat sebagian warga bangga dan bersyukur karena keberadaannya. Sebaliknya, Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) justru mengemukakan adanya penolakan terhadap dokter dan perawat pasien Covid-19 oleh tetangga di lingkungan domisili tinggal mereka di Jakarta Timur.

"Laporan ini kami terima pada Minggu (22/3) lalu. Tidak hanya perawat tapi juga dokter di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Persahabatan," kata Ketua Umum PPNI Harif Fadhilah, Rabu (25/3).

Baca juga: Ronaldo dan Agennya Sumbang Rp17 Miliar bagi Pasien Covid-19

Akibatnya tenaga medis perawat pasien Covid-19 itu saat ini ditampung sementara di salah satu gedung RSUP Persahabatan sebagai tempat tinggal sementara mereka.

Harif tidak menyebut jumlah dokter yang perawat yang mengalami kondisi itu. Namun, kejadian ini dipastikan baru diketahui terjadi di lingkungan RSUP Persahabatan, Pulogadung, Jakarta Timur.

"Saya baru mendapatkan laporan di RSUP Persahabatan saja. Domisili mereka tinggal ada di sekitar RSUP Persahabatan, di sekitar Jakarta Timur," katanya.

Penolakan itu dilakukan masyarakat karena merasa khawatir tertular virus corona (Covid-19). Sebagai wadah perkumpulan perawat, kata dia, PPNI mulai melakukan advokasi terhadap nasib tenaga medis yang kini mengalami kesulitan kembali ke kosan serta rumah mereka akibat penolakan tersebut.

Harif mengatakan, tindakan masyarakat yang menolak kehadiran dokter maupun perawat Covid-19 adalah tindakan yang berlebihan.

"Justru sebenarnya masyarakat harus merasa beruntung ada perawat tinggal dekat tempat tinggal mereka. Tenaga medis ini lebih tahu karakteristik Covid-19 dibandingkan masyarakat awam," katanya.

Bahkan, tenaga medis tersebut bisa menjadi tempat bertanya dan konsultasi terkait bahaya penyakit di lingkungan mereka.

"Kita mendengar ada upaya dari RSUP Persahabatan sedang mencarikan tempat. Sekarang saya coba hubungi PPNI daerah untuk advokasi ini," pungkasnya.     (OL-6)

Baca Juga

ANTARA/M Risyal Hidayat

11 Provinsi akan Dapat Unit PCR untuk Uji Covid-19

👤Antara 🕔Rabu 08 April 2020, 12:46 WIB
Apabila semua alat tes telah terinstal, dalam satu hari bisa mengetahui hasil tes 9.000 hingga...
MI/Ramdani

Terapkan PSBB, Wilayah Jabodetabek Dapat Bantuan Pangan

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Rabu 08 April 2020, 12:46 WIB
Bantuan itu diberikan pemerintah pusat, mengingat mobilitas masyarakat semakin terbatas di tengah pandemi...
ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

Pengumuman Hasil SNMBPTN Bisa Diakses Siang Ini

👤Antara 🕔Rabu 08 April 2020, 12:39 WIB
Pengumuman hasil seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN) bisa diakses secara daring pada hari ini, Rabu (8/4) mulai pukul...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya