Selasa 24 Maret 2020, 16:57 WIB

Pemprov Sumsel Tambah 2.000 Ruang Karantina

Dwi Apriani | Nusantara
Pemprov Sumsel Tambah 2.000 Ruang Karantina

Antara
Wisma Atlet, Jakabaring, Palembang.

 

PEMERINTAH Provinsi Sumatra Selatan menyiapkan tambahan total 2.000 ruang karantina untuk orang dalam pemantauan (ODP) virus korona di Wisma Atlet Jakabaring Sport City dan Asrama Haji Palembang.

Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan kedua sarana itu memiliki kapasitas masing-masing 1.000 kamar/ruangan.

‘’Untuk karantina ODP tidak perlu menggunakan standar seperti kamar PDP (pasien dalam pengawasan) karena ini untuk mencegah dia dari pertemuan dengan orang yang tidak terjangkit. Jadi kami siap 2.000 kamar,’’ katanya, Rabu (24/3).

Dia menjelaskan penanganan ODP dan PDP berbeda di mana isolasi untuk PDP harus di rumah sakit. Pemprov sendiri telah menunjuk 8 rumah sakit rujukan di Palembang untuk penanganan Covid-19.

Diketahui, sedikitnya 60 ruang isolasi dipersiapkan dalam antisipasi covid-19, seperti RSMH, RS Siti Fatimah, RS Ernaldi Bahar, RS Paru, RS Gigi dan Mulut dan RS Mata.

Di mana dari 60 ruang isolasi tersebut, 24 ruang isolasi diantaranya berada di RSMH Palembang.

Termasuk juga ruang isolasi disiapkan di rumah sakit yang ada di bawah naungan Pemprov Sumsel seperti di RS Siti Fatimah ada 14 ruang isolasi, RS Ernaldi Bahar 7 ruang isolasi, RS Paru-Paru 13 ruang, RS Gigi dan Mulut 1 ruang, RS Mata 1 ruang.

"Artinya dari rumah sakit ini kita siapkan 60 ruang isolasi. Ruang isolasi yang disiapkan sesuai standar medis dalam penanganan Covid-19 ini," terangnya.

Meski begitu, sejumlah rumah sakit lain baik rumah sakit milik pemerintah kota maupun kabupaten serta rumah sakit swasta juga ditunjuk dalam penanganan Covid-19 seperti RS Pertamina, RS Pusri, RS Bari dan lainnya. Termasuk juga Bhayangkara milik Polri dan RS AK Gani milik TNI.

Selain itu, Sumsel juga telah menyiapkan Rp100 miliar dari APBD 2020 untuk penanganan Covid-19 di daerah tersebut.

‘’Kami tindaklanjuti Kepres dan Inpres tentang cadangan keuangan untuk realokasi dan refocusing anggaran. Jadi dana Rp100 miliar itu akan digunakan untuk vovid-19 dan dampaknya,’’ kata Herman Deru, Selasa (24/3).

Deru menambahkan besaran realokasi itu didapat dari berbagai efisiensi yang dilakukan pemprov, mulai dari menunda perjalanan dinas hingga penyelenggaraan acara yang bersifat seremonial. (OL-2)

 

Baca Juga

AFP

Kinerja Bongkar Muat Pelabuhan Lhokseumawe Meningkat

👤Yoseph Pencawan 🕔Selasa 07 Juli 2020, 23:30 WIB
"Angka ini naik 6,46 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2019 sebanyak 264.787 ton," ujarnya dalam keterangan...
MI/Gabriel Langga

Jalani Rapid Test, 30 Dokter di Sikka Nonreaktif

👤Gabriel Langga 🕔Selasa 07 Juli 2020, 22:35 WIB
Sebanyak 30 dokter yang selama ini menangani pasien positif virus covid-19 di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur telah menjalani rapid...
MI/Bary Fathahilah

Tidak Pakai Masker di Tuban Dihukum Menyapu Jalan

👤Ahmad Yakub 🕔Selasa 07 Juli 2020, 22:25 WIB
Pemkab Tuban, Jawa Timur, memberikan sanksi tegas bagi warga yang tertangkap tangan melanggar protokol...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya