Selasa 24 Maret 2020, 07:20 WIB

TNI/Polri Paksa Warga Jaga Jarak

Putri Rosmalia Octaviyani | Politik dan Hukum
TNI/Polri Paksa Warga Jaga Jarak

ANTARA FOTO/Fauzan
Anggota Satpol PP dibantu TNI dan Polri membubarkan warga saat razia warung internet (warnet) di Panongan, Kabupaten Tangerang, Banten,.

 

PEMERINTAH mengerahkan aparat keamanan, mulai TNI, Polri, hingga Polisi Pamong Praja untuk membubarkan kerumuman di daerah-daerah demi mencegah penularan covid-19. Kini pun tengah digodok aturan yang memungkinkan memberi sanksi bagi pelanggar jarak fisik yang mensyaratkan jarak antarorang minimal 1 meter.

“Ternyata masih banyak pelanggaran. Tingkat pemahaman dan penghayatan masyarakat tentang situasi ini tidak sama. Maka kemarin rapat Gugus Tugas jam 12.00 sampai jam 14.30 WIB itu memutuskan agar TNI dan Polri ikut turun tangan secara selektif dibantu oleh Satpol PP di daerah untuk melakukan pembubaran­ terhadap kerumunan orang yang membahayakan,” papar kata Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD, melalui video conference, di Jakarta, kemarin.

Menurut Mahfud, opsi jaga jarak fisik yang diambil pemerintah untuk menanggulangi penyakit yang disebabkan virus korona sudah final. Pasalnya, pilihan lain seperti lockdown dan lainnya tidak dipandang tepat diterapkan di Indonesia.

Opsi apa pun, lanjut Mahfud, pasti memiliki konsekuensi penolakan. Namun, menjaga jarak fisik diharapkan cukup efektif di Tanah Air. Bila melanggar, pemerintah akan memberikan sanksi dan itu tengah digodok.

“Penegakan hukum secara selektif itu sudah mulai diputuskan dan aturannya nanti secara prosedural akan dikomando BNPB. Kemarin sudah langsung disampaikan ke Polri dan TNI agar melakukan itu dan Polri sudah membuat SOP yang tampaknya sudah dijalankan daerah-daerah,” pungkasnya.

Bukan hanya untuk penegakkan aturan jaga jarak fisik, TNI juga telah mengirimkan 140 personel tim medis dan nonmedis untuk bertugas di Rumah Sakit Darurat Penanganan Covid-19 yang berlokasi di Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta.

“Langkah ini patut diapresiasi sebagai bentuk kesigapan TNI dalam menangani darurat bencana covid-19,” ujar anggota Komisi I DPR Christina Aryani­, dalam keterangan pers, kemarin.

Christina mengatakan pandemi covid-19 sudah ditetapkan sebagai bencana nasional nonalam oleh pemerintah. Dengan begitu, pelibatan TNI dalam konteks ini sangat tepat.

“TNI kita memiliki personel atau SDM di bidang kesehatan dan dengan didukung cara kerja, semangat, dan disiplin ala militer, kami percaya upaya mereka menangani wabah ini akan efektif dan efisien.” ujar Christina. (Pro/Cah/P-2)

Baca Juga

Antara

Pemerintah Klaim Proses Penyusunan UU Cipta Kerja Sudah Transparan

👤Andhika Prasetyo 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 23:30 WIB
"Dari naskah akademik itulah disusun pasal demi pasal, sehingga setiap pasalnya sudah disusun berdasarkan kajian,"...
Antara

Istana: Pemerintah Seimbangkan Demokrasi dan Stabilitas

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 22:37 WIB
Moeldoko mengatakan tidak mudah bagi pemerintah menempatkan keseimbangan yang dinamis antara demokrasi dan...
Ilustrasi

Paslon di Pilkada 2020 Diminta Maksimalkan Debat Publlik

👤Indriyani Astuti 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 22:04 WIB
Titi menuturkan, pandemi membuat masyarakat cenderung kekurangan informasi terhadap program, visi, misi dari para...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya