Selasa 24 Maret 2020, 17:15 WIB

Pemprov DKI Berlakukan Skala Prioritas untuk Rapid Test

Putri Anisa Yuliani | Megapolitan
Pemprov DKI Berlakukan Skala Prioritas untuk Rapid Test

AFP/Josh Edelson
Ilustrasi rapid test covid -19

 

BANTUAN alat tes massal (rapid est) virus korona Covid-19 yang didapat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dari Yayasa Buddha Tzu Chi Indonesia akan segera digunaka.

Meski demikian, Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti mengatakan, pihaknya menerapkan skala prioritas dalam rapid test tersebut. Priorias diberikan pada warga yang punya riwayat kontak dengan pasien positif Covid-19.

Diketahui, Pemprov DKI menerima 100 ribu alat rapid test dari Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia.

"Tim BPBD mendapat bantuan 100 ribu buah alat rapid test. Kita sudah proses SOP-nya. Dalam rapid test ini juga bersamaan dilakukan dengan penyelidikian epidemiologi. Yang kita tes adalah yang menunjukkan bahwa dia ODP yang kontak erat dengan pasien positif," kata Widyastuti.

Selain itu, alat rapid test dari Yayasan Buddha Tzu chi Indonesia juga akan disalurkan ke fasilitas-fasilitas kesehatan.

"Nanti di faskes-faskes kita bagikan, ke RS maupun puskesmas. Saya perlu sampaikan bahwa satu orang positif bisa mempunyai banyak interaksi. Yang kita fokuskan yang kontak erat dengan positif," tegasnya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam akun media sosial instagram Pemprov DKI mengunggah, bantuan dari Yayasan Buddha Tzu chi Indonesia yakni berupa 100 ribu alat rapid test Covid-19 dan 50 ribu buah masker.

Baca juga : Ini Tata Cara Penanganan Jenazah Covid-19

"Alhamdulillah malam ini tiba 100 ribu alat rapid test dan 50 ribu masker untuk digunakan di Jakarta. Terima kasih kami pada Yayasan Budha Tzuchi Indonesia. Hari Sabtu kemarin mereka mengabarkan dan sesuai janji Senin tiba di Jakarta," tulis Anies pada Senin (23/3).

Anies menyebut dalam keterangan foto bahwa alat rapid test tidak akan digunakan dalam kebijakan rapid test massal yang diarahkan oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan.

Alat ini akan digunakan mandiri dan hati-hati oleh Dinas Kesehatan untuk mengecek warga yang terindikasi Covid-19 dan menunjukkan gejala.

"Alat rapid test ini bukan untuk digunakan secara random. Bukan pula untuk pengetesan massal di kawasan terbuka. Dinas Kesehatan telah memiliki prosedur dan kriteria orang-orang yang diprioritaskan untuk memeriksakan diri," ungkapnya.

Ia pun mengajak warga agar patuhi imbauan pemerintah untuk terus berada di rumah agar tidak menulari maupun mendapat infeksi virus dan mau memeriksakan diri apabila memiliki gejala.

Sementara untuk warga yang tidak memiliki gejala harap bersabar dan tidak tergesa-gesa ingin dites Covid-19.

"Pada fase ini kita perlu mengetes mereka yang berisiko menularkan terlebih dulu. Mari kita semua menaati kriteria dan prosedur itu demi kebaikan kita semua di Jakarta," pungkasnya. (OL-7)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

PSBB Diterapkan, Kendaraan Menuju Jakarta Justru Naik

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Selasa 07 April 2020, 20:47 WIB
Status PSBB tak membuat kepadatan kendaraan di gerbang tol utama Jakarta menurun. Sebaliknya, jumlah kendaraan menjngkat di empst gerbang...
istimewa

Kota Bogor Segera Ajukan PSBB ke Kemenkes

👤Dede Susianti 🕔Selasa 07 April 2020, 20:30 WIB
PSBB tidak bisa dilakukan oleh DKI Jakarta saja, atau Bogor saja. Jika PSBB dilakukan secara bersama-sama, se-Jabodetabek hasilnya jauh...
ANTARA FOTO/Arif Firmansyah

Bermodal Alokasi Anggaran Rp334 M, Kota Bogor Ajukan PSBB

👤Dede Susianti 🕔Selasa 07 April 2020, 20:25 WIB
Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim menyebutkan secara keseluruhan atau total anggaran yang disiapkan sebesar Rp 334...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya