Selasa 24 Maret 2020, 12:02 WIB

KPK Periksa Dua Saksi untuk Kasus Nurhadi

Indriyani Astuti | Politik dan Hukum
KPK Periksa Dua Saksi untuk Kasus Nurhadi

Ist
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

 

PENYIDIK Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali akan melakukan pemeriksaan dua orang saksi dalam kasus dugaan suap yang melibatkan tersangka mantan Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi, Selasa (24/3). Pelaksana Tugas Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ali Fikri mengatakan kedua saksi yakni Hartanto dan Hertanto tersebut sempat menjadi pengacara Nurhadi.

"Diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Nurhadi," ujarnya di Jakarta, Selasa (24/3).

Baca juga: Kurang dari 11 Jam, Dua Pejabat Kemenperin Meninggal Dunia

Mereka dihadirkan terkait tindak pidana korupsi suap dan gratifikasi terkait dengan perkara di Mahkamah Agung (MA) pada tahun 2011-2016.

Selain Nurhadi, KPK telah menetapkan Rezky Herbiyono (RHE), dari pihak swasta atau menantunya dan Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal Hiendra Soenjoto (HS) sebagai tersangka pada 16 Desember 2019. Mereka saat ini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Menurut Ali, KPK masih melakukan pencarian terhadap ketiganya meskipun saat ini pandemi Korona (Covid-19) tengah melanda sejumlah daerah, Ali mengatakan penyelidikan tetap dilakukan. Petugas dan penyidik, ujarnya, mengenakan alat pelindung diri (APD) saat pemeriksaan saksi dilakukan sebagai pencegahan penularan penyakit.

Nurhadi serta Rezky ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi sebesar Rp46 miliar untuk urusan perkara di MA. Sedangkan dari Hiendra ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap dari pihak swasta. (OL-6)

Baca Juga

istimewa

Sri Sultan Minta Kepastian Soal Kepulangan Pemudik

👤Agus Utantoro 🕔Selasa 31 Maret 2020, 22:15 WIB
Sri Sultan Hamengku Buwono X meminta segera ada keputusan pemerintah mengenai para...
MI/Susanto

Polri Harus Tindak Tegas Penyebar Hoaks soal Covid-19

👤Putri Rosmalia Octaviyani 🕔Selasa 31 Maret 2020, 22:08 WIB
Tidak hanya mengamankan lingkungan dan membubarkan kerumunan. Polri juga diminta tegas menindak penyebar hoaks terkait covid-19 yang...
Dok. Kemendagri

Jadwal Tunda Pilkada Serentak Ditentukan Usai Pandemi Covid-19

👤Faustinus Nua 🕔Selasa 31 Maret 2020, 21:44 WIB
Tito menegaskan, pihaknya bersama Komisi Pemilihan Umum dam DPR RI akan menentukam jadwal tunda pelaksanaan Pilkada Serentak di 270 daerah...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya