Selasa 24 Maret 2020, 12:48 WIB

Penumpang KRL Tetap Padat, Kadishub: Patuhi Social Distancing

Putri Anisa Yuliani | Megapolitan
Penumpang KRL Tetap Padat, Kadishub: Patuhi Social Distancing

Antara
Ilustrasi penumpang menunggu KRL Commuter Line.

 

PENUMPANG KRL Commuter Line sempat membludak pada jam sibuk, Senin (23/3) kemarin, yang menjadi hari pertama pembatasan layanan transportasi. Usai berita padatnya penumpang KRL viral dan juga dikeluhkan masyarakat, PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) kembali menormalkan layanan .

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo, menyayangkan kepadatan yang terjadi di KRL. Kepadatan itu menunjukkan masih banyak orang yang tidak menerapkan social distancing. Pun, sejumlah perusahaan belum memberlakukan kebijakan kerja dari rumah (WFH) di tengah pandemi virus korona (Covid-19).

Syafrin berharap semakin banyak warga yang menerapkan social distancing dan tidak menggunakan transportasi publik. "Kami berharap tidak ada lagi masyarakat yang menggunakan angkutan umum. Sebagaimana kita ketahui bahwa angkutan umum menjadi tempat yang potensial untuk penyebaran wabah Covid-19," ujar Syafrin saat dihubungi, Selasa (24/3).

Baca juga: Ini Upaya PT KCI Tangkal Korona di KRL Jabodetabek

Dengan tidak menggunakan angkutan umum, lanjut dia, langkah itu sesuai dengan imbauan Presiden Joko Widodo. Berikut, seruan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, agar masyarakat beraktivitas di rumah.

Selain itu, dirinya optimistis semakin banyak , ia juga optimistis akan semakin banyak orang yang menerapkan social distancing untuk mencegah penularan virus korona. Social distancing juga berdampak pada penurunan jumlah penumpan transportasi publik.

"Tren penurunan penumpang ini karena masyarakat mematuhi anjuran pemerintah," imbuh Syafrin.

Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta dan PT Kereta Commuterline Indonesia (KCI) menerapkan pembatasan layanan transportasi pada Senin (23/3) kemarin. Pembatasan juga berlaku di MRT, LRT dan Transjakarta, dengan hanya beroperasi pada pukul 06.00-20.00 WIB.

Baca juga: Jangan Panik Meski KRL Disebut Berisiko Tinggi Korona

Jumlah penumpang Transjakarta per 17 Maret, atau sebelum terjadinya pembatasan, mencapai 507.805 orang. Begitu pembatasan diberlakukan, jumlah penumpang turun drastis menjadi 156.041 orang, atau sekitar 69%.

Adapun jumlah penumpang MRT pada 17 Maret tercatat 31.628 orang. Setelah kebijakan pembatasan diberlakukan, jumlah penumpang turun 57,5% menjadi 13.430 orang. Tidak berbeda jauh, penurunan penumpang juga terjadi di LRT. Pada 17 Maret, jumlah penumpang tercatat 1.350 orang. Usai pembatasan, jumlah penumpang turun menjadi 773 orang. Sementara itu, penumpang KRL turun 44% menjadi 341.525 orang, dari sebelumnya 610.207 orang per 17 Maret.(OL-11)

Baca Juga

Instagram @paull_21

Ombudsman Sebut Kompol Fahrul Pantas Dicopot

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 03 April 2020, 23:50 WIB
"Anda minta rakyat tertib tapi memberi contoh yang sebaliknya, itu kan bener-bener enggak baik,”...
MI/Insi Nantika

PKS Bantah Pecah Suara Soal Penundaan Pilwagub DKI

👤Insi Nantika Jelita 🕔Jumat 03 April 2020, 22:45 WIB
Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD DKI Jakarta, Mohammad Arifin membantah pihaknya pecah suara soal penundaan pemilihan...
 MI/ANDRI WIDIYANTO

Polisi Dilarang Mudik di Hari Raya karena Covid-19

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Jumat 03 April 2020, 20:45 WIB
Kapolri Jenderal (Pol) Idham Azis mengeluarkan Surat Telegram yang berisikan larangan untuk polisi dan pegawai negeri sipil di lingkungan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya