Senin 23 Maret 2020, 13:53 WIB

Langka Jadi Alasan RSUD dr Moewardi Bikin APD Sendiri

Widjajadi | Nusantara
Langka Jadi Alasan RSUD dr Moewardi Bikin APD Sendiri

MI/Haryanto
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat menerima tim dari RSUD dr Moewardi yang membuat APD sendiri, Senin (23/3/2020).

 

RSUD dr Moewardi beberapa hari terakhir ini terpaksa membuat sendiri pakaian medis khusus yang dipergunakan sebagai Alat Pelindung Diri (APD) dari kontak fisik dengan pasien, selama penanganan kasus korona atau covid 19 dan pasien penyakit menular lainnya.

"Ya kita terpaksa membuat sendiri, setelah keberadaan APD menjadi penting banget bagi paramedis dan dokter, sementara keberadaan menjadi langka. Pemasok APD tidak lagi mampu memenuhi secara cepat kebutuhan rumah sakit di banyak daerah," tegas juru bicara RSUD dr Moewardi, Eko Haryati kepada Media Indonesia, Senin (23/3)

Keberadaan APD sangat penting bagi dokter dan paramedis di dalam menangani pasien penyakit menular, dan apalagi kasus korona baru atau covid 19 yang masih menjadi wabah global. Karena itu, lanjut Eko, sebagai rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, pihaknya telah berkoordinasi dengan Kadinkes Jawa Tengah dan juga Gubernur Jawa Tengah Ganjar, terkait kelangkaan APD yang sangat dibutuhkan di tengah situasi kasus korona yang sangat sensitif.

"Akhirnya kami berburu bahan di pasar dan ternyata ada yang sesuai dengan yang sudah ada selama ini. Harganya pun menjadi lebih murah, ketika kita membuat sendiri. Akhirnya kita jahit sendiri, dan kemarin kita laporkan kepada Pak Gubernur Jateng," tegas dia.

Dia berharap, apa yang menjadi inisiasi dari menejemen RSUD dr Moewardi ini akan mampu menginspirasi dan ditiru oleh pengelola rumah sakit lain, dalam pengadaan APD yang menjadi sangat langka ini.

baca juga: APD Produksi RSUD Moewardi Seharga Rp50 Ribu

"Murah buat sendiri dan sangat menghemat. Karena kalau membeli APD ya minimal Rp150 ribu, tapi kalau membuat sendiri hanya Rp35 ribu plus kena pajak (PPN), paling hanya Rp50 ribu per kostum APD. Kita jelas tidak membuat banyak, hanya ratusan.Tapi kalau dalam perkembangan tetap langka, ya akan memperbanyak produksi sendiri," tandas Eko sekali lagi. (OL-3)

Baca Juga

Dok Humas Pemprov Jawa Barat

Gaji ASN Pemprov Jabar Dipotong 4 Bulan untuk Tangani Covid-19

👤Antara 🕔Senin 30 Maret 2020, 21:02 WIB
ASN bersedia memotong gaji atau tunjangan untuk membantu penanggulangan wabah COVID-19 dan keputusan tersebut juga berlaku untuk Gubernur...
ANTARA/ASEP FATHULRAHMAN

Gubernur Banten: Lockdown Tak Semudah Menutup Pintu

👤Wibowo Sangkala 🕔Senin 30 Maret 2020, 20:17 WIB
Banten sudah terintegrasi dengan Jakarta. Sehari-harinya orang Banten cari pekerjaan, cari upah, cari penghidupan ke Ibu...
AFP/Lionel BONAVENTURE

Bali Membuat Disinfektan Berbahan Dasar Arak

👤Antara 🕔Senin 30 Maret 2020, 20:07 WIB
3.000 liter arak Bali diteliti dan diekstrak menjadi alkohol murni 96 persen sesuai standar...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya