Selasa 24 Maret 2020, 19:43 WIB

Menghadap Presiden, Anies Sampaikan Skenario Penanganan Covid-19

Putri Anisa Yuliani | Megapolitan
Menghadap Presiden, Anies Sampaikan Skenario Penanganan Covid-19

ANTARA FOTO/Widodo S Jusuf
Presiden Joko Widodo (kiri) bersama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan

 

PEMERINTAH Provinsi DKI Jakarta menyiapkan beberapa opsi dan skenario penanganan jika wabah COVID-19 mengalami lonjakan di Jakarta. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Widyastuti mengungkapkan, pagi ini Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Baswedan, telah berkoordinasi dengan Presiden RI, Joko Widodo, membahas penanganan COVID-19, mengingat jumlah kasus positif yang terus meningkat.

Pada kesempatan itu, Gubernur Anies menyampaikan bahwa DKI Jakarta telah menyiapkan skenario jika kasus COVID-19 semakin meningkat.

“DKI Jakarta sudah menyiapkan skenario untuk menangani ketika kasusnya berjumlah 500, 1.000, bahkan sampai dengan 8.000 orang terkonfirmasi positif,” ungkapnya di Balai Kota, Selasa (24/3).

Skenario yang disiapkan yakni dengan membagi 3 kelompok mereka yang terindikasi positif. Kelompok tersebut antara lain:

- Kelompok Pertama, parah/kritis sebesar 8%,

- Kelompok Kedua, berat sebesar 12%, dan

- Kelompok Ketiga, ringan sebesar 80%.

Baca juga: Tiongkok Kirim Bantuan Medis Penanganan Covid-19 untuk Indonesia

“Dengan skenario itu, maka yang membutuhkan perawatan intensif adalah 20 persen pertama, yang 80 persen gejalanya ringan sehingga bisa menggunakan fasilitas yang relatif minim termasuk ke wisma atlit atau RS lain. Tapi, yang 20 persen pertama akan membutuhkan fasilitas kesehatan lengkap (ventilator, bantuan oksigen, peralatan medis yang intensif) ini levelnya ICU dan IGD untuk 20 persen pasien yang masuk,” paparnya.

Selain itu, Widyastuti juga menyatakan bahwa Pemprov DKI Jakarta akan berkoordinasi dengan seluruh pihak, termasuk Forkopimda, masyarakat, dan Pemerintah Pusat mengenai skenario penanganan COVID-19 di Jakarta.

“Pemprov DKI akan terus berkoordinasi dengan Pangdam, Kapolda, dan Satgas Nasional terutama terkait dengan pemanfaatan Wisma Atlet ketika ke depan berhadapan dengan kasus-kasus yang ada,” tandasnya.

Seperti diketahui, dari data terkini, masih terdapat penambahan jumlah orang terinfeksi COVID-19. Total pasien positif COVID-19 di DKI Jakarta sebanyak 377 orang, pasien sembuh sebanyak 23 orang, meninggal sebanyak 32 orang. Jumlah yang menjalankan Self Isolation di rumah yaitu 97 orang dan masih dalam perawatan sebanyak 225 orang.

Sedangkan, untuk yang masih menunggu hasil laboratorium berjumlah 445 orang. Tenaga kesehatan yang terinfeksi sebanyak 44 orang (1 di antaranya meninggal), tersebar di 22 Rumah Sakit. Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 1.730 orang (444 masih dipantau, 1.286 sudah selesai dipantau). Untuk jumlah Pasien Dalam Pengawasan yaitu 800 orang (529 masih dirawat di RS, 271 sudah pulang dan sehat). Jumlah pasien evakuasi AGD sebanyak 2 orang, sehingga total sampai hari ini yang telah dievakuasi tim AGD sebanyak 59 orang.(OL-4)

Baca Juga

Dok.MI

Ingin Kurus, Alasan Artis RR Konsumsi Sabu

👤Siti Yona Hukmana 🕔Selasa 20 Oktober 2020, 08:04 WIB
Yusri tak bersimpati dengan alasan tersebut. Apapun alasannya, kata dia, penggunaan barang haram tidak...
ANTARA FOTO/Didik S

DPRD DKI Imbau Pesepeda Tetap Ikuti Prokes

👤Kautsar Bobi 🕔Selasa 20 Oktober 2020, 07:33 WIB
"Pas naik sepeda dia kumpul 10 sampai 20 orang kumpul itu yang menjadi permasalahan penyebaran...
ANTARA/Dhemas Reviyanto

20 Pembakar Halte Trans-Jakarta Ditahan Polisi

👤Basuki Eka Purnama 🕔Selasa 20 Oktober 2020, 06:59 WIB
Para tersangka tersebut didominasi pelajar...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya