Selasa 24 Maret 2020, 17:15 WIB

Hasil Pertemuan G-20, Gubernur BI : Dunia Akan Bergerak Bersama

Despian Nurhidayat | Ekonomi
Hasil Pertemuan G-20, Gubernur BI : Dunia Akan Bergerak Bersama

Apriilio Akbar
Gubernur BI Perry Warjiyo

 


Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo membeberkan  hasil sidang G-20 yang telah berlangsung Senin  (23/3)malam. Sidang yang dilakukan melalui video conference tersebut dihadiri oleh 20 Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral dari negara G-20 termasuk lembaga internasional seperti Bank Dunia, IMF, United Nation, OICD dan lainya.

Dalam pertemuan tersebut, Perry menyampaikan,  setidaknya terdapat lima aspek yang kemudian menjadi fokus pembahasan. Pertama ialah bagaimana seluruh pemerintahan dunia mampu meningkatkan langkah-langkah untuk pencegahan maupun penekanan virus korona (Covid-19) dari aspek kemanusiaan.

"Bagaimana pandemi global ini bisa kemudian diatasi dengan joint action agar aspek-aspek kemanusiaan, khususnya kesehatan itu diatasi secara baik. Termasuk bagaimana berbagai negara melakukan langkah-langkah bersama untuk mengatasi dari aspek kesehatan, dari sharing pengalaman maupun juga kerja sama dalam penyediaan medical supplies, kesehatan obat-obatan dan hal lain yang bisa dilakukan," ungkapnya melalui video conference, Selasa (24/3).

Lebih lanjut, aspek yang kedua adalah bagaimana kebijakan-kebijakan fiskal, moneter dan sektor keuangan mampu dilakukan secara bersama dengan tentu saja kewenangan masing-masing negara. Dalam hal ini dibahas bagaimana seluruh negara diminta menyediakan stimulus fiskal yang besar di dalam mengatasi dampak dari Covid-19, dari aspek dampaknya terhadap ekonomi khususnya kepada masyarakat, UMKM, maupun dunia usaha.

"Semua komitmen dari berbagai negara untuk melakukan koordinasi baik secara nasional, fiskal, moneter, maupun sektor keuangan demikian juga koordinasi antar negara untuk mengatasi hal ini," lanjutnya.

Aspek ketiga, ialah mengenai bagaimana lembaga-lembaga internasional seperti Bank Dunia, IMF maupun lembaga-lembaga keuangan internasional lain mampu meningkatkan pendanaannya dalam rangka mengatasi keketatan likuiditas dolar secara global.

Dalam hal ini, Perry mengatakan bahwa IMF berencana untuk meningkatkan alokasi SDR (Special Drawing Right) dan juga menyediakan swap line kepada seluruh negara. Hal ini dikarenakan permasalahan dolar sudah terjadi secara global tanpa persyaratan apapun.

"Bank Dunia juga akan meningkatkan pendanaan kepada negara-negara khususnya negara emerging dan juga negara berkembang untuk mengatasi berbagai program baik kesehatan maupun juga untuk UMKM dan masyarakat luas. Tentu saja ini akan terus ditindaklanjuti oleh lembaga internasional tadi," pungkas Perey.

Terakhir, aspek kelima dalam pembahasan ialah G-20 akan dijadwalkan untuk melaksanakan sidang kembali melalui video conference pada pekan depan. Hal ini akan dilakukan secara rutin agar langkah-langkah secara global baik dari aspek kesehatan, koordinasi kebijakan, fiskal, moneter, sektor keuangan, dan langkah-langkah lain bisa dilakukan sebagai join collective action secara global. (E-1)

Baca Juga

Istimewa/Kementan

Pandemi Covid-19 Tak Halangi Petani Kabupaten OKU Panen Raya 

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 07 April 2020, 14:37 WIB
Lahan dari Program Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani (Serasi) seluas 300 ha turut menyumbang stok pangan pada musim panen raya di...
Istimewa

Kementan Gandeng Jasa Layanan Online Dinilai Tepat

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 07 April 2020, 14:27 WIB
Terobosan yang sudah dilakukan Kementerian Pertanian sudah tepat di era revolusi industri...
MI/ADAM DWI

​​​​​​​IHSG Anjlok 23,6%, OJK: Terdalam Sepanjang Sejarah

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Selasa 07 April 2020, 14:22 WIB
Penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang lebih dari 20% merupakan terdalam sepanjang...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya