Selasa 24 Maret 2020, 13:30 WIB

Covidiot, Sebutan untuk yang Egois di Tengah Wabah Covid-19

Bagus Pradana | Weekend
Covidiot, Sebutan untuk yang Egois di Tengah Wabah Covid-19

AFP/SAI AUNG MAIN
Masyarakat di Yangon memborong bahan makanan pada 12 Maret gara-gara pengumuman covid-19 di negara tersebut

JIKA kesal dengan penimbun masker atau mereka yang menimbun barang di saat merebaknya wabah korona, Anda bisa menyebut mereka Covidiot ! Ya, itu adalah kosa kata baru dari warganet untuk menyebut orang-orang yang berprilaku egois di saat wabah virus ini merebak.

Mereka memakai kata ini untuk menunjuk para penimbun barang yang tak punya empati. Kata ini juga bisa ditujukan untuk orang-orang  tak tahu diri yang nekat bepergian, hingga mereka yang tak mau mengindahkan anjuran pemerintah untuk menjaga jarak aman kala kondisi tak menentu seperti hari ini.  

Seperti dirangkum dari Globalnews.ca dan Dailymail.co.uk, Covidiots terinspirasi dari penyakit Covid-19 yang memunculkan tabiat buruk sebagian kecil orang yang panik menghadapi wabah ini.

Istilah ini bahkan telah diadaptasi oleh beberapa situs Urban Dictionary (Kamus Bahasa popular) sebagai kata popular teranyar yang sering digunakan dalam percakapan hari ini, baik langsung maupun daring.

Sejauh ini terdapat dua definisi yang paling banyak dirujuk untuk menggunakan kata ini, yaitu untuk menyebut 'seseorang yang mengabaikan peringatan tentang keselamatan publik' dan 'seseorang yang menimbun barang dan merampas hak orang lain untuk mencukupi kebutuhan hidupnya'.

Sementara bila kita merujuk pada situs Urbandictionary.com, kata tersebut populer digunakan untuk menyebut:

1. Orang yang keras kepala mengabaikan protokol menjaga jarak fisik sehingga justru menyebabkan penyebaran Covid-19 lebih masif.

2. Orang yang menimbun bahan makanan dengan tidak perlu sehingga menyebabkan kepanikan yang berlebihan terhadap Covid 19, dan merampas persediaan vital orang lain.

Istilah ini telah beberapa hari menjadi trending topic di twitter, digunakan oleh beberapa warganet untuk memperingatkan orang-orang agar tidak bersikap seperti itu.

Beberapa contoh twit yang populer menggunakan kata tersebut adalah:

"Are you seriously going to visit grandma? Dude, don’t be such a covidiot."

(Apakah Anda serius akan mengunjungi nenek? Kawan, jangan jadi covidiot)

"See that guy with the 200 toilet paper rolls? What a covidiot."

(Lihat pria dengan 200 gulungan kertas toilet? Benar-benar covidiot.)

Beberapa warganet bahkan menyarankan agar kata itu ditambahkan ke Oxford English Dictionary sebagai kata populer tahun ini. (M-4)

Baca Juga

ALERIE MACON / AFP

Sejumlah Museum Terancam Tutup Permanen Pasca Pandemi Covid-19

👤Fathurrozak 🕔Minggu 31 Mei 2020, 20:22 WIB
UNESCO dan ICOM memprediksi museum-museum yang berada di Afrika, Asia, dan negara-negara Arab lebih berisiko tutup daripada museum di Eropa...
Juni Kriswanto / AFP

Kesembuhan Nenek asal Jatim dari Covid 19 Viral di Luar Negeri

👤Adiyanto 🕔Minggu 31 Mei 2020, 20:00 WIB
Siti Aminah, menantu Kamtim menyatakan, kesembuhan mertuanya lantaran dia disiplin dan bersemangat selama...
Dok. Pribadi

Bidasan Bahasa Normal Baru

👤Suprianto Annaf Redaktur Bahasa Media Indonesia 🕔Minggu 31 Mei 2020, 05:55 WIB
Masyarakat kenormalan baru berperilaku hidup lebih sehat. Bukan individualistis, koruptif, sekuler, dan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya