Rabu 25 Maret 2020, 12:00 WIB

Banjir Pesanan Saat Karantina, Layanan Toko Daring Inggris Lumpuh

Galih Agus Saputra | Weekend
Banjir Pesanan Saat Karantina, Layanan Toko Daring Inggris Lumpuh

Unsplash/ Macau Photo Agency
Akibat banjir pesanan, beberapa toko di Inggris baru bisa mengantar barang pada 13 April mendatang.

PROSES pengiriman logistik di Britania Raya tengah mengalami masalah. Sebab, beberapa saat setelah Perdana Menteri Boris Johnson memberikan aturan untuk tinggal di rumah bagi semua warga, sejumlah toko daring mengalami kelumpuhan server (jaringan).

Sebagaimana dilansir Daily Mail, sejumlah perusahaan pengelola toko serbaguna mengaku laman daringnya tidak dapat beroperasi (crash) karena saking banyaknya pembeli yang mengajukan pesanan. Bukan hanya pelanggan tetap, tetapi pelanggan baru juga tampak aktif dalam proses pembelian.

Pelanggan baru yang sempat terlayani pun tampaknya juga harus kecewa. Sebab pemilik toko daring menginformasikan bahwa pihaknya kehabisan jalur (slot) pengiriman barang. Saat ini, prioritas layanan sedang ditujukan kepada pelanggan tetap.

Media Indonesia juga sempat mencoba salah satu laman toko daring populer di Britania Raya, Ocado, Selasa (24/3). Kala itu, barang untuk melihat persediaan (stock) barang di laman tersebut saja sudah tidak bisa.

"You are in a virtual queue (baca: anda berada dalam antrian virtual -red)," tulis keterangan dalam laman tersebut.

Laman toko daring, Sainsbury masih bisa dibuka. Hanya saja, laman ini juga sudah berhenti melayani pengiriman untuk pelanggan baru.

"Karena peningkatan yang cukup besar dalam pesanan daring, sementara ini kami menghentikan pendaftaran pelanggan baru baru," tulis manajemen Sainsbury, sebagaimana dilansir Dailymail.

Kompetitor lainnya, Asda dan Tesco juga menerapkan kebijakan serupa. Mereka bahkan menginformasikan kepada pelanggan bahwa, pesanan belum dapat dikirim setidaknya hingga 13 April mendatang.

Meski begitu, tiap toko daring sudah menerapkan beberapa kebijakan yang sama. Pertama bekerja lebih awal dari biasanya, serta membatasi pembelian perlengkapan penting, misalnya, kertas toilet atau makanan kaleng. (M-1)

Baca Juga

AFP

WFH Membuat Kebutuhan Internet Naik, Inilah Cara Berhemat

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 25 Oktober 2020, 18:30 WIB
Pemakaian internet memang naik tajam sejak pandemi virus Korona di Indonesia, banyak orang yang harus tetap berada di dalam rumah untuk...
 MI/PANCA SYURKANI

5 Spot Diving Terbaik di Sulawesi

👤Indrastuti 🕔Minggu 25 Oktober 2020, 15:45 WIB
Banyak dokumentasi National Geographic difilmkan di Selat...
Antara/AGI/Innersloth/Indonesian Digital Report 2020/Tim Riset MI-NRC

Popularitas Gim di Tengah Pandemi

👤Sumber: Antara/AGI/Innersloth/Indonesian Digital Report 2020/Tim Riset MI-NRC 🕔Minggu 25 Oktober 2020, 05:55 WIB
GIM tampaknya telah menjadi hiburan utama bagi sebagian masyarakat selama pandemi...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya