Selasa 24 Maret 2020, 07:05 WIB

Duka Presiden atas Wafatnya Tenaga Medis

Ifa/Ata/MTVN/X-7 | Humaniora
Duka Presiden atas Wafatnya Tenaga Medis

BIRO PERS SEKRETARIAT PRESIDEN/MUCHLIS JR
Presiden Joko Widodo meninjau ruang perawatan Rumah Sakit Darurat Penanganan Covid-19 di Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, kemarin.

 

SETELAH berjibaku merawat pasien covid-19, Guru Besar Epi demiologi FKM-UI Bambang Sutrisna akhirnya menyusul enam dokter yang lebih dulu gugur di medan perang melawan korona. Enam dokter ters but ialah Hadio Ali, Djoko Judodjoko, Laurentius, Adi Mirsaputra, Ucok Martin, dan Toni D Silitonga.

Setelah melihat banyaknya pahlawan pandemi covid-19 itu berpulang, Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun menyampaikan dukacitanya yang mendalam. ”Saya ingin menyampaikan ucapan dukacita yang mendalam atas berpulangnya dokter, perawat, dan tenaga medis lain ke haribaan Allah SWT. Mereka adalah tenaga medis yang sudah berjuang melawan covid-19,” kata Jokowi di Wisma Atlet, Jakarta Pusat, kemarin.

Presiden pun berterima kasih atas dedikasi dan kerja keras mereka. ”Atas nama pemerintah, negara, dan rakyat, saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas perjuangan dalam mendedikasikan penanganan covid-19,” tambah Jokowi.

Pemerintah berencana memberikan santunan kematian Rp300 juta bagi dokter, perawat, dan tenaga medis yang gugur. Itu berlaku untuk seluruh daerah yang menyatakan tanggap darurat.

Sementara itu, ungkapan duka juga disampaikan ahli kesehatan masyarakat Universitas Indonesia Pandu Riono kepada almarhum Djoko Judodjoko. Dalam akun Twitternya, ia menjelaskan Djoko ialah dokter yang terkenal baik dan hebat di dunia medis.

‘Mas terinfeksi karena aktif beri layanan. Banyak petugas kesehatan yang terinfeksi dan pergi, minimnya APD sulit di maafkan. Tidak cukup bica ra, kita semua berbuat’, tulis Pandu.

Di sisi lain, Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) mendapat laporan, sejumlah perawat rumah sakit rujukan penanganan covid-19 yang tinggal di indekos mendapat perlakuan sosial tidak baik. Mereka diminta pindah dari tempat indekos karena dikhawatirkan menularkan virus korona.

”Baru mendapatkan informasi dari sejawat perawat di salah satu RS rujukan covid-19, ada yang mengalami demikian,” ujar Ketua Umum Pengurus Pusat PPNI Harif Fadhillah.

Namun, ia meminta para perawat tetap bekerja secara profesional. Harif menyarankan para perawat melaporkan apa yang mereka alami kepada pimpinan setempat untuk mendapat solusi.

”Tetap jalankan prinsip pencegahan, termasuk di luar rumah sakit, dan berikan edukasi pada lingkungan terkait dengan transmisi covid-19,” pesan Harif. (Ifa/Ata/MTVN/X-7)

Baca Juga

Antara

Pekerja Diminta Pahami Skala Prioritas Pemerintah Atasi Covid-19

👤Thomas Harming Suwarta 🕔Senin 06 April 2020, 17:59 WIB
Pekerja buruh diminta untuk memahami posisi pemerintah yang memberikan skala prioritas tetapi tanpa mengorbankan begitu saja nasib dan...
AFP

Ketua Satgas Covid-19 IDI: Rapid Test 10 Ribu Sehari Per Provinsi

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Senin 06 April 2020, 17:54 WIB
Rapid test sangat penting dan sekarang ada di Indonesia. Oleh karena itu, segera kerjakan itu sebanyak mungkin dan...
Ilustrasi

Ini Panduan Ibadah Ramadan dan Idul Fitri

👤Syarief Oebaidillah 🕔Senin 06 April 2020, 17:44 WIB
Kementerian Agama (Kemenag) menerbitkan edaran terkait Panduan Ibadah Ramadhan dan Idul Fitri 1 Syawal 1441H di tengah pandemi wabah...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya