Selasa 24 Maret 2020, 10:29 WIB

Kejutan, Indeks Rebound Pagi Ini

Despian Nurhidayat | Ekonomi
Kejutan, Indeks Rebound Pagi Ini

Antara/Citro Atmoko
Lantai Bursa Efek Indonesia

 

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) tanpa disangka berhasil rebound dan kembali menembus level psikologis 4.000.

Dari pantauan Media Indonesia, sekitar pukul 09.45 WIB, IHSG naik 3,17% atau 126,63 poin di level 4.116,14. Hasil ini sangat menggembirakan mengingat pada penutupan kemarin IHSG hanya mampu bercokol di level 3.989,51.Bahkan di awal perdagangan, indeks sempat turun 12 poin. 

Melihat hal tersebut, Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper dalam risetnya mengatakan IHSG akan menguat terbatas hari ini. Penguatan ini didorong optimisme stimulus perekonomian terutama dari The Fed yang diperkirakan akan mendorong optimisme pasar.

"Investor akan terus memantau perkembangan virus korona karena virus tersebut saat ini merupakan katalis utama pergerakan pasar. Namun pernguatan diperkirakan masih terbatas akibat penyebaran virus korona terutama dari dalam negeri dan volatilitas nilai tukar rupiah," ungkapnya, Selasa (24/3).

Lebih lanjut, riset Valbury Sekuritas menilai bahwa sentimen pasar dari dalam negeri masih berkutat pada antisipasi dampak dari wabah virus korona yang menyebabkan kemungkinan pemerintah merubah postur APBN tahun anggaran 2020.

Hal itu menyusul beberapa asumsi dasar makro yang melebar dan adanya kebijakan-kebijakan seperti realokasi anggaran. Dampak dari penyebaran virus korona (Covid-19) menjadi salah satu penyebab pengubahan postur pada APBN.

"Harga komoditas seperti minyak mentah dunia sudah anjlok serta nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah. Sehingga melebar dari yang telah ditetapkan dalam APBN. Hal ini terkait dengan Presiden Joko Widodo mengeluarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2020 tentang Refocussing Kegiatan, Realokasi Anggaran, Serta Pengadaan Barang Dan Jasa Dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid -19)," pungkas Valbury Sekuritas.

Dipihak lain, Kementerian Keuangan sudah menghitung potensi anggaran yang didapat dari kebijakan ini yakni sekitar Rp 62,3 triliun. Anggaran ini hanya berasal dari kementerian/lembaga (K/L).

Sri Mulyani juga memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2020 bisa melambat ke 0% pada skenario terburuk. Sementara pada skenario moderat, perekonomian Indonesia masih bisa tumbuh di atas 4%.

"Pertumbuhan ekonomi Indonesia tersebut diakibatkan masifnya penyebaran virus Corona. Dampak dari penyebaran penyakit ini telah menyebabkan penurunan harga minyak dunia, gejolak nilai tukar rupiah yang sempat tembus level psikologis 16.000 per dolar AS. Harga minyak mentah terus turun menuju level terendah sejak 2003 seiring dengan memudarnya prospek kesepakatan antara OPEC dan Texas untuk membatasi produksi," ujarnya. (E-1)

Baca Juga

ISTIMEWA

PLN Kerja Sama dengan Aparatur Daerah Jangkau Daerah Terpencil

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 05 April 2020, 19:23 WIB
Hingga Pukul 09.00 WIB, 10 Juta Pelanggan Prabayar Sudah Dapat Nikmati Token Listrik...
MI/USMAN ISKANDAR

Kondisi Perbankan Masih Baik

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Minggu 05 April 2020, 19:14 WIB
Kondisi perbankan hingga saat ini masih cukup baik meski pandemi covid-19 perlahan memukul berbagai sektor...
Antara

Polri Akan Pidanakan Penimbun Sembako

👤Tri subarkah 🕔Minggu 05 April 2020, 18:15 WIB
 "Kita mengawal dan memastikan ketersediaan bahan-bahan pokok dan hal-hal yang menyangkut kebutuhan hidup masyarakat sehari-hari...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya