Selasa 24 Maret 2020, 13:16 WIB

BLI KLHK Produksi Desinfektan dari Cuka Kayu dan Bambu

mediaindonesia.com | Humaniora
BLI KLHK Produksi Desinfektan dari Cuka Kayu dan Bambu

Istimewa/KLHK
BLI Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) berhasil memproduksi desinfektan dari cuka kayu dan bambu (asap cair).

 

BADAN Penelitian, Pengembangan, dan Inovasi (BLI) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) berhasil memproduksi desinfektan dari cuka kayu dan bambu (asap cair) sebagai antisipasi penyebaran virus korona tipe baru atau Covid-19.

Dari hasil Penelitian dan Pengembangan Pusat Litbang Hasil Hutan (P3HH) ini juga diproduksi hand sanitizer dengan formula asap cair (cuka kayu), borneol, etanol, dan gliserol.

Pemakaiannya telah diujicobakan untuk lingkungan kantor dan dibagikan kepada para pegawai di lingkungan Perkantoran BLI Kampus Gunung Batu, Bogor.

''Hasil pengujian asap cair kayu dan bambu terhadap kuman dari eksperimen yang dilakukan, cukup hanya dengan 1% sudah efektif,'' ujar Prof. Gustan Pari, peneliti P3HH, BLI, dalam rilis pada media, Selasa (24/3).

Menurut Prof.Gustan, uji toksisitas asap cair kayu dan bambu sebagai desinfektan, dilakukan bersama Ratih Damayanti dan tim. Riset itu menggunakan mikroorganisme bakteri yang terdapat pada telapak tangan dan udara di Laboratorium Mikrobiologi Hutan-Pusat Litbang Hutan, Bogor.

Hasilnya, asap cair kayu dan bambu dengan konsentrasi 1% memiliki kemampuan lebih baik dalam menghambat pertumbuhan mikroorganisme dibandingkan etanol (alkohol) 70%, yang selama ini sering dijadikan bahan dasar desinfektan.

''Asap cair yang diproduksi BLI layak dijadikan sebagai desinfektan terutama di tengah kelangkaan produk desinfektan di pasaran. Ini akan segera diproduksi massal untuk dibagikan ke lingkungan masyarakat yang membutuhkan,'' kata Prof. Gustan.

Tindaklanjuti edaran Menteri LHK

Penyemprotan desinfektan yang dilakukan di seluruh ruangan kerja BLI lingkup Gunung Batu ini merupakan respon BLI menindaklanjuti Surat Edaran Menteri LHK Siti Nurbaya tentang pencegahan penyebaran Covis-19.

Salah satu upaya pencegahan dengan melakukan penyemprotan desinfektan pada sarana prasarana gedung/kantor, menerapkan budaya hidup bersih, dan menjaga lingkungan sekitar.

Menteri LHK Siti Nurbaya menyambut baik hasil inovasi BLI KLHK ini sebab bisa mengurangi dampak penyebaran virus corona. “Semua pihak harus bergotong royong mengupayakan pencegahan virus berbahaya ini,” kata Siti Nurbaya (RO/OL-09)

Baca Juga

Ilustrasi

Hadapi Covid-19, STP Trisakti Beri Beasiswa Peduli

👤Syarif Oebaidillah 🕔Kamis 09 April 2020, 14:32 WIB
Program Beasiswa Peduli STP Trisakti memberi  potongan SPP kepada calon mahasiswa baru yang mendaftar masuk pada bulan April - Juli...
Antara

Ini Loh Penggunaan Masker yang Sesuai Anjuran WHO

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Kamis 09 April 2020, 14:05 WIB
PEMAKAIAN masker saat wabah Covid-19 bukan hanya untuk orang yang sakit. Namun, orang sehat dan melakukan aktivitas di luar rumah harus...
ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

Salurkan Bansos, Komisi VIII DPR Beri Pesan ke Kemensos

👤Ihfa Firdausya 🕔Kamis 09 April 2020, 13:16 WIB
Bantuan Perlindungan Sosial harus segera dilakukan sesegara mungkin dengan memperhatikan kebutuhan dasar masyarakat dan momentum menghadapi...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya