Senin 23 Maret 2020, 20:10 WIB

Penetapan Wabup Bekasi Dilaporkan ke PTUN Bandung

Gana Buana | Megapolitan
Penetapan Wabup Bekasi Dilaporkan ke PTUN Bandung

MI/Gana Buana
Proses pemilihan wakil bupati Bekasi di DPRD Kabupaten Bekasi menuai protes.

 

DEWAN Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bekasi, Jawa Barat menerima sejumlah kecaman atas Pemilihan Wakil Bupati (Pilwabup) yang dinilai inkonstitusional. Salah satunya dari Calon Wakil Bupati Bekasi Mochamad Dahim Arisi yang direkomendasikan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar dan DPP PAN.

Dahim melayangkan surat protes ke DPRD Kabupaten Bekasi hari ini, Senin (23/3). Ia menolak rangkaian pemilihan Wabup terpilih yang dilakukan oleh DPRD Kabupaten Bekasi.

"Hari ini saya melayangkan surat protes keras dan keberatan atas pembentukan panitia pemilihan wakil bupati, surat keputusan penetapan calon wakil bupati, dan penetapan wakil bupati terpilih yang dilakukan oleh DPRD Kabupaten Bekasi," kata Dahim, Senin (23/3).

Ia mengatakan, protes dilakukan lantaran namanya tidak dimasukkan dalam kandidat calon pada sidang paripurna pemilihan Wakil Bupati Bekasi. Padahal Ia telah mengantongi surat rekomendasi DPP partai pengusung pemenang Pilkada Kabupaten Bekasi 2017.

"Pada paripurna yang digelar DPRD Rabu (18/3) lalu hanya nama Tuti Nurcholifah Yasin dan Ahmad Marjuki yang ditetapkan sebagai calon padahal nama saya sudah direkomendasikan dua partai pengusung tapi kenapa tidak diakomodir dewan," jelas dia.

Dia mengaku, surat keberatan yang dialamatkan ke DPRD Kabupaten Bekasi itu juga ditembuskan kepada Menteri Dalam Negeri, Gubernur Jawa Barat, Ketua PTUN Bandung, dan Bupati Bekasi. Ada beberapa hal yang menjadi dasar keberatannya. Pertama, pembentukan Panlih yang bertentangan dengan Pasal 174 ayat 2 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2015. Kedua, proses verifikasi kelengkapan Calon Wakil Bupati Bekasi yang bertentangan PP Nomor 102 tahun 2014 pasal 7 ayat 2.

Kemudian, lanjut Dahim, penetapan calon tidak sesuai dengan Peraturan DPRD Kabupaten Bekasi Nomor 2 Tahun 2019 tentang Tata Tertib pasal 41 ayat 3. Terakhir adanya surat dari Kementerian Dalam Negeri Nomor: 132.32/920/OTDA dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat Nomor 131/1536/Penkum tanggal 13 Maret 2020 yang meminta penundaan pemilihan Wakil Bupati.

"Karena itu saya meminta Ketua DPRD untuk menindaklanjuti surat protes yang saya layangkan karena saya melihat sejak awal pelaksanaan Pemilihan Wakil Bupati Bekasi telah Inkonstitusional," tegas dia.

Sementara Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Bekasi, Bagus Lukito mengatakan, para anggota DPRD Kabupaten Bekasi harus bertaubat. Menurut dia Pilwabup Bekasi yang digelar pada Rabu (18/3) lalu itu tidak ubahnya seperti sebuah sandiwara yang harus segera dihentikan.

"Segera bertobat karena ini musim penyakit begini, segera bertobat. Pemilihan wakil bupati ada mekanisme, ada aturan. Jangan sekali-kali aturan itu dilanggar oleh dewan itu sendiri. Yang perlu dicatat, DPRD itu bukan Dewan Perwakilan Rakyat Dagelan, bukan itu," kata dia.

Terlebih, kata dia, Direktur Jenderal Otonomi Daerah pada Kementerian Dalam Negeri dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga telah menginstruksikan agar Panitia Pemilihan DPRD Kabupaten Bekasi tidak melanjutkan ke tahap pemilihan sebelum menempuh aturan yang berkaitan dengan pemilihan.

"Sudah jelas melawan aturan ini sudah diingatkan pula oleh pusat dan provinsi, kenapa masih dilanjutkan. Segeralah tobat dan kembali ke jalan yang benar," kata Bagus.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah melayangkan surat kepada DPRD Kabupaten Bekasi untuk tidak melanjutkan ke tahapan pemilihan namun DPRD setempat tetap menggelar paripurna pemilihan Wakil Bupati Bekasi periode sisa masa jabatan 2017-2022 pada Rabu (18/3) lalu.

Pada paripurna yang tidak dihadiri oleh satupun unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan perangkat daerah 40 anggota dewan yang menghadiri paripurna memberikan suara bulatnya kepada Ahmad Marjuki. (OL-13)

Baca Juga: Seorang Pasien PDP Covid-19 di Banda Aceh Meninggal

Baca Juga

ANTARA/Rivan Awal Lingga

Pemprov DKI Data Pekerja Seni Terdampak Covid-19

👤Antara 🕔Minggu 05 April 2020, 14:00 WIB
Dari segi kebudayaan, banyak tempat-tempat kesenian seperti galeri-galeri seni hingga kawasan bersejarah seperti Monas ataupun Kota Tua...
Dok MI

Hendak Tawuran, Empat Pemuda Ditangkap Polres Jakbar

👤Tri Subarkah 🕔Minggu 05 April 2020, 11:58 WIB
"Mereka kita amankan karena ada laporan dari pengendara jalan dan warga yang melihat gerombolan remaja yang hendak melakukan...
 ANTARA/M Risyal Hidayat

Miris, Masih Ada RS Rujukan Tolak Warga Suspek Covid-19

👤Insi Nantika Jelita 🕔Minggu 05 April 2020, 11:41 WIB
"Penolakan yang dilakukan rumah sakit rujukan disebabkan minimnya jumlah ruang isolasi di rumah...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya