Rabu 25 Maret 2020, 14:30 WIB

KPK Tetap Lanjutkan Penyidikan di Tengah Wabah Covid-19

Dhika Kusuma Winata | Politik dan Hukum
KPK Tetap Lanjutkan Penyidikan di Tengah Wabah Covid-19

Antara
Petugas mencoba fasilitas cuci tangan yang dipasang di depan Gedung KPK, Jakarta, Selasa (24/3)

 

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tetap melakukan proses penyidikan kasus-kasus rasuah meski wabah covid-19 terus meningkat. Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan meski ada wabah korona, penindakan komisi termasuk pemeriksaan saksi-saksi tetap berjalan lantaran ada batasan waktu yang diatur undang-undang.

"Justru ketentuannya ada keterbatasan waktu masa penahanan, penyelesaian berkas perkara, pelimpahan perkara, dan penyelesaian perkara pada tahap persidangan. Maka penindakan KPK masih tetap dilakukan, termasuk pemeriksaan saksi-saksi. Tentu dengan penyesuaian dan tetap waspada terhadap penyebaran wabah virus korona," kata Ali, Rabu (25/3).

Ali mencontohkan pada Selasa (24/3) kemarin, penyidik komisi tetap menjalankan tugas dengan memeriksa saksi dalam kasus dugaan suap pengurusan perkara di Mahkamah Agung (MA) dengan tersangka eks Sekretaris MA Nurhadi. KPK memeriksa seorang saksi, yakni Hartanto (pengacara Nurhadi) saat mengajukan gugatan praperadilan.

"Hartanto diperiksa sebagai saksi untuk tersangka NHD (Nurhadi). Penyidik mendalami keterangan saksi mengenai pengetahuannya tentang surat kuasa untuk praperadilan yang diberikan oleh tersangka, pertemuan-pertemuan yang dilakukan saksi dengan NHD serta materi-materi yang dibahas selama proses peradilan yang diajukan oleh NHD melalui kuasa hukumnya," ucap Ali.

Terkait dengan pemeriksaan, KPK melakukan penyesuaian keamanan kesehatan. Untuk pemeriksaan di luar Jakarta, ujarnya, petugas KPK juga wajib memakai masker dan mencuci tangan dengan hand sanitizer.

"Petugas mengecek suhu tubuh para saksi dan atau orang yang dimintai keterangan lebih dahulu dan melaporkan kepada pemeriksa. Apabila ada indikasi suhu tinggi maka akan dilakukan jadwal ulang. Selanjutnya sebelum masuk ke ruang pemeriksaan terperiksa, baik saksi atau tersangka wajib membersihkan tangan dengan hand sanitizer yang sudah disediakan oleh petugas," jelas Ali.

Baca juga: Kredibilitas KPK versus Nurhadi

Ali menambahkan pimpinan KPK menerbitkan Surat Edaran Nomor 6 Tahun 2020 tentang Prosedur Bekerja dari Rumah bagi Seluruh Pegawai KPK. Mulai 18 Maret hingga 31 Maret mendatang pegawai KPK akan menerapkan prosedur bekerja dari rumah. Dampaknya, sejumlah layanan publik yang dilakukan di kantor KPK akan dibatasi dan dioptimalkan secara daring.

"KPK menutup layanan tatap muka untuk sementara. Layanan publik tatap muka yang ditutup sementara adalah permintaan informasi publik, perpustakaan, dan pelaporan gratifikasi," ujar Ali.

Lalu, lanjut Ali, untuk dua layanan publik lainnya yakni pengaduan masyarakat dan pelaporan harta, KPK tetap membuka layanan menggunakan saluran tidak langsung atau secara daring. (OL-14)

Baca Juga

MI/AGUS MULYAWAN

Hasil Rapid Test, 3 Pegawai dan 1 OB di DPR Positif Covid-19

👤Putra Ananda 🕔Sabtu 04 April 2020, 19:22 WIB
Indra menuturkan, keempat orang yang terindikasi positif korona melalui rapid test tersebut belum bisa 100% dikatakan sebagai pasien...
Dok MI

Niat Menkumham Bebaskan Koruptor Bakal Menjauhkan Efek Jera

👤Faustinus Nua 🕔Sabtu 04 April 2020, 19:07 WIB
Berdasarkan data ICW, rata-rata vonis Pengadilan Tindak Pidana Korupsi bagi pelaku korupsi hanya menyentuh angka 2 tahun 5 bulan...
Ilustrasi

Begini Kronologi Kecelakaan Tragis Wakil Jaksa Agung Arminsyah

👤Astri Novaria 🕔Sabtu 04 April 2020, 18:06 WIB
Wakil Jaksa Agung Arminsyah meninggal dunia dalam kecelakaan yang terjadi di tol Jagorawi KM 13 pada pukul 14.25, Sabtu (4/4)...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya