Senin 23 Maret 2020, 19:26 WIB

DPRD Usul Keringanan Pajak Bagi Tempat Hiburan yang Patuh Tutup

Insi Nantika Jelita | Megapolitan
DPRD Usul Keringanan Pajak Bagi Tempat Hiburan yang Patuh Tutup

MI/ Susanto
.

 

ANGGOTA DPRD DKI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera, Abdul Aziz menyarankan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) dan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) membuat skema kompensasi berupa keringanan pajak bagi pengusaha tempat hiburan dan rekreasi yang bersikap proaktif selama kebijakan penutupan sementara berlangsung.

"Saya mengapresiasi langkah cepat pemda DKI itu. Ke depan bisa ada keringanan pajak sebagai kompensasi penutupan ini,” kata Aziz dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Senin (23/3).

Menurut Aziz, tempat hiburan dan rekreasi merupakan area yang paling berisiko penularan virus korona karena keramaian.

Sehingga, perlu dilakukan upaya penutupan agar masyarakat sementara waktu tidak melakukan kunjungan selama batas waktu yang telah ditetapkan Pemprov DKI sebagai pemerintah daerah

"Semua harus berkorban dan bekerja sama untuk menghadapi ujian ini, pengusaha dan karyawan hiburan hanya diminta tutup sementara demi kebaikan bersama. Jika tidak dilakukan segara akan ada banyak korban nyawa dari penyebaran Covid-19,” imbuh Aziz.

Berdasarkan Surat Edaran (SE) Kepala Dinas Parisiwata dan Ekonomi Kreatif Nomor 160/SE/2020 tentang Penutupan Sementara Kegiatan Operasional Industri Pariwisata Dalam Upaya Kewaspadaan terhadap Penularan Infeksi Corona Virus Disease (COVID-19). Kebijakan tersebut dilakukan mulai hari ini, Senin (23/3) hingga 5 April.

Ada 13 jenis kegiatan usaha yang diwajibkan untuk tutup sementara, seperti klab malam, diskotek, pub/musik hidup, karaoke keluarga, karaoke eksekutif, bar/rumah minum, griya pijat, spa dan bioskop. Kemudian, bola gelinding (bowling), bola sodok (billiard), mandi uap, seluncur, hingga Arena permainan ketangkasan manual atau mekanik. (OL-8)

 

Aziz menilai bahwa kebijakan tersebut perlu disikapi secara bijaksana oleh para pengusaha tempat hiburan ataupun rekreasi, lantaran potensi pemasukan yang akan diperoleh dari pengunjung mengalami penurunan yang signifikan.

 

“Memang bukan kebijakan populis dan pasti akan berdampak ekonomi, tapi ini dilakukan hanya sementara selama Covid-19 aktif, setelah itu akan normal kembali," tandas Aziz. (Ins)

Baca Juga

Dok MI

Ombudsman Minta DPRD Tunda Pemilihan DKI-2

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Minggu 05 April 2020, 21:06 WIB
Rekomendasi untuk mengaji ulang pemilihan wagub juga berkaitan dengan dengan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)...
Dok Setpres

Ini Titik Pembagian Nasi Boks dari Istana Bagi Korban Pandemi

👤Andhika Presetyo 🕔Minggu 05 April 2020, 20:45 WIB
Melihat animo yang cukup tinggi, Setpres berencana untuk terus membagikan paket nasi boks hingga 20 April 2020 dengan total sebanyak 1.000...
Antara

Mulai 12 April, Penumpang KRL Wajib Bermasker

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Minggu 05 April 2020, 20:35 WIB
Menjelang tanggal tersebut, para petugas di stasiun dan KRL akan senantiasa mengingatkan penumpang mengenai pentingnya menggunakan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya