Senin 23 Maret 2020, 21:55 WIB

1.512 Perusahaan Terapkan WFH, NasDem: Jangan Imbauan Saja!

Insi Nantika Jelita | Megapolitan
1.512 Perusahaan Terapkan WFH, NasDem: Jangan Imbauan Saja!

MI/Bary
Penumpang KRL masih banyak karena ada perusahaan yang tidak menerapkan work from home

 

Sebanyak 1.512 perusahaan dengan 517.743 tenaga kerja sudah menerapkan imbauan untuk bekerja di rumah atau work from home (WFH). Ini bertujuan untuk menekan penyebaran virus korona.

Menurut Ketua Fraksi NasDem DKI Jakarta Wibi Andrino, perlu ada aturan agar banyak perusahaan yang menerapkan WFH.

"Perlu ada aturan yang jelas dan tegas. Enggak bisa cuma imbauan saja," kata Wibi kepada Media Indonesia, Jakarta, Senin (23/3).

Wibi mengatakan masih ada pekerja seperti SPG mall atau pelayan toko yang harus masuk kerja karena perintah perusahaan tersebut.

Seperti diketahui, Jakarta merupakan kota yang paling banyak menyumbang pasien positif covid-19 di Indonesia. Per hari ini, jumlah pasien positif virus covid-19 di Ibu kota mencapai 356 orang.

"Kasihan pekerja seperti itu. Yang masih masuk kerja karena dipaksa oleh manager. Itu terjadi di mall-mall seperti contoh di MOI," kata Wibi.

Baca juga: YLKI: Kepadatan Penumpang KRL karena Belum Semua Karyawan WFH

Diketahui, dari data Statistik Ketenagakerjaan DKI, jumlah angkatan kerja yang ada di DKI Jakarta tahun 2019 sebanyak 5.157.878 orang dan yang bekerja sebanyak 4.83.6977 orang.

Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi DKI Jakarta Andri Yansyah menuturkan keputusan membuat aturan yang tegas untuk perusahaan yang menerapkan WFH, bukan kewenangan pihaknya.

"Kewenangan untuk itu ada di pemerintah pusat. Kami hanya bersifat imbauan," jelas Andri.

Adapun imbauan WFH tertuang dalam Surat Edaran Nomor 3590/SE/2020 tentang tindak lanjut seruan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, yang menerbitkan Seruan Nomor 6 Tahun 2020 tentang penghentian sementara kegiatan perkantoran dalam rangka mencegah penyebaran virus korona (covid-19).

Dalam seruan tersebut disebutkan semua perusahaan diminta melaksanakan arahan gubernur untuk mengatur tenaga kerja, agar bisa melaksanakan kegiatan dari rumah.

Namun, tertulis juga bidang perusahaan tertentu yang menyangkut kebutuhan dasar masyarakat bisa tidak menerapkan WFH. Misalnya, bidang kesehatan, bidang pangan atau kebutuhan pokok, bidang energi, bidang jasa keuangan dan siatem pembayaran, untuk mengatur kegiatan bekerja di kantor. (OL-14)

 

Baca Juga

ANTARA/Rivan Awal Lingga

Pemprov DKI Data Pekerja Seni Terdampak Covid-19

👤Antara 🕔Minggu 05 April 2020, 14:00 WIB
Dari segi kebudayaan, banyak tempat-tempat kesenian seperti galeri-galeri seni hingga kawasan bersejarah seperti Monas ataupun Kota Tua...
Dok MI

Hendak Tawuran, Empat Pemuda Ditangkap Polres Jakbar

👤Tri Subarkah 🕔Minggu 05 April 2020, 11:58 WIB
"Mereka kita amankan karena ada laporan dari pengendara jalan dan warga yang melihat gerombolan remaja yang hendak melakukan...
 ANTARA/M Risyal Hidayat

Miris, Masih Ada RS Rujukan Tolak Warga Suspek Covid-19

👤Insi Nantika Jelita 🕔Minggu 05 April 2020, 11:41 WIB
"Penolakan yang dilakukan rumah sakit rujukan disebabkan minimnya jumlah ruang isolasi di rumah...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya