Selasa 24 Maret 2020, 20:25 WIB

Wali Kota Batalkan Rapid Test Covid-19 di Alun-Alun Depok

Kisar Rajagukguk | Megapolitan
Wali Kota Batalkan Rapid Test Covid-19 di Alun-Alun Depok

MI/Kisar Rajagukguk
Alun-alun Kota Depok seluas 3,7 hektare

 

WALI KOTA Depok Idris Abdul Shomad membatalkan rapid test atau uji cepat untuk melacak infeksi virus korona atau covid-19 yang direncanakan digelar di Alun- Alun Kota Depok, Minggu (29/3) mendatang. Keputusan pembatalan diambil Selasa (24/3).

Pembatalan rapid test ini setelah Idris menerima banyak penolakan. Diantaranya dari Kepala Ombudsman Jakarta Raya, Teguh P. Nugoro dan Anggota Komisi A DPRD Kota Depok Nurhasim.

Menurut Teguh, jika Walikota Depok Idris Abdul Shomad mengumpulkan orang-orang dengan jumlah ribuan di tempat terbuka Alun- Alun, justru membuka peluang yang lebih tinggi bagi penyebaran virus korona.

" Keliru dan resiko besar jika Alun-Alun dijadikan lokasi Rapid test, " tegas Teguh, Selasa (24/3) di Kota Depok.

Wali kota, kata Teguh, berencana menggelar Rapid test bagi ribuan warganya. dengan menumpang di Gelanggang Olah Raga (GOR) Pakansari, Cibinong, milik Pemerintah Kabupaten Bogor. Namun ditolak Bupati Bogor. Karena takut warganya terpapar covid- 19. " Kami (Ombudsman Jakarta Raya) mengapresiasi Pemkab Bogor sebagai bagian dari pencegahan," terangnya.

Sementara anggota Komisi A DPRD Kota Depok Nurhasim menilai Pemkot Depok lemah dalam koordinasi terhadap Covid-19. Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kota Depok banya yang dokter, Sekretaris Daerah Kota Depok juga dokter tapi tak difungsikan.

" Saya tak habis pikir atas rendahnya kordinasi ASN di Kota Depok. Makin habis pikir lagi Pemkot Depok harus menumpang untuk Rapid test ke GOR milik daerah lain. Kalau Wali kota memang niat, Pemkot Depok kan punya GOR yang luas, luas lahannya serupa dengan GOR Pakansari Bogor," sesalnya.

Menurut Nurhasim, model yang seharusnya dilakukan dengan desentralisasi pemeriksaan ke puskesmas di seluruh Depok dimana kasus pasien dalam pengawasan (PDP) dan orang dalam pemantauan (ODP) tinggi. Apalagi Kapolri dalam pidatonya melarang warga berkerumun.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Disease 2019 (Covid-19) Kota Depok Sri Utomo melalui Audio Walikota Depok Idris Abdul Shomad, mengatakan pihaknya sudah membatalkan Rapid test yang rencananya akan digelar di Alun-Alun Kota Depok. "Tak jadi ODP dan PDP di Alun-Alun Kota Depok,rapid test batal, "ucap Sri Utomo (OL-13)

Baca Juga: Bertambah Lagi, Pasien Positif Covid-19 di Jakarta Jadi 427 Orang
Baca Juga: Ini Pedoman Tenaga Medis dan Masyarakat Penanganan Covid-19

Baca Juga

MI/Kisar Rajagukguk

Pemkot Depok Bersiap Berlakukan PSBB

👤Kisar Rajagukguk 🕔Selasa 07 April 2020, 19:50 WIB
Pemkot Depok segera memberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) Hal ini, untuk mengantisipasi penyebaran virus korona atau...
Antara

Blok Permakaman Massal Pondok Ranggon Bertambah 21 Jenazah

👤Kisar Rajaguguk 🕔Selasa 07 April 2020, 18:53 WIB
"Saat itu langsung di bawa ke puskesmas kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso, Jakarta Utara. Tadi...
MI/Akhmad Safuan

Masyarakat Belum Sepenuhnya Peduli Himbauan Pakai Masker

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Selasa 07 April 2020, 18:50 WIB
Adanya himbauan tersebut rupanya belum dijalankan oleh masyarakat, khususnya yang masih beraktifitas di luar...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya