Senin 23 Maret 2020, 15:50 WIB

Korban Longsor dan Banjir di Desa Karangnunggal Butuh Backhoe

Benny Bastiandy | Nusantara
Korban Longsor dan Banjir di Desa Karangnunggal Butuh Backhoe

MI/Benni Bastiandy
Rumah warha terdampak bencana banjir dan longsior di Cianjur.

 

BENCANA tanah longsor dan banjir yang menerjang sejumlah kampung di Desa Karangnunggal, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Sabtu (21/3) malam, mengakibatkan ratusan rumah warga rusak. Berbagai bantuan mulai disalurkan Pemkab Cianjur untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Camat Cibeber, Ali Akbar, menyebutkan hasil pendataan sementara di lapangan, terdapat sebanyak 104 unit rumah warga yang terdampak tanah longsor sekaligus banjir di Desa Karangnunggal. Rinciannya, rusak berat sebanyak 16 unit, rusak sedang 7 unit, rusak ringan 14 unit, dan terancam 67 unit.

"Ada 346 jiwa yang terdampak bencana. Kalau jumlah rumahnya ada 104 unitdengan kriteria rusak berat, rusak sedang, rusak ringan, dan terancam,"kata Ali saat dihubungi melalui telepon selulernya, Senin (23/3).

Ali mengatakan berbagai bantuan natura dan logistik sudah mulai disalurkan Pemkab Cianjur melalui Dinas Sosial kepada masyarakat terdampak. Namun untuk kebutuhan lainnya masih belum bisa terpenuhi.

"Dari hasil inventarisasi di lapangan, saat ini masyarakat di antaranya membutuhkan selimut dan pakaian layak pakai," terang Ali.

Kepala Desa Karangnunggal, Zamzam, mengaku berbagai bantuan mulai berdatangan untuk membantu warga korban terdampak bencana. Selain dari Dinas Sosial, bantuan juga disalurkan dari BPBD serta Dinas Pekerjaan Umum
dan Penataan Ruang.

"Namun kami masih membutuhkan bantuan backhoe karena ada  lima sampai enam RT (rukun tetangga) yang masih terisolasi. Akses jalur jalannya masih tertimbun material tanah longsor cukup parah," sebut Zamzam.

Zamzam mengatakan masyarakat juga masih membutuhkan bantuan makanan, pakaian, serta peralatan evakuasi manual seperti cangkul, garpu, singkup, dan lainnya. Di sekitar lokasi pun sudah dibangun dua posko.

"Ada dua posko. Satu posko berada di sekitar SDN Karangnunggal. Satu lagi ada di Kampung Pasarean menggunakan tenda dari BPBD. Kalau masih ada, kami harapkan ada bantuan tenda lagi dua buah ukuran 5x5 meter atau yang lebih
besar," tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, tanah longsor dan banjir di Desa Karangnunggal terjadi saat hujan deras selama hampir 4 jam, Sabtu (21/3) malam. Tidak ada korban jiwa pada bencana tersebut.

Longsor akibat ambruknya tanah bercampur bebatuan dari kawasan Bukit Munjul. Wilayah terdampak bencana di antaranya berada di Kampung Belendung, Cikadu, Pasarean, Munjul, Cihurip, Cisero, Cibeunying, Angkrong,
Cikeureubeuk, Nyangkewok, dan Cijeungjing. (OL-13)

Baca Juga: Polri: Masyarakat yang Tetap Berkerumun Akan Dipidanakan
Baca Juga: Update Covid-19: Pasien Positif 579, Meninggal 49
 

Baca Juga

MI/Alexander P. Taum

Pemda Ngada Siapkan Bantuan Bagi Mahasiswa dan Petani Gagal Panen

👤Alexander P. Taum 🕔Rabu 08 April 2020, 16:00 WIB
Pemda Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, mempersiapkan bantuan keuangan kepada mahasiswa, pedagang kecil, pengendara ojek dan petani...
MI/Palce Amalo

Laboratorium Covid-19 di NTT Beroperasi Akhir April 2020

👤Palce Amal 🕔Rabu 08 April 2020, 15:55 WIB
Pembangunan laboratorium (lab) untuk pemeriksaan swab pasien terjangkit virus korona (covid-19) di Nusa Tenggara Timur, rampung akhir April...
Facebook @institutteknologibandung

Tiadakan Wisuda, ITB Terbitkan Ijazah Digital

👤Bayu Anggoro 🕔Rabu 08 April 2020, 15:13 WIB
"Cara membedakan yang asli dengan yang palsu, masyarakat dapat memeriksanya di laman...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya