Selasa 24 Maret 2020, 20:29 WIB

Penularan Covid-19 di Depok Telan Korban Jiwa

Kisar Rajaguguk | Megapolitan
Penularan Covid-19 di Depok Telan Korban Jiwa

MI/ BARY FATAHILAH
Petugas PMI Kota Depok melakukan penyemprotan cairan disinfektan di Masjid As-Salam, Pancoranmas, Depok, Jawa Barat, Selasa (24/3).

 

PENULARAN infeksi coronavirus disease 2019 (covid-19) di Kota Depok kian mengkhawatirkan.

Berdasarkan data Sekretariat Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok, Selasa (24/3) malam pukul 19.00 WIB, jumlah pasien positif bertambah menjadi 15 orang dari sebelumnya 13 orang, sembuh 4 orang, dan satu meninggal.

Sementara itu, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) bertambah menjadi 142 orang dan 11 orang dinyatakan tidak positif vorona. Sementaran sisanya 131 orang masih dalam pengawasan hingga malam ini.

Begitupun dengan Orang Dalam Pemantauan (ODP) hingga malam ini Selasa (24/3), bertambah menjadi 440 orang dari sebelumnya 412 orang.

Setelah didiagnosis dan diobati, 185 dari 440 orang tersebut dinyatakan tidak positif korona. Namun 255 orang masih dalam pemantauan.

Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan infeksi coronavirus disease 2019 (Covid-19) Kota Depok Dadang Wihana mengatakan, dalam sehari ini terjadi penambahan korban positif corona 2 orang. Begitu juga dengan PDP dan ODP 142 orang dan 440 orang.

"Penyebarannya cukup cepat, " ujar Dadang Wihana ketika dikonfirmasi oleh Media Indonesia.

Dadang mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok akan berupaya maksimal memberantas penularan Covid-19 ini agar tak sampai meluas.

"Kita telah melarang tempat hiburan (beroperasi), (semua harus) ditutup. Sosialisasi dan imbauan ke masyarakat kami sudah berlakukan," tuturnya.

Baca juga: Menghadap Presiden, Anies Sampaikan Skenario Penanganan Covid-19

Terkait meninggalnya EI salah satu dosen jurusan Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Indonesia (UI) Kota Depok, Dadang yang juga Kepala Dinas Perhubungan Kota Depok belum memberikan konfirmasi.

Menurut keterangan EI, merupakan pasien dalam pengawasan alias PDP infeksi korona. Kabar meninggalnya EI diperoleh dari Sekretaris UI Agustin Kusumayanti melalui Staf Humas UI Egia Atha Tarigan, Selasa (24/3).

"Beliau meninggal Selasa (24/3). Saat meninggal, almarhum adalah PDP, " ucapnya.

Informasi beredar, EI meninggal akibat terinfeksi virus korona. EI diduga tertular usai menjenguk rekannya yang positif corona di RSPAD, Jalan Gatot Subroto, Jakarta pada Jumat (20/3) lalu.

Esok harinya, EI mengalami gelala klinis mirip korona seperti batul dan sesak nafas hingga kemudian meninggal. (A-2)

Baca Juga

Antara

DKI Berawan hingga Hujan Ringan saat Libur Panjang

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 28 Oktober 2020, 05:00 WIB
BMKG memprakirakan cuaca Provinsi DKI Jakarta berawan hingga hujan ringan pada Rabu (28/10), menandai hari pertama libur panjang cuti...
Dok. Pemprov DKI Jakarta

3M dan 3T untuk Penanggulangan Pandemi Covid-19

👤MI 🕔Rabu 28 Oktober 2020, 05:00 WIB
JUMLAH kasus baru positif covid-19 terus bertambah di Indonesia. berbagai upaya antisipasi pencegahan terus dilakukan...
Antara/yulius Satria Wijaya

Polisi Prediksi Puncak Kepadatan Libur Panjang Dimulai Malam Ini

👤Rahmatul Fajri 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 22:07 WIB
Sambodo mengatakan dari pantauan di lapangan sudah tampak peningkatan volume kendaraan ke luar kota Jakarta seperti di Km 28 yang mengarah...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya