Rabu 25 Maret 2020, 12:25 WIB

Imbas Covid-19, Penumpang KRL Turun Drastis

Insi Nantika Jelita | Megapolitan
Imbas Covid-19, Penumpang KRL Turun Drastis

ANTARA/Aditya Pradana Putra
KRL melintas di Stasiun Tanjung Barat

 

JUMLAH pengguna Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line Jabodetabek terus menunjukkan penurunan penumpang dalam dua pekan terakhir. Menurut VP Corporate Communications PT Kereta Commuter Indonesia, Anne Purba, jumlah pengguna KRL telah turun hampir 70%.

"Dari yang biasanya mencapai 900 ribu hingga 1,1 juta penumpang setiap harinya di waktu normal, menjadi sekitar 300 ribu pengguna per hari," kata Anne kepada Media Indonesia, Jakarta, Rabu (25/3).

Baca juga: Anggota DPRD Negatif Covid-19, Pemilihan Wagub DKI Berlanjut

Pada Senin (23/3) lalu, tercatat jumlah penumpang ialah 341.252 orang. Sementara, pada Selasa (24/3) kemarin hanya 292.825 pengguna. Meskipun jumlah penumpang terus menurun, Anne mengatakan pihaknya tetap berupaya mengantisipasi penyebaran virus korona di KRL.

Sejak 20 Maret, PT KCI menambah jumlah wastafel di stasiun dengan memasang unit tambahan selain dari yang tersedia di toilet seluruh stasiun.

"Wastafel tambahan ini tersedia antara lain di Stasiun Juanda, Manggarai, Bogor, Bekasi, Jakarta Kota, Tanah Abang, Rangkasbitung, dan akan terus ditambah," jelas Anne.

Wastafel tambahan di luar toilet, sebutnya, dihadirkan untuk memudahkan penumpang mencuci tangannya saat hendak menggunakan kereta maupun setelah turun dari kereta.

Selain itu, Anne juga mengatakan sudah tersedia pula bilik disinfektan di Stasiun Sudirman. Dimana para pengguna yang memerlukan dapat melewati bilik ini saat hendak masuk maupun keluar stasiun. Bilik ini juga akan dipasang pada sejumlah stasiun lainnya bekerja sama dengan berbagai pihak.

Penyemprotan disinfektan di sejumlah stasiun sejak tanggal 17 Maret 2020. Penyemprotan ini terus berlangsung di berbagai lokasi hingga hari ini, dilakukan melalui kerja sama dengan pemerintah, TNI, Kepolisian, serta sejumlah lembaga nirlaba.

Selain di stasiun, upaya physical distancing atau menjaga jarak antar pengguna di dalam KRL juga terus ditingkatkan.

Baca juga: Darurat Covid-19, Refund 100% Tiket KA Bisa Dilakukan Via Daring

"Kami mengimbau agar para penumpang mengisi bangku tempat duduk panjang di dalam KRL yang berkapasitas tujuh orang cukup dengan maksimum empat orang," ucap Anne.

Sementara untuk tempat duduk prioritas sebaiknya diisi paling banyak dua orang tiap tempat duduk. Para pengguna yang berdiri juga akan diarahkan untuk berjarak dan tidak berhadapan satu sama lain. (OL-6)

Baca Juga

Ilustrasi

Polri Bantah Aparatnya Bertindak Semena-Mena

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Senin 26 Oktober 2020, 16:12 WIB
Bantahan tersebut menanggapi hasil temuan survei Indikator Politik Indonesia yang mengungkap bahwa sebesar 57,7 persen menganggap...
MI/FRANSISCO CAROLIO HUTAMA GANI.

Antisipasi Lonjakan Kasus Pascaliburan, DKI Tingkatkan 'Tracing'

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Senin 26 Oktober 2020, 16:07 WIB
Menurutnya, lonjakan kasus covid-19 terjadi diduga pada sepekan setelah...
Antara

Cegah Pelajar Ikut Demo, Kapolda Metro Minta Sekolah Gelar Ujian

👤Rahmatul Fajri 🕔Senin 26 Oktober 2020, 14:54 WIB
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana mengatakan pelajar dari bangku SD hingga SMA atau SMK harus diberikan kegiatan bermaanfat...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya