Selasa 24 Maret 2020, 16:55 WIB

Baru Hari Kedua, RS Sudah Terima 102 Pasien Positif Covid-19

Indriyani Astuti | Humaniora
Baru Hari Kedua, RS Sudah Terima 102 Pasien Positif Covid-19

Antara
Petugas medis memeriksa kesiapan alat di ruang ICU RS Darurat Covid-19

 

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto menuturkan Wisma Atlet di Kemayoran yang kini dijadikan Rumah Sakit (RS) Darurat Covid-19 atau korona sudah beroperasi sejak Senin (23/3).  Pada hari kedua, sudah ada 102 kunjungan dari pasien yang dinyatakan positif terinfeksi covid-19.

"Ada 71 yang kita rawat dan 31 yang tidak perlu dirawat," ujar Yurianto dalam konferensi pers di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, hari ini (24/3).

Ia menjelaskan secara umum kondisi pasien yang datang ke RS Darurat Covid-19 mempunyai sakit ringan hingga sedang. Dari 102 pasien, terdapat dua pasien yang mempunyai faktor komorbid atau penyakit penyerta yang dapat mempengaruhi kondisi pasien tersebut. Oleh karena itu, mereka dirujuk ke Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto di Jakarta.

Yurianto menambahkan bahwa awal keberadaan RS Darurat Covid-19 bertujuan untuk mengurangi beban pasien di RS rujukan covid-19, antara lain RS Pusat Infeksi (RSPI) Sulianto Saroso, RS Persahatan, dan RSPAD Gatot Subroto.

Dia juga menjelaskan dalam Undang-Undang No.6/2018 tentang Karantina disebutkan bahwa penanganan penyakit menular dibagi menjadi tiga tahapan. Pertama karantina perorangan atau isolasi diri yang efektif diimplementasikan pada pasien dengan keluhan sakit ringan atau tanpa keluhan.

"Hampir 80% dari kasus positif yang ada secara statistik gejalanya ringan sampai sedang," tuturnya.

Pasien yang masuk kategori ringan hingga sedang diminta untuk melakukan isolasi mandiri, sehingga tidak seluruh kasus positif menjadi beban layanan perawatan RS rujukan. Kedua, karantina di RS diterapkan bagi pasien yang membutuhkan layanan monitoring intensif, misalnya memiliki keluhan sakit sedang hingga berat atau ada komorbid yang menyertai.

"Keberadaan RS Wisma Atlet sebagai barrier awal untuk mengurangi beban RS rujukan seperti RSPI, RS Persahabatan, sehingga tidak kemudian semua kasus masuk ke RS," terang Yuri.

Baca juga: Antrean Panjang di Wisma Atlet, BUMN Minta Masyarakat Memaklumi

Ia mengungkapkan keberadaan RS Darurat Covid-19 memang tidak masuk dalam prioritas penanganan wabah covid-19. Prioritas yang dianggap efektif guna memutus mata rantai penularan adalah tracing atau penelusuran kontak.

Ia menilai sejauh ini masyarakat sudah secara aktif dan terorganisasi melaksanakan upaya pencegahan, yakni dengan menjaga jarak fisik dalam berkomunikasi secara sosial. Menjaga jarak antarorang sekitar 1 meter dianggap upaya pencegahan dan pemutusan rantai yang paling baik.

"Kami berterima kasih masyarakat mengambil peran serta untuk ini dan saling mengingatkan berjaga jarak. Walaupun beberapa kita harus ingatkan melalui aparat keamanan agar tidak bergerombol mengurangi penularan," tukasnya. (OL-14)

Baca Juga

Antara

Kemenkes Permudah dan Percepat Izin Produksi Alkes Korona

👤 Ihfa Firdausya 🕔Rabu 08 April 2020, 14:47 WIB
Dia menjelaskan, pelaku usaha dapat mengajukan permohonan dan persyaratan dengan minimal hanya empat...
Antara

Pembiaran Kelangkaan Masker dan APD Termasuk Maladministrasi

👤Faustinus Nua 🕔Rabu 08 April 2020, 14:38 WIB
Pembiaran yang dilakukan pemerintah terhadap kelangkaan masker dan alat pelindung diri (APD) di tengah penyebaran virus korona (covid-19)...
MI/Ramdani

Bertambah 12, Pasien Covid-19 di RSD Wisma Atlet Jadi 527

👤Insi Nantika Jelita 🕔Rabu 08 April 2020, 14:34 WIB
Menurut Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) I Laksamana Madya TNI, Yudo Margono mengungkapkan ada penambahan 12...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya